Pernikahan Tidak Terduga & Rahasia Besar Istriku

Pernikahan Tidak Terduga & Rahasia Besar Istriku
Gejolak Hasrat Rindu Eps 43


__ADS_3

Violet memutuskan untuk tinggal lebih lama lagi di indonesia setelah bertemu dengan Geri. Dia tidak bisa membiarkan orang seperti Geri angkat kaki dari perusahaan Papi nya.


Geri sudah hampir seminggu di Bali, dia juga sudah seminggu meninggalkan perusahaan di jakarta. Dia tidak berani kembali ke jakarta karena takut Violet pergi lagi.


Geri pun tidak lupa memberi kabar pada Bos nya, bahwa Violet telah ditemukan. Tn.Rangga dan Ny.Renata sangat senang mendapat kabar dari Geri, tapi mereka belum bisa mengunjungi putrinya karena masih banyak pekerjaan.


Setelah memberi kabar pada Bos nya, Ponsel Geri berdering ada panggilan masuk. Ternyata panggilan tersebut dari Manager Hotel yang berada di singapur.


Geri :


"Hallo. . .


Manager Hotel :


"Sorry Mr.Geri, saat ini di hotel serta pusat perbelanjaan kita sedang dalam masalah, 3 hari terakhir ini Hotel kita sangat sepi dan Mall pun hanya ada beberapa orang pengunjung"(Lapornya)


Geri :


"Apa ? Kenapa bisa seperti itu, bukan kah Hotel dan Mall kita selalu ramai dengan pengunjung ?"


Manager Hotel :


"Iya Mr. Geri, Menurut saya sepertinya ada yang menyabotase kita"(jawabnya).


Geri :


"Baiklah saya akan mengadakan rapat dengan Mr.Demian, dan membicarakan permasalahan Hotel dan Mall yang disana, setelah itu perwakilan dari kita akan langsung ada yang mengeceknya sendiri.


Panggilan pun di akhiri oleh Geri, Dia langsung mendatangi kamar Vio untuk memberitaukannya. Dia memencet bel dikamar nya Vio.


"Ceklek"(Pintu terbuka).


Keyla :


"Ada apa Ger ?"(tanya Keyla).


Geri :


"Ada masalah di perusahaan, kita harus segera kembali ke jakarta Key, tolong bujuk Nona Vio untuk ikut kembali"


Keyla :


"Baiklah, ayo masuk aku akan membantu kamu membujuk Vio.


Geri :


"Terimakasih Key"


Didalam Vio sedang bermain bersama si kembar. Geri masuk bersama Keyla, saat sudah berada di dalam kamar, Geri kaget karena Vio sedang bermain dengan sepasang anak kecil.


Vio pun sama kagetnya saat Geri masuk kedalam kamarnya. Keyla pun sama-sama kaget karena dia lupa bahwa Geri tidak tau keberadaan si Kembar.


Geri :


"Nona Vio, anak siapa mereka ?"(tanya Geri yang kaget melihat Vio bermain dengan anak-anak tersebut).


Vio terdiam, dia tidak menjawab pertanyaan Geri, kedua anak tersebut tiba-tiba memanggil Vio.


Jo :


"Mommy, I want to drink milk"(Pinta Jonathan).


Ji :


"Me too Mommy. . ."(Sahut Jingga).


Violet :


"Baby, kalian bikin susu sama tante Key dulu ya, Mommy mau bicara sama teman Mommy"(Kata Vio memberi penjelasan).


Si kembar pun pergi membuat susu dengan Keyla. Geri merasa serangan jantung, saat kedua anak tersebut memanggil Vio dengan panggilan tersebut.


Geri :


"Siapa sebenarnya mereka Nona, mengapa mereka memanggil anda dengan sebutan Mommy?"(tanyanya kembali).


Violet :


"Mereka anakku"(jawab Vio).


Geri :


"What, , , ??? Jangan bercanda Nona...!!!"(Teriaknya).


Violet :


"Saya serius Geri, Mereka anakku"(tegas Vio).


Geri :


"Lalu siapa ayah mereka, jadi ternyata selama ini Nona sudah menikah lagi ?"(tanyanya)


Violet :


"Kamu tidak perlu tau, sekarang ada urusan apa kamu datang ke kamarku ?"(tanya Vio mengalihkan pembicaraan)


Geri :


"Astaga saya hampir lupa. Nona sebaiknya kita segera kembali ke jakarta, ada masalah dengan Hotel kita di Singapur, kita harus mengadakan rapat dengan investor pusat perbelanjaan yang telah bekerja sama dengan perusahaan kita disana"(Jelas Geri).


Violet :


"Masalah apa memangnya ?"(tanya Vio).


Geri pun menceritakan pada Vio dengan sangat detail permasalahan yang terjadi, Dia pun akhirnya akan ikut dengan Geri kembali ke jakarta bersama yang lainnya.


Geri kembali ke kamarnya dan membereskan barang bawaannya, Begitupun dengan Vio, dia langsung menyuruh Key dan anak buahnya untuk bersiap kembali ke jakarta.


Saat sudah beres semua, Geri hendak meminta pihak manager Resort untuk mengantarkan mereka ke bandara. Tapi Vio langsung mencegahnya.


Violet :


"Tidak usah repot-repot kebandara Ger, Kita akan naik Private jet milikku yang ada di belakang Resort ini ko"(kata Vio sambil berjalan kebelakang Resort di ikuti oleh semuanya).

__ADS_1


Geri semakin kaget saat mengetahui Bos nya memiliki Private Jet yang sangat mewah didalamnya, bahkan milik Papinya sendiri tidak semewah miliknya.


Vio juga didampingi pengawal, Geri menduga-duga bahwa Bos nya pasti sudah menikah lagi dengan orang penting.pikirnya dalam hati.


Setelah semuanya sudah masuk kedalam,Private Jet pun langsung lepas landas ke udara.


*****


Mansion Wijaya


Saat ini Demian masih berada di Mansion Wijaya, padahal sekarang sudah tidak pagi lagi, tapi dia belum berangkat ke kantornya, Kelvin pun sama masih setia menemani Demian.


Ada beberapa berkas yang harus diselesaikan oleh mereka ternyata, maka dari itu mereka berdua masih berada di Mansion.


Demian sesekali melihat ponselnya, dia berharap anak buahnya yang sedang mencari istrinya segera memberi kabar baik untuk dirinya.Tapi sudah 1 jam lebih, dia menunggu kabar tersebut tak kunjung datang juga.


Semenjak kepulangannya dari Singapur, Demian selalu kurang Fokus dalam bekerja, fikiran dia selalu saja ke istrinya yang saat bertemu terakhir kalinya di singapur.


Saat sedang sibuk memikirkan Violet, ada panggilan masuk dari Geri di ponsel Demian.


Demian :


"Hallo, Ada Apa Ger,,,?"


Geri :


"Satu jam lagi datanglah keperusahaan, ada hal penting yang harus kita bahas, terjadi masalah di Singapur, Mall dan Pusat perbelanjaan kita sepertinya ada yang menyabotase hingga berdampak buruk pada Pasaran kita"(Jelas Geri).


Demian :


"Apa ? Mengapa bisa terjadi ?!"(tanyanya).


Geri :


"Saya juga tidak tau, maka dari itu kita bertemu satu jam lagi di perusahaan Albert"(kata Geri).


Demian :


"Baiklah, aku OTW sekarang"


Panggilan pun langsung terputus, Demian pun menceritakan pada Kelvin kejadian permasalahan yang terjadi di Singapur.


Demian dan Kelvin langsung bergegas berangkat menuju ke perusahaan Albert Camp.


*****


Markas Albert Camp Jakarta.


Private Jet milik Vio akan segera landing. Setelah sukses mendarat Vio dan yang lainnya langsung bergegas pergi ke Apartemen milik Vio, dengan di jemput oleh anak buah Albert.


Sedangkan Geri pulang ke Apartemen miliknya yang terletak tidak jauh dari Apartement milik Vio. Geri hendak bersiap-siap sebelum pergi ke perusahaan bersama Vio.


Tidak lupa Geri menghubungi Demian untuk mengajaknya bertemu 1 jam lagi di perusahaan Albert. Dia akan mendiskusikan permasalahan yang terjadi di Singapur.


Setelah selesai menghubunginya, Geri bergegas mandi dan bersiap-siap agar dia tidak terlambat. Setelah siap dia langsung mendatangi Apartement milik Vio dan langsung berangkat ke Perusahaan bersama Bos nya.


Vio masih tetap saja di kawal, meski pengawal nya tidak ikut semua dengannya.


Pengawal Vio sisanya berjaga di Apartemen, Karena disana ada Key dan juga si kembar.


*****


Demian dan Kelvin tiba di perusahaan albert tepat waktu, orang-orang di perusahaan tersebut sudah mengenal kami, jadi kami bebas keluar masuk perusahaan albert tanpa harus repot-repot izin dulu.


Kami berdua masuk kedalam lift, dan setelah tiba dilantai atas, kami langsung masuk ke ruangan Geri.Ternyata dia sudah menunggu kami.


Geri pun menyuruh kami berdua masuk dan mempersilahkan kami duduk di sofa yang berada diruang kerjanya.


Geri :


"Ayo Masuk, Silahkan duduk"(kata Geri ramah).


Demian :


"Terimakasih"(Jawab Demian dan langsung duduk di ikuti Kelvin).


Geri menghubungi skertarisnya untuk membuatkan kopi untuk mereka bertiga. Tidak lama Kopi pun tiba dan di suguhkan dimeja.


Demian mulai membahas tentang bisnisnya yang bermasalah di Singapur, dia minta penjelasan pada Geri.


Demian :


"Ada apa sebenarnya Ger, bagaimana bisa terjadi hal seperti itu ?"(tanya Demian meminta penjelasan).


Geri :


"Saya juga tidak tau jelasnya seperti apa, lebih baik kita diskusikan masalah ini dengan Direktur Utama disini, ayo kita keruangannya kebetulan dia sedang ada disini"(Ajak Geri).


Geri pun mengajak Demian dan Kelvin pergi keruangan Direktur Utama tanpa fikir panjang.


"Tok. . .Tok. . .Tok. . . ."(Geri mengetok pintu ruangan Direktur).


Dari dalam terdengar sahutan mempersilahan untuk masuk.


"Masuk. . ."


Dengan wajah tidak berdosa dia mempersilahkan masuk Demian dan Kelvin keruangan Bos nya.


Demian dan Kelvin mengikuti Geri dan masuk keruangan Direktur Utama Perusahaan Albert yang selama ini tidak ada yang mengenalinya.


Aku masuk kedalam ruangan Direktur, Seseorang sedang duduk membelakangi Kami semua dimeja kerjanya. Aku tidak bisa melihat orang tersebut karena posisinya yang membelakangi kami.


Kami bertiga duduk di sofa yang ada diruangan tersebut, Geri pun memberitaukan Bosnya.


Geri :


"Mohon Maaf bos, saya mengganggu waktunya, Saya kesini bersama Investor kita yang telah bekerja sama membangun Hotel dan Pusat perbelanjaan di Singapur"(Jelas Geri).


Setelah mendapat penjelasan dari Geri, Tiba-tiba kursi pun berputar menghadap ke depan meja kerja.


Saat sudah berbalik, Demian dan Kelvin kaget bukan main, ternyata seseorang yang sedari tadi duduk membelakangi mereka berdua adalah orang yang saat ini mereka cari-cari keberadaannya di singapur.


Saat dia berputar dan mengetahui siapa investor yang telah bekerja sama dengan perusahaannya, Dia bagaikan disambar petir di siang bolong.

__ADS_1


Demian :


"Violet. . . . ."(panggil Demian).


Kelvin :


"Nyonya Muda. . ."(Panggil Kelvin kemudian).


Mereka masih tidak percaya dengan apa yang dilihat olehnya. Demian juga tidak menyangka istrinya adalah pemilik perusahaan Albert, yang selama ini selalu jadi pertanyaan para pembisnis tentang kepemilikan perusahaan Albert yang sebenarnya.


Violet menatap kearah Geri dengan tatapan membunuh. Sedangkan Geri yang di tatap seperti itu belum menyadari kesalahannya.


Demian bangun dari duduknya dan mendekat kearah meja kerja Vio, Vio langsung berdiri membuat jarak saat Demian bejalan kearahnya.


Demian :


"Kemana saja kamu selama ini ? Mommy terus menanyakanmu sampai dia sakit memikirkanmu terus"(kata Demian membuka pembicaraan).


Vio meremas tangannya, dia tidak tau harus berbuat apa. Dan Geri pun baru menyadari perbuatan bodohnya itu, pantas saja Nona Vio menatapku seperti ingin memangsaku hidup-hidup.kata Geri dalam hati.


Geri :


"Sorry Bos, I'm Forget"(kata Geri sambil menepuk jidatnya).


Violet :


"Stupid. . ."(Ujar Vio).


Demian :


"Dia tidak sengaja mempertemukan kita, Dia hanya mengantarku bertemu dengan Direktur Utama Perusahaan Albert, siapa sangka ternyata kamu Direkturnya"(Kata Demian Membela Geri).


Karena secara tidak langsung, Geri sudah membantuku menemukan Violet.ucap Demian dalam hati.


Demian tersenyum bahagia, akhirnya dia bisa bertemu istrinya kembali, dia tidak akan membiarkan istrinya kabur lagi dari hadapannya.


Demian melirik kearah Kelvin, Kelvin pun mengerti maksud dari Tuan Mudanya. Dia pun berdiri dan merangkul Geri dan mengajaknya untuk keluar dari ruangan tersebut.


Geri pun mau tidak mau ikut saja, saat Kelvin mengajaknya keluar. Mereka mengerti dan memberikan waktu berdua kepada suami istri tersebut yang sudah lama tidak berjumpa.


Saat keduanya sudah keluar, Demian berjalan kearah pintu dan menguncinya dari dalam, dan mengantongi kunci tersebut ke saku celananya.


Violet :


"Hey..apa yang kau lakukan, kenapa kau mengunci pintunya ?"(kata Vio panik).


Demian :


"Agar kau tidak kabur lagi dari sisiku"(jawab Demian tersenyum manis).


Violet :


"Dasar gila, kembalikan kuncinya ?"(teriak Vio).


Demian :


"Hahaahaaa kamu memang telah membuatku seperti orang gila sayang"(jawab Demian sambil tertawa Devil).


Vio bertambah panik saat Demian berjalan menuju kearahnya.


Violet :


"Stop jangan mendekat, menjauh dariku"(kata Vio panik campur cemas).


Demian tidak menghiraukan perkataan Vio, dia terus mendekat kearah istrinya.


Demian :


"Tapi kamu tidak bisa menghindar dari kenyataan bahwa kamu masih istri SAH Demian Wijaya, dan sampai kapan pun kamu akan tetap menjadi istriku"(ucapnya tegas).


Violet :


"Tidak, Kita sudah lama berpisah"(tolak Vio tidak kalah tegas).


Semakin Demian mendekat, Vio semakin mundur sampai akhirnya badan Vio menabrak ketembok, dan akhirnya dia tersudutkan. Sedangkan Demian tersenyum penuh kemenangan. Demian mengunci tubuh istrinya ketembok, membuat Vio salah tingkah dan tidak bisa bergerak sedikit pun.


"Emm. . ."Demian mencium bibir Vio dengan penuh gairah, dia sangat merindukan istrinya, semenjak Vio pergi dia baru menyadarinya, bahwa dia sudah jatuh cinta pada istrinya.


Vio memberontak, dia kehabisan nafas, Vio memukul dada Demian agar ciumannya terlepas.


Tapi Demian semakin memperdalam ciumannya, dan ******* sampai tidak ada yang terlewatkan. Demian terus mencumbu Bibirnya beralih keleher Vio, tidak lupa dia meninggalkan jejak kepemilikan dileher Vio. Sampai Vio pun terbawa suasana dan mendesah kenikmatan.


"Emm. . .ahh. . . . . "(Suara desah Vio yang lolos dari mulutnya).


Demian tersenyum senang, karena aksinya berhasil membuat Vio tidak berdaya.


Tangan Demian terus berkeliaran didada Vio, dia mulai M***m*s P*y*d*ra Vio dari luar, Tapi tiba-tiba saja Vio tersadar dan langsung mendorong Demian dengan sisa tenaga yang ia miliki.


Demian yang ikut terbawa suasana pun, akhirnya tidak seimbang menahan tubuhnya, dan mundur beberapa langkah saat Vio mendorongnya menjauh dari tubuhnya. Vio merapihkan pakaian dan rambutnya, sedangkan Demian masih menahan hasratnya yang sudah lama tidak tersalurkan semenjak Vio pergi.


Violet :


"Cukup, Keluar dari ruanganku. . ."(teriak Vio).


Demian :


"Tidak, Kamu harus ikut pulang denganku"(Protes Demian).


Violet mengambil ponselnya dimeja, dia hendak menghubungi anak buahnya, tapi di cegah oleh Demian. Vio memang selalu lemah jika berhadapan dengan Demian.


Demian pun menarik tangan Vio, dan membawanya keluar ruangan. Dia membawa paksa Vio untuk pulang ke Mansion Wijaya. . .


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.Next. . . . . .


"Hallo Readers jangan lupa Komen, Like dan tambahkan Favorite ya. Dan jangan lupa VOTE yang banyak ya, Terimakasih"


__ADS_2