
Esok harinya Fandi dan Fadli sedang diperjalanan hendak berkunjung kerumah Demian. Mereka berdua ingin main kerumah baru milik Demian karena memang belum sempat main dari awal Demian pindah bersama istrinya.
Saat ini dirumah kebetulan sedang berkumpul semua di ruang tv, tiba-tiba ada bunyi telakson mobil dari luar rumah.
"Tinnn. . . .Tinnn. . . . .
Serentak semua bertanya-tanya siapa tamu yang datang, lalu pelayan pun membukakan pintu rumah, untuk melihat siapa gerangan yang datang kerumah majikannya.
Fandi yang meneyetir mobilnya, saat sudah memasuki halaman rumah baru Demian, dia sengaja membunyikan tlakson mobilnya.
Setelah memarkirkannya, Fandi dan Fadli pun masuk kerumah Demian hendak mengetok pintu rumahnya, tapi ternyata pelayan sudah membukakan pintunya. Dan Fadli pun bertanya kepada pelayan itu, dan dipersilahkan masuk kedalam.
Fadli :
"Tuan Demian ada bi ?"
Pelayan :
"Ada tuan Fadli, mari masuk Tuan dan yang lain sedang berkumpul di ruang tv"(jelasnya).
Fadli dan Fandi pun langsung melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam rumah Demian menuju ruang Tv, mereka berdua langsung menyapa semuanya, dan rumah pun menjadi rame gara-gara kedatangan mereka berdua.
Fadli :
"Hai semuanya ?" (sapanya)
Demian :
"Wahhh. . .ada tamu tidak di undang nih" (sindir Demian)
Fandi :
"Ck, dasar manusia tidak punya perasaan. Ada tamu bukannya disuruh duduk ini malah dikata-katain, Vio kamu ko mau menikah sama laki-laki kaya Dia (Cemoh Fandi Kesal).
Semua orang yang berada di ruang tv tertawa mendengarkan ucapan Fandi tersebut, wajah Demian mengeras dan memperlihatkan tampang membunuhnya, tidak ada senyum sama sekali diwajahnya. Vio pun menjawab ucapan Fandi, setelah puas ketawa bersama yang lainnya.
Violet :
"Kepaksa Fan, Ha..haa..ha..haa"(Jawab Vio asal ceplos dan semuanya kembali tertawa).
Demian yang mendengar jawaban istrinya seketika rahangnya mengeras dan menatap semua orang dengan tatapan mengintimidasi.
Demian :
"Diam semuanya, atau kepala kalian aku ledakan semua" (ancam Demian)
Seketika semuanya terdiam dan menghentikan tawanya, mereka semua bergidig ngeri dilihat setajam itu oleh Demian.Vio yang dilihat setajam itu oleh suaminya, tidak sedikit pun terintimidasi sama sekali.
Violet :
"Maaf semuanya aku sama Keyla pamit kedapur dulu ya, kita akan siapkan minuman dan makanan ringan untuk kalian, ayo key kita kedapur. . ."
Keyla :
"Siap nyonya. . .(kata key bercanda).
Setelah kepergian kedua wanita itu, mereka berempat pun mengobrol panjang lebar.
Demian membicarakan bisnis kepada anak buahnya, dan juga Fandi dan Fadli pun ikut menanyakan bagaimana kabarnya Markas Dragon Killers, karena memang mereka belum sempat ke markas lagi saat terakhir penembakan anak buah Antonio.
Demian :
"Bagaiman bisnis semua yang aku tugaskan kepada kalian, apa ada masalah ?"
Fandi :
"Semuanya berjalan lancar, tapi bulan depan yang akan melakukan perjalanan bisnis masih belum pasti siapa yang akan berangkat, anatara aku atau Fadli"(Jelas Fandi).
Demian :
"Baiklah, kalian atur saja secepatnya. . .
"ingat jangan sampai ada masalah saat waktunya tiba, dan yang harus berangkat harus salah satu saja diantara kalian, mengerti"(Demian menekankan disetiap katanya)
Fadli :
"Pasti. . .percayakan saja pada kami tuan"(jawabnya).
Fandi :
"Oh iya, gimana kabar dimarkas bro, ada penyerangan tidak dari anak buah Antonio. . .?"(Tanyanya pada Kelvin).
Kelvin :
"Sejauh ini yang saya tau sih tidak ada, mungkin mereka tidak berani untuk menyerang karena Bos nya sudah dihabisi"
Demian :
"Lagian siapa yang berani kepadaku ?" (jawabnya percaya diri).
Kelvin :
"Benar, siapa juga yang berani kepada Tuan Demian, seorang Bos Mafia yang terkenal ke Kejamannya.(Ucap Kelvin menyombongkan tuannya).
Fandi dan Fadli yang mendengarkan mereka hanya saling lirik tanpa berkomentar apa pun. Setelah beberap menit, kedua wanita tersebut pun muncul dengan membawa minuman dan makanan ringan yang langsung diletakan di atas meja.
Keyla :
"Ayo semuanya dinikmati. . .(Kata Key meawarkan)
Fadli :
"Wah wah wah. . .Terimakasih, jadi merepotkan kalian nih"(jawab fadli ta enak hati)
Violet :
"jangan sungkan, silahkan diminum. . .(ucap Vio tersenyum ramah).
Semuanya meminum dan memakan cemilan yang dibuatkan oleh Vio dan Key, saat mereka semua sedang mengobrol, Violet mencoba memberanikan diri untuk meminta izin mengunjungi orang tuanya bersama Keyla terhadap Suaminya.
Violet :
"Emmm. . .Dem, aku ingin meminta izin untuk mengunjungi orang tuaku bersama Keyla, apa boleh ?"(Tanya Vio dag dig dug).
Demian :
"Saya sangat sibuk"(jawab Demian dingin).
Violet :
"Tidak masalah, , , Tuan tidak perlu ikut kami, kami bisa pulang berdua saja, iya kan Key ?"(tanya Vio meminta bantuan)
__ADS_1
Keyla :
"Be..beenar Tuan, kami pulang tidak lama ko, saya akan menjaganya dengan baik saat anda tidak bersama Nyonya Violet"(jawab Key meyakinkan)
Demian menatap kedua wanita tersebut dengan tatapan tajam dari mata elangnya, Vio dan Keyla yang tidak merasa terintimidasi oleh tatapan tajam milik Demian pun, harus pura-pura menunduk.
Fadli :
"Udah kasih izin aja Bos, kasian mereka mungkin merindukan orang tuanya"(Ucap Fadli merasa iba).
Demian :
"Ck. . .minggu depan kalian boleh mengunjungi orang tua kalian, tapi saya tidak bisa ikut dengan mu, karena saya tidak punya waktu"(Putus Demian).
Violet dan Keyla saling pandang dan sama-sama melemparkan senyum bahagianya. Dalam hati Vio bersorak bahagia, , ,siapa yang mau ngajak dia GR bgt.ha..haa..ha..haa
Violet dan Keyla :
"Terimakasih Tuan. . ."(Ucapnya bersamaan).
Setelah Violet mendapatkan izin, Fandi dan Fadli mengajak Kelvin dan Demian untuk berkunjung kemarkas Dragon killers. . .
Fandi :
"Tuan, bagaimana kalau sekarang kita pergi ke markas ?"
Fadli :
"Benar, kita kan sudah lama tidak pergi ke sana"
Demian :
"Baiklah. . ."(ucap Demian menyetujui)
Saat Fadli dan Fandi mengajak untuk pergi ke Markas, Kelvin mengajak Violet dan Keyla untuk ikut bersama, Dia hanya ingin mengetes istri tuannya.
Kelvin :
"Bagaimana kalau Nyonya muda dan Keyla ikut bersama kita"(Usul Kelvin).
Kelvin memberi usul, dan langsung disetujui oleh Fadli dan Fandi, beda dengan Demian.
Dia langsung menatap kearah Kelvin, seolah ingin membunuhnya.
Fadli :
"Iya benar, lebih baik kalian ikut saja dengan kami dari pada dirumah terus. . .
Demian :
"Tidak bisa, orang asing tidak diperbolehkan masuk ke markas Dragon Killers"(Demian menolak keras)
Fadli :
"Apa nya yang orang asing sih, orang Violet istrimu yang SAH dimata Hukum ko"(Bela Fadli)
Fandi :
"Sudahlah ajak saja istrimu itu Dem, biar tidak buang-buang waktu. . .(Kata Fandi)
Demian mengusap wajahnya dengan kasar, dan akhirnya terpaksa menyetujui kedua wanita itu untuk ikut. . .
Demian :
Violet :
"Oke"(jawabnya singkat).
Demian :
"Aku satu mobil dengan Fadli dan Fandi, dan kau Kelvin satu mobil dengan mereka"(tunjuk Demian kepada Vio dan Keyla tanpa melihatnya).
Kelvin :
"Baik Tuan. . .
Akhirnya mereka pun berangkat menuju ke markas Dragon Killers dengan membawa 2 mobil. . . .
*****
Setelah 1 jam diperjalanan mereka semua pun tiba di markas, mobil yang ditaiki oleh Demian pun langsung dibuka kan pintunya oleh anak buah Demian.Semua anak buah Demian menundukan kepalanya, tanda hormat kepada Demian dan yang lainnya.
Vio dan Key bersikap biasa saja, karena sudah terbiasa melihat pemandangan seperti itu.Demian pun memberikan isyarat dengan tangannya, agar anak buahnya bubar. . .
Demian sedang berkeliling di markas melihat aktifitas anak buah Demian, di ikuti oleh kelima orang lainnya. Dia menuju kearah belakang Markas, disana tempat berlatih anak buah Dragon Killers. Terlihat ada banyak yang sedang berlatih bela diri di tengah lapangan dan ada juga yang sedang berlatih menembak.
Tanpa disadari, Kelvin diam-diam mengarahkan semuanya ketempat berlatih menembak.
Kelvin :
"Fad, Fan ayo kita lihat ke tempat berlatih menembak"(ajak Kelvin memancing).
Fadli dan Fandi :
"Ayo. . .(jawabnya serentak).
Kelvin :
"Nyonya Vio, Keyla ayo kita kesana juga liat-liat sebentar"(ajaknya).
Fandi dan Fadli berjalan beriringan bersama Kelvin. Violet dan Keyla tidak menjawab, mereka cuma mengikutinya dan Demian berjalan dibelakang kedua wanita tersebut tanpa berminat sama sekali.
Seketika anak buah Dragon Killers mundur dan memberi hormat saat ke enam orang tersebut mendekat ke area berlatih menembak, dan mereka hanya melewati anak buahnya begitu saja.
Kelvin mengajak Fandi dan Fadli untuk bermain menembak papan target jarak jauh, yang kalah harus membayari makan yang menang.
Kelvin :
"Fan, Fad gimana kalau kita bermain, siapa yang paling banyak menembak papan pusat target denga tepat sebanyak mungkin akan menjadi pemenangnya. Dan yang kalah harus mengikuti apa kata orang yang menang.
Fandi dan Fadli :
"Oke, siapa takut. . ."(jawabnya).
Fandi menyuruh salah satu anak buah Dragon Killers untuk mengambilkan Pistol dan stok peluru untuk mereka bermain.
Fadli :
"Key, Vio kalian duduklah bersama Demian dibelakang kami"(Kata Fadli memberi arahan)
Violet dan Keyla :
__ADS_1
"Baiklah. . ."(jawabnya tersenyum).
Fandi, Fadli dan Kelvin akan menembak bersamaan, mereka menembak sebanyak 3x dan di dekat papan target masing-masing ada 3 anak buah Dragon Killers yang akan melihat siapa yang akan menjadi pemenangnya.
Salah satu anak buah Demian memberi aba-aba agar untuk bersiap kepada ketiga Pria tersebut.
"1. . .2. . .3. . .Ready"
"Dor. . .Dor. . .Dor. . . ."
Anak buah Demian pun melihat papan targetnya, semuanya seri 2 peluru tepat sasaran dan 1 peluru keluar garis. dan ternyata tidak ada yang unggul, sampai akhirnya Demian mengambil Pistol ditangan Fandi dan menarik pelatuknya dan menembakan ke arah Papan target.
"Dorrr. . .Dorrrr. . .Dorrr. . . .
Fandi :
"bagaimana, , ,? Tepat sasaran tidak ?(tanya Fandi)
Setelah mengeceknya, anak buah itu pun pergi, setelah menjawab ucapan ku.
"Tepat sasara Tuan"
Kelvin mengajak Keyla dan Vio untuk ikut mencobanya.
Kelvin :
"Key ayo kau harus mencobanya ?"
Keyla :
"Tidak perlu deh, aku tidak terlalu bisa"(Key melirik ke arah Vio)
Kelvin :
"tidak masalah, kau coba saja"
Setelah dapat anggukan dari Vio, Keyla pun berani untuk mencobanya.
Keyla :
"Aku coba 1 kali aja ya"
"Dor. . . . .
Fandi berlari ke papan target untuk melihatnya, dan peluru yang Key tembakan tepat sasaran, dan semua orang tepuk tangan.
Fandi :
"Tepat Sasaran. . .(Teriaknya)
Fadli :
"Wah. . .Hebat sekali Key. Kau menembak tepat sasaran"(Puji Fadli)
Keyla :
"Terimakasih, , ,itu semua hanya kebetulan"
Kelvin :
"Nyonya sekarang giliran anda, silahkan mencobanya"
Violet :
"Tidak perlu Vin, aku tidak bisa"(Tolaknya)
Demian :
"Sudahlah dia mana mungkin bisa seperti kita"(Hinanya)
Fadli :
"Tapi kau belum mencobanya Vio, Ayolah Keyla juga bersedia tadi"
Demian :
"Yang ada nanti malah dia mempermalukan dirinya sendiri"
Fandi :
"Hahahaaa. . .Mungkin istrimu lebih cocok diam dirumah kali Dem"(Kata Fandi mengejek, tapi masih terdengar oleh Keyla)
Demian selalu merendahkan Violet, Keyla pun geram dengan ucapan Demian tersebut. Sialan mereka belum tau aslinya Vio, sampai akhirnya Keyla pun ikut memaksa Vio agar menunjukan kemapuannya, agar tidak selalu dipandang rendah terus oleh Suaminya.
Keyla :
"Benar Nyonya, kau tidak perlu malu, ini Pistolnya"(Ucap Key sambil memberikan Pistol yang di pakai dia barusan).
Violet :
"Apa kau ingin membuat mereka curiga"(Bisik Vio kepada Key).
Keyla :
"Tidak, kau hanya perlu membungkam mulut mereka saja, cepat lakukan"(balas Key berbisik).
Akhirnya Vio pun menerima pistol yang diberikan oleh Key tersebut, dan semua orang sekarang tertuju kepada Vio saat dia berjalan menghampiri tempat berlatih. Key memegan Pistolnya dengan tangan kirinya, sontak saja Fandi angkat bicara.
Fandi :
"Hey, , , apa kau yakin akan menembak dengan tangan kiri, bahkan kau memakai tangan kanan pun belum tentu bisa"
"Dor. . .Dor. . .Dor. . .Dor. . .Dor. . . . .
Vio menembak tepat sasaran sebanyak 5x mengunakan tangan kirinya, tanpa kesulitan sedikit pun.Semua orang dibuat kaget oleh aksinya Vio, Demian pun sama tidak kalah kagetnya dari yang lain. . .
Keyla yang mengetahui kemampuan Vio hanya tersenyum puas melihat ke 4 lelaki itu Shock, Yupss. . .Asal kalian tau, Vio memang lebih jago menggunakan tangan kirinya untuk menembak.
Fandi :
"Bagaimana kau bisa melakukannya segampang itu Vio, seolah kau sangat paham dan terbiasa memegang Pistol ?"(Tanya Fandi sedikit heran)
Violet :
"ahhh tidak ko, ini kali pertama aku melakukan nya, dan aku mempelajari semua itu dari menonton Film Action"(elak Vio)
Kelvin melihat ke arah Violet tidak percaya, karena ini kali kedua melihat Vio menembak.
Yang pertama saat Vio menembak Antonio dan sekarang melihat jelas aksinya di depan mata, tidak mungkin cuma hanya kebetulan dan melihat Film Action lalu Istri tuannya sangat mahir dalam menggunakan Pistol.
Next. . . .
__ADS_1