
Sherly dan Doni sudah tiba di Resort The Albert Bali, mereka langsung membooking 4 kamar. Sherly dan Doni tidur sendiri dikamar masing-masing. Sisanya anak buah yang Sherly dan Doni bawa tidur sekamar ber 2.
Saat sudah mendapatkan kamarnya, mereka semua berkumpul dikamar Sherly untuk berdiskusi rencana selanjutnya.
Sherly :
"Don bagaimana rencana selanjutnya, memurutmu ?"(tanyanya)
Doni :
"Seperti rencana awal nona, kau harus mendekatinya terlebih dahulu"(jawabnya)
Sherly :
"Apa mungkin aku bisa melakukannya ?"(katanya sedikit ragu).
Doni :
"Kita coba saja Nona. Dengar-dengar Dia telah memiliki istri, tapi dia tidak megharapkan pernikahannya terjadi, semuanya hanya perintah Orang tuanya"(ucapnya memberi informasi lagi).
Sherly :
"Baiklah aku sudah memutuskannya, aku akan mendekatinya dan setelah itu aku akan menembak kepalanya dengan tanganku sendiri"(ujarnya)
Sherly tersenyum penuh arti, tidak disangka ternyata dia tidak menyukai istrinya, aku jadi penasaran seburuk apa istrinya.Batin Sherly bertanya-tanya.
Sherly menyuruh anak buah mereka untuk mengawasi Demian, dan meminta anak buahnya untuk melaporkan semua aktifitas dia selama di Bali.Jika ada waktu yang tepat aku dan Doni akan langsung bergegas melakukan misi untuk membalaskan kematian Antonio.
Setelah menugaskan anak buahnya, mereka semua bubar dan saat ini Sherly sudah sendirian dikamar, dia langsung membaringkan badannya diatas tempat tidur, karena ia merasa sangat lelah.
Sherly mengambil ponselnya yang berada didalam tasnya, dan Sherly memandangi layar ponselnya. Seketika air matanya menetes keluar dari matanya, ternyata Sherly memandangi foto Antonio dan dirinya yang sedang tersenyum bahagia sambil berpelukan dibelakang danau yang sanagt indah.Seketika rasa rindu pun membuat hati Sherly merasakan sakit yang teramat dalam.
Andai kau tidak pergi secepat itu, pasti kita sudah menikah dan hidup bahagia Sayang.(Ucap Sherly bermonolog sambil menangis.)
Setelah puas menangis, Sherly pun ketiduran.
*****
Empat Pria tampan itu pun telah sampai dilantai atas, mereka memilih Restoran yang hendak dituju oleh mereka.
Fandi :
"Kalian mau makan apa ?"(tanya Fandi)
Fadli :
"Terserah. . .Dem lo mau makan dimana ?"
Demian tidak menyahut, matanya melihat sekeliling, dan dia terfokus melihat kesatu titik Restoran. Tidak mungkin dia ada disini.(Ucapnya dalam hati)
Kelvin,Fandi, dan Fadli ikut melihat kearah yang dilihat oleh Demian, mereka mengira Demian ingin makan di Restoran tersebut. Akhirnya Fandi mengajak nya untuk makan di Restoran tersebut.
Fandi :
"Gimana kalau kita makan di Restoran Seafood Ala Korea itu"( Tunjuk Fandi)
Saat Fandi bersuara, dia membuatku tersadar dari lamunanku. Aku melihat ke Fandi dan melihat arah yang ditunjuk olehnya.
Tapi saat aku melihat arah yang ditunjuk Fandi, aku tidak melihat sosoknya itu, pasti hanya penglihatanku saja yang salah melihat.(katanya dalam hati).
Fadli :
"Ayo kita cari tempat"(ajak Fandi).
Ketiga pria tersebut langsung mengikuti Fandi, yang telah mendahuluinya. Saat sudah menemukan tempat duduk mereka langsung memesan makanan mereka masing-masing.
30 menit mereka menunggu, dan tidak lama makanan pun tiba. Mereka langsung menikmati makanan yang mereka pesan masing-masing.
Berbeda dengan Demian, dia nampak tidak terlalu fokus dengan makananya, dia meyakinkan dirinya dan melihat sekeliling restoran memastikannya sekali lagi, dan dia tidak melihat sosok yang dia lihat tadi.
Aku pasti memang salah melihat, ucapnya dalam hati.
Demian pun langsung memakan pesanannya sampai habis, dan ketiga temannya sudah menghabiskan makanan nya lebih dulu.
Mereka berada di restoran kurang lebih 1 jam dan mereka telah selesai makan semuanya dan memutuskan kembali ke Resort. Karena masalah yang ada di pusat perbelanjaan disini sudah beres semua.
*****
__ADS_1
Restoran Seafood Ala Korea.
Vio dan Key telah selesai makan, saat ini aku tengah menunggu Key yang sedang pergi ke toilet.
Dia tidak menyadari bahwa saat dia sedang menunggu Key ketoilet, ada seseorang yang melihatnya.
Kenapa lama sekali dia ketoilet, ini sudah 10 menit aku menunggunya, apa aku susul saja ya.Ucap Vio dalam hati.
Vio pun memanggil pelayan Restoran untuk membayar tagihan miliknya, setelah itu Vio bergegas menyusul Key ketoilet.
Saat Vio keluar dari Restoran, seseorang tersebut tidak lagi melihat kearahnya. Dia terfokuskan melihat keteman yang bearada disampingnya.
Saat tiba di depan Toilet, Vio berpaspasan dengan Key yang hendak keluar dari Toilet.
Keyla :
"Vio, kau ingin ke toilet juga ?"(tanyanya).
Violet :
"Tidak, aku menyusulmu karena kamu lama sekali pergi ketoilet"(jawab Vio).
Keyla :
"Sorry nunggu lama, tadi gw nyari toiletnya gak ketemu-temu, gw lupa toiletnya ada dimana, alhasil gw muter-muter nyariin toilet ini"(jelas Key).
Violet :
"Yasudah ayo kita kembali ke Resort, kita harus memeriksa Resort hari ini"(Ajak Vio).
Keyla :
"Baiklah Ayo. . .(jawab Key).
Mereka pun akhirnya kembali ke Resort lebih dulu dari keempat pria tampan itu.
******
Kedua wanita tersebut tiba lebih dulu di Resort saat pukul 19:00. Mereka berkeliling mengecek sekitaran Resort The Albert Bali. Setelah merasa cukup, mereka berdua langsung menemui manager Resort untuk mengecek laporan bulan ini. Laporan bulan sekarang Violet sendiri yang langsung memeriksanya. Sisanya baru Key yang urusin.
Kurang lebih 1 jam aku selesai memeriksa hasil laporan bulan ini. Saat sudah selesai dan kita sudah keluar dari ruangan manager, Keyla mengajak aku untuk pergi ke the Club yang ada di Resort.
Keyla :
Violet :
"Boleh tapi kita kekamar dulu untuk bersih-bersih, lagian ini masih terlalu sore. . ."(jawab Vio).
Keyla :
"Oke deh. . ."(jawab Key semangat).
Mereka langsung bergegas kembali ke kamarnya saat sudah selesai mengecek pekerjaannya.
*****
Jakarta Mansion Wijaya.
Tn.Wisnu menghubungi putranya menayakan kekacauan yang terjadi di Mall miliknya.
"Tuuuttt. . . .Tuuuttt. . . .
Panggilan pun tersambung dan diangkat oleh putranya.
Tn.Wisnu :
"Hallo...bagaimana apa kamu sudah membereskan kekacauan yang terjadi disana Son ?"(tanya sang daddy).
Demian :
"Semua sudah Demian bereskan Dad, aku juga sudah mengutus anak buahku untuk menangkap manager yang telah membawa kabur gaji karyawan kita"(cerita Demian).
Tn.Wisnu :
"Baguslah kalau gitu, oh ya Son kapan kamu akan kembali ? Bagaimana kabar menantu Daddy ?"(tanya sang Daddy).
Demian terdiam dia bingung harus menjawab apa sama daddynya. Karena dia pun tidak tau kabar istrinya.
__ADS_1
Tn.Wisnu :
"Hallo son, apa kau mendengar ucapan Daddy, kau masih disana kan ?"(tanya sang Daddy karena anaknya diam saja).
Demian :
"Yes dad, aku masih mendengar Daddy bicara"(jawab Demian tersadar dari lamunannya).
Tn.Wisnu :
"Bagaimana kabar menantu Daddy son ?"(tanya ulang sang daddy).
Demian :
"Emm. . .Vio sedang mengunjungi papinya Dad, dia sudah 4 hari mengunjungi orang tuanya"(jawab Demian).
Tn.Wisnu :
"Apa ??? Kamu biarkan dia pulang sendiri, suami macam apa kamu ?"(Tn.Wisnu seketika marah pada sang anak).
Demian :
"Tidak ko Dad, dia pulang ditemani oleh Keyla"(jawab Demian membela dirinya).
Tn.Wisnu :
"Tetap saja, seharusnya kau ikut berkunjung kerumah mertua bersama istrimu, dasar kau ini bikin malu nama keluarga saja, tut...tut...tut"(Tn.Wisnu langsung mematikan panggilannya, dia sanagt kesal karena kebodohan putranya).
*****
Saat aku baru sampai kamar tiba-tiba ponselku berdering, ternyata Daddy yang menghubungiku, dan menanyakan masalah kekacauan di Mall Wijaya.
Demian pun melaporkan bahwa semuanya sudah beres, dan sudah tidak ada masal lagi. Tapi tiba-tiba sang Daddy menanyakan Violet, seketika muka Demian mendadak pucat, dan dia hanya diam saja karena memang dia tidak pernah menghubungi istrinya sama sekali, sebaliknya pun dengan istrinya yang sama saja tidak memberi kabar. . .
Akhirnya aku bicara jujur bahwa istriku sedang mengunjungi orang tuanya, Demian kira bicara jujur gk akan buat sang daddy marah, tapi justru kebalikannya. Sang Daddy malah marah padaku, dan mematikan ponselnya gitu aja.
Demian menjambak rambutnya dan mengusap mukanya dengan kasar, dia sangat frustasi, karena sang daddy benar-benar marah kepadanya.
Demian pun memutuskan untuk pergi ke The Club yang ada di Resort ini. Dia menghubungi Fandi untuk mengajaknya agar ikut bersamanya.
"Tuuttt. . . .
"Tuuttt. . . .
"Tuuttt. . . .
Panggilan pun diterima oleh Fandi.
Demian :
"Hallo Fan, kita pergi ke The Club yang ada di resort ini yuk ?"(ajak Demian).
Fandi :
"Baiklah, aku akan mengajak yang lain kalau begitu"(jawab Fandi semangat).
Panggilan pun terputus, Demian pergi kekamar mandi untuk mandi dan bersiap. Kurang lebih 30 menit Demian pun telah siap.
Demian baru membuka pintu kamarnya, tidak lama Fandi, Fadli, dan Kelvin telah siap dan mereka pun keluar dari kamarnya juga.
Dan saat itu, mereka berempat langsung pergi menuju the Club yang ada di resort tempatnya menginap.
Tetapi saat Demian keluar kamar sampe menuju the Club, ternyata ada seseorang yang sedang memata-matainya, dan seseorang itu pun langsung mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang disebrang melaporkan tugasnya.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.Next. . . . . . . .