
Uluwatu Bali
*****
Suasana sore di Resort milik Violet benar-benar menakjubkan, Vio sudah berpenampilan sangat cantik dan sedang melihat pemandangan laut yang terpampang sangat jelas diatas balkon kamarnya. Angin laut membuatnya merasa tenang. Berbeda dengan Key yang baru selesai mandi.
Setelah Key siap, Aku dan dia pergi keluar Resort untuk mencari makan, karena perutku sudah tidak bisa diajak kompromi.
Karena kita memang melewatkan makan siang.
*****
Ke empat pria itu sudah chek-in kamar masing-masing di Resort The Albert Bali. Mereka masuk ke kamar masing-masing untuk bersih-bersih. Dan 1 jam kemudian Kelvin selesai lebih dulu dan dia langsung keluar kamar dan mengetok pintu kamar yang ditempati oleh Fadli dan Fandi, mereka berdua memang tinggal sekamar.
"Tok...tok...tokk......"(Kelvin mengetok pintu)
Fandi :
"Tunggu sebentar. . . ."(sahut Fandi).
Didalam kamar terdengar sahutan yang ternyata adalah Fandi, tidak lama pintu kamar pun terbuka.
"Cklek. . ."
Fandi :
"Ternyata lo Vin, ayo masuk"(ajak Fandi)
Aku melangkah masuk kedalam kamar, mengikuti Fandi yang sudah lebih dulu masuk ke kamar. Aku dan Fandi menghampiri Fadli yang sedang duduk disofa sambil memainkan ponselnya.
Kevin :
"kalian berdua udah siap ?"(Tanya kelvin).
Fadli :
"Kita udah siap, tinggal tunggu Demian saja"(jawab Fadli)
Tidak lama Demian pun sudah ikut bergabung dikamar Fandi dan Fadli.
Demian :
"Kelvin, bagaimana masalah kekacauan Mall Wijaya, apa kau sudah tau siapa dalang dibalik kekacauan tersebut ?"(Tanya Demian).
Kelvin :
"Menurut saya, sepertinya Manager Mall adalah dalang dibalik kekacauan Mall Wijaya Tuan. Soalnya menurut info yang saya dapatkan, pihak Manager tidak memberikan gajih pada karyawan kita, sedangkan gajih karyawan setiap bulan sudah diterima oleh Manager Mall kita Tuan, dan sekarang Manager tersebut telah kabur membawa gajih para karyawan"(jelas Kelvin).
Demian :
"Brengsek. . .!!! Kerahkan semua anak buah kita, cari sampai dapat, dan habisi nyawanya"(Perintah Demian tegas).
Kelvin :
"Baik tuan. . ."(jawab Kelvin).
Demian :
"Fandi carikan saya pengganti manager yang kabur secepatnya, saya mau sebelum kita kembali ke jakarta kita sudah menemukan calon manager yang cocok dengan kriteriaku. Ayo lebih baik kita ke Mall secepatnya, kita selesaikan kekacauan tersebut"(Kata Demian)
Fandi :
"Oke, saya pastikan besok kita sudah memiliki pengganti manager Mall Wijaya"(jawab Fandi).
Demian :
"Bagus saya tunggu kabar baikmu"(Demian pun berjalan lebih dulu dan di ikuti oleh ketiga pria tersebut dibelakang).
Mereka semua menuju lift yang akan membawa mereka semua kelantai paling atas, dimana tempat Hellikopter mereka berada. Dan setelah itu mereka pun langsung menerbangkan Hellikopter tersebut menuju Pusat perbelanjaan milik Wijaya.
*****
Vio dan Key mengendarai salah satu mobil pribadinya yang memang sengaja disimpan oleh Vio di Resortnya. Mereka pergi berkeliling dipusat perbelanjaan milik Wijaya, tapi mereka tidak mengetahuinya.Tidak lama mereka pun tiba di parkiran depan Mall, Vio dan Key heran melihat banyaknya orang yang berkumpul dipintu.
Violet :
"Ada apa sih key, kenapa rame sekali,,,?"(tanyaku penasaran)
Keyla :
"Entahlah Vi, , ,seperti nya mereka semua sedang demo"(jawab Key).
Violet :
"Aneh sekali, bukankah pusat perbelanjaan ini sangat besar ya, masih aja ada yang Demo"(Komentar Vio).
__ADS_1
Keyla :
"Mana aku tau, emangnya aku yang punya Mall, Ha ha ha haaa"(Key menjawab komentar sahabatnya sambil tertawa).
Violet :
"Dasarrr,,,orang lagi serius begini malah diketawain"(jawab Vio bete).
Aku melangkahkan kakiku masuk kedalam pusat perbelanjaan bersama Key. Dia berjalan beriringan dengaku dan masih terlihat jelas tawa diwajahnya, dia seperti orang tak berdosa setelah puas meledek aku.
Kita berdua menuju ke lantai 4 karena disana banyak restoran berbagai macam makanan.
Mereka memasuki Restoran seafood ala Korea, dan mencari tempat duduk yang nyaman.
Setelah menemukan tempat duduk yang cocok, Vio memanggil pelayan restoran dan kami langsung memesan makanan.
Violet :
"Pelayan. . . ."(panggil Vio).
Pelayan yang dipanggil Vio pun mendekat dan langsung memberikan menu pada Vio dan Key.
Pelayan :
"Silahkan nona, ini menunya, mau pesan yang mana ?"(tanya sang pelayan ramah).
Violet :
"Key kamu mau pesan apa,,,?"(tanyaku).
Keyla :
"Samakan saja denganmu"(jawabnya).
Violet :
"Baiklah, Mba saya mau pesan Ojingeo-tonggui (Cumi Bakar Pedas), Jjamppong (Sup Seafood Pedas), Saeu Buchu Mandu (Pangsit Udang), dan Muneo-jorim (Gurita Berbumbu).
Pelayan :
"Minumnya mau yang mana nona ?"(tanyanya lagi).
Keyla :
"Saya pesan Ice Drink saja mba"(jawab Key).
Violet :
Pelayan :
"Apa ada tambahan lagi nona ?"(tanya sang pelayan memastikan).
Keyla :
"Tidak, Cukup itu saja"(jawab Key).
Pelayan :
"Baiklah kalau begitu tunggu sebentar Nona, pesanan akan segera diantarkan" (Pelayan pun pamit pergi untuk menyiapkan makanan).
35 menit mereka menunggu, tidak lama makanan yang kita pesan pun sudah datang dan dihidangkan langsung diatas meja kita.
Mereka berdua pun langsung menyantapnya karena memang sudah sangat lapar.
⚡⚡⚡⚡
Demian Dkk sudah sampai dipusat perbelanjaan miliknya, dia turun dari hellikopternya diikuti Fadli, Fandi dan Kelvin. Mereka menuju ke lift dan menekan tombol kelantai dasar. Setelah tiba dilantai dasar Kelvin, Fandi dan Fadli langsung mengambil alih untuk mebereskan kekacauan dipintu masuk Mall. Demian berdiri dibelakang ketiga kawannya sedikit lebih jauh sambil memantau takut terjadi hal yang tidak di inginkan.
*****
16:00 (WIT)
Sherly, Doni dan 4 anak buahnya telah tiba di bandara Ngurah Rai Bali. Mereka dijemput oleh anak buahnya dan langsung menuju ketempat tujuan ya itu Pusat perbelanjaan milik Wijaya, karena salah satu anak buahnya sudah ada yang tiba lebih awal, dan melaporkan bahwa Demian sedang berada di Mall tersebut.
Kurang lebih 40 menit mereka tiba dipusat perbelanjaan milik Wijaya. Sherly beriringan dengan Doni untuk masuk kedalam Mall, Doni menutupi mukanya dengan Topi dan kaca mata hitam agar tidak ada yang mengenalinya.
Berbeda dengan Sherly yang bersikap santai karena tidak mungkin ada yang mengenalinya.Ke empat anak buah yang lainya disuruh menunggu di mobil karena Sherly hanya ingin melihat situasi disekitar Demian.
Dari kejauhan Sherly sudah melihat Demian. Dia terus berjalan kepintu masuk Mall, Sherly berjalan semakin dekat ke arah Demian karena memang Demian sedang berdiri didekat pintu masuk.
Saat Sherly hampir sampai dipintu masuk Mall, Sherly menatap lekat Mata Elang milik Demian yang terlihat sangat tajam. Mereka berdua saling pandang dan sudut bibir Sherly pun terangkat sedikit, menyunggingkan senyum yang sulit diartikan.
Setelah itu Sherly masuk ke Mall tersebut menyusul Doni yang sudah lebih dulu berjalan masuk kedalam Mall. Tidak lama mereka pun keluar lewat pintu samping Mall, dan menuju ke Hotel yang akan mereka tempati, ya mereka telah memesan Hotel yang sama dimana Demian Dkk menginap selama di Bali.
*****
__ADS_1
Kelvin mengumumkan pada semua karyawan yang berdemo bahwasannya, gajih mereka akan segera dibayar paling telat besok siang, dan Kelvin mewakili Wijaya Grup meminta maaf atas kekacauan yang terjadi.Setelah itu Kelvin pun menyuruh semua karyawannya untuk bubar, setelah perdebatan yang agak sulit.
Dibelakang aku melihat Kelvin, Fandi dan Fadli yang sedang bernegosiasi dengan karyawan Mall miliknya. Saat sedang menunggu mereka bertiga, tiba-tiba ada wanita yang lewat didepan hadapannya.
Demian sempat terpaku saat wanita tersebut tersenyum padanya. Tapi dia masih bisa mengontrol sikapnya. Demian sejenak lupa bahwa dia sudah memiliki istri. Saat Demian tersadar, wanita tersebut sudah berlalu melewatinya.
Kelvin, Fandi, dan Fadli telah selesai membubarkan kekacauan yang ada didepan Mall milik Wijaya. Mereka bertiga pun menghampiriku.
"Semua sudah selesai Tuan"(kata Kelvin memberi tau).
"Baguslah, , , kau memang selalu bisa diandalkan"(jawab Demian).
"Udahlah. . .ayo kita cari makan, apa kalian tidak merasa lapar ?"(Tanya Fandi).
"Hemm. . .Baiklah kita ke lantai atas saja, aku pun sama sudah lumayan lapar"(jawab Demian).
Akhirnya mereka berempat naik kelantai 4, untuk mencari makan.
*****
Restoran Seafood Ala Korea.
Aku dan Key sedang menyantap makanan yang sudah kita pesan sambil bercerita panjang lebar, dan tidak ada angin tidak ada hujan Keyla membicarakan soal Demian.
Keyla :
"Vi. . .Apa Demian ada menghubungimu, SMS/Telpon gitu ??"(tanya Keyla).
Violet :
"Tidak..!! Memang kenapa Key ?"(jawab Vio)
Keyla :
"Apa kamu tidak ada niatan untuk mencoba memberi kabar lebih dulu padanya. . .?"(tanya Key kembali)
Violet :
"Mmm. . .Untuk apa sih Key ?? Biarkan sajalah, dia paling lagi sibuk sama perusahaannya"(Komentar Vio acuh).
Keyla :
"Kamu kan sedang jauh dengan suamimu, menurutku Demian lumayan tampan dan juga dia kaya loh Vi, apa kamu tidak takut suamimu kecantol wanita lain ?"(tanya Keyla mengingatkan).
Violet mengangkat bahunya tanda acuh dan tidak memperdulikan ucapan Keyla.
"Huuffff. . . ."(Key menghebuskan nafasnya yang berat).
Aku menatap Keyla, sesaat aku memiliki ide untuk menjahilinya.
Violet :
"Key, apa Kelvin suka menghubungimu ?"(tanya Vio mulai iseng membalikan pertanyaan Keyla barusan, ha ha ha).
Keyla :
"aishhh. . . .apa sih kamu, ngapain nanya dia ke aku coba"(jawabnya jengkel).
Violet :
"Ha ha ha. . .Ya ampunn Key. Kenapa mukamu jadi merona seperti itu sih"(Vio semakin mengisenginya).
Key memegang Wajahnya yang semakin memerah udah seperti kepiting rebus. Key menjadi salting sendiri saat Vio membicarakan Kelvin.
Keyla :
"Ah sok tau, mukaku merah karena kepedasan"(Dustanya).
Vio hanya manggut-manggut saja mendengar jawaban Keyla tersebut. Padahal Vio tau bahwa Key menaruh hati pada Kelvin.
Keyla menghabiskan sisa makanannya tanpa bersuara saking malunya terhadap Vio, karena dia tidak bisa menyembunyikan perasaannya terhadap Kelvin.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.Next. . . . . .