Pertemuan Yang Manis

Pertemuan Yang Manis
BAB XIII Sudah tugasku


__ADS_3

Aku menuju ke meja makan , aku tidak langsung menghampiri zya aku hanya diam di ke jauhan memandang zya dengan kesibukanya di menggunakan kacamata ,dengan baju lengan pendek berwarna putih , celana di atas lutut sedikit ,rambut yang di kepangnya membuat dia terlihat manis sekali ,andaikan di antara keluarga kita tidak ada rahasia , akan aku pastikan menyukaimu zya,aku melihat para pelayan berusaha membuat zya duduk tapi sepertinya zya tidak mau  ,


"biarkan saya saja nyonya ", kata salah satu pelayan itu ,


"iya nyonya biarkan kami saja , jika tuan alva tau kami yang akan di marahi", tambah pelayan lainnya ,


"tenang saja tuan mu juga belum kesini , mungkin dia masih mengurus satu hal", kata zya ,


"ya walaupun begitu ini memang sudah tugas kami nyonya, nyonya duduk saja menunggu tuan ", kata pelayan lagi ,


"tenang lah jika tuan mu marah aku yang akan  berbicara dengannya ", zya mencoba menenangkan , salah satu pelayan menyadari kehadiaran ku dan akan mengatakan kata kata , tapi aku langsung menyuruhnya dengan memberikan isyarat untuk diam,


"sebentar lagi akan selesai ", kata zya ke pelayan ,


"maaf nyonya kami undur diri dulu , masih banyak kerjaan di belakang", para pelayan undur diri setelah melihat ku ,


"iya bi, disinu biar aku yang menyelesaikannya ", kata zya ke pelayan , satu persatu pelayan pergi , aku berjalan diam diam di belakang zya ,


"hmm, akhirnya siap tinggal memanggil si tukang perintah ", gumam zya yang terdengar jelas di telingaku ,


"arkhm ,siapa si tukang perintah itu", setelah mengatakan kata itu zya ,dengan ekspresi terkejut memutar badanya ke hadapanku ,


"eh tuan alvarendra" , kata zya dengan cengirnya yang membuat aku tertawa ,


"kenapa nyonya zya , katanya jika tuan marah kamu akan berbicara denganya " , ledek ku ,


"eh iya tuan alvarendra mari makan , semuanya sudah siap , saat nya makan siang ", jawab zya dengan cengirnya ,


"apakah mereka yang menyuruh mu ?", tanya ku ,


"tidak tuan alva ini atas kemauan ku sendiri, dan bagai mana kamu tau kata kata ku yang tadi ?", tanya balik zya ,


"hmmm entah , mungkin felling ku saja ", jawab ku ngasal ,


"apakah sedari tadi kamu dibelakang ku sehingga membuat para pelayan pergi ?", tanya zya lagi,


"aku tidak sekejam itu", kata ku ,

__ADS_1


"lalu kalau kamu di belakangku kenapa tidak menghampiri ku dsini?", tanya zya lagi,


"aku baru saja datang ", elak ku ,


"hmm ", jawab zya cuek,


" ya sudah mari makan saja", kataku agar tidak berkepanjangan perdebatan di antara aku dan zya .


Kami makan dengan situasi yang hening,aku mencuri untuk melihat zya ,sepertinya zya sedang memikirkan sesuatu,sehingga membuatnya tidak berkonsentrasi , setelah makan , aku mengajak zya ke ruang tengah ,


"mari ikut aku keruang tengah , ada sesuatu yang ingin aku bicarakan kepadamu", kata ku , "ada hal apa va ?", tanya zya ,


"tentang kuliah mu dan tentang acara nanti malam ", jawab ku ,


"oke , kesana lah lebih dulu , setelah aku membersih kan ini aku akan menyusulmu " , jawab zya ,


"bibi kemari", teriak ku  ,


"alva kenapa kamu teriak , aku bisa membereskannya ", jawab zya , aku menarik tangan zya


"ini bukan tugas mu zya , ayo ke ruang tengah ", ajak ku ,


Setelah sampai aku duduk disebelah zya ,


"apa yang akan kamu katakan va?", tanya zya membuka obrolan ,


"aku sudah mencarikan kampus yang aka kamu gunakan untuk melanjutkan kuliah , nanti bara yang akan membawakan formulirnya ", kataku ,


"benarkah itu va ?", tanya zya ,


"iya, mungkin besok bara akan kemari membawakann formulirnya ", jawabku ,


"kenapa kamu harus repot repot va ?", tanya zya,


"ini adalah bayaran mu untuk menemaniku nanti malam ke acara pelelangan ", kata ku , "oh , bayaran ya ", kata zya ,


"iya , memangnya apa lagi ,atau kah kamu mengharapkan sesuatu dariku ?", tanya ku karna melihat ekspresi zya yang terlihat agak kecewa dan terlihat sedikit pucat

__ADS_1


"tidak , aku tidak mngharapkan apapun", jawab zya ,


"untuk acara nanti malam sudah aku siapkan semuanya kamu hanya perlu menurut denganku semuanya ", jelas ku ,


"baiklah ", kata zya ,


"aku hanya akan mengatakan itu " ,kata ku lagi ,


"jika sudah aku ingin kembali ke kamar untuk belajar mempersiapkan kuliah ku agar tidak mengecewakan hailnya nantinya ", kata zya , belum sempat aku jawab zya langsung pergi, sebenarnya aku ingin menanyakan kenapa dia hari ini tidak seperti hari hari sebelumnya , kenapa juga dia setelah percakapan tidak biasanya seperti itu , apakah kata kata ku ada yang menyakitinya , sepertinya tidak , pikir ku sendiri , ah biarlah , aku naik ke lantai 2 menuju ke kamar ku sendiri , biasanya aku menuju ke kamar zya tapi tidak kali ini karna aku harus menyelesaikan sesuatu. Sampai di kamar aku menelfon bara ,


"hallo,bara urus akuisisi hari ini?", setelah nada sudah tersambung ,"baiklah va , ini aku  sedang berjalan ke arah perusahaan yang akan di akuisisi ",  kata bara , setelah bara mengatakan itu aku menutup telfonnya , aku merebahkan badan ku , akhir akhir ini banyak sekali yang harus aku urus , dan aku harus menemukan ke janggalan keluarga arfana.


Aku pergi ke balkon , aku melihat ke balkon kamarnya zya , tumben dia tidak berada di balkon biasanya dia selalu di balkon kenapa hari ini dia tidak ke balkon , apakah dia tidur , biarlah hari ini aku sedang tidak mood bersamanya .


Tapi aku sungguh tidak tenang , karna zya sangat berbeda , aku berpikir sejenak antara aku akan menghampiri zya atau tidaknya , aku memutuskan untuk meghampirinya , "tok ,tok ", aku mengetuk pintu kamar zya tapi tiak ada jawaban ,


"tok ,tok" ketuk ku lagi ,


"masuk", suara zya yang lemah, aku masuk ke kamar , aku melihat wajah zya kenapa dia pucat sepertinya tadi tidak pucat  , aku meghampiri zya di tempat tidur , aku memegang dahi zya kenapa bisa panas .


"zya , kamu sakit kenapa tidak bilang kepada kuu ?", kata ku ,


"aku tidak ingin merepotkan mu va ", jawab zya ,


"sudah tugas ku untuk menjaga mu ",jawab ku , setelah mengatakan itu aku bergegas untuk menelfon dokter pribadi ku untuk segera datang ke rumah ku .


Beberapa saat kemudian dokter sampai di antar bibi ke kamar zya , dokter pun segera mengecek kondisi zya ,


"bagaimana kondisinya zya ?", tanyaku ke dokter,


"tenanglah tuan , dia hanya demam  biasa sebentar lagi dia akan sembuh setelah meminum obat yang telah aku resepkan ", jawab dokter itu dengan memberikan resep yang telah di tulisnya ,


"terimakasih dokter ", kata ku ,


"sudah menjadi kewajibanku tuan,kalau begitu aku permisi dulu ", jawab dokter itu ,


"bibi tika antarkan dokter ke bawah ", panggil ku ,

__ADS_1


"maaf dokter aku tidak bisa mengantarmu", kata ku ke dokter ,


"tidak apa apa tuan , jaga nyonya saja ", jawab dokter.


__ADS_2