Pertemuan Yang Manis

Pertemuan Yang Manis
BAB XXI Mari baikan


__ADS_3

"tok ,tok " , pintu kamar alva di ketuk oleh bibi ,


"permisi tuan saya mengantarkan makanan", kata bibi ke alva , tapi tidak ada sahutan dari alva ,


"apakah tuan ada di dalam?", tanya bibi sekali lagi , tapi sama saaja , sedangkan di dalam kamar alva hanya diam saja tanpa suara , alva gengsi jika mengambil makanan itu , alva di kamarnya memainkan ponsel nya .


Bibi turun ke meja makan untuk memberitahukan ke zya , "non , tuan tidak membuka pintu nya ", kata bibi ketika sampai ke bawah ,


"Kenapa bibi tidak masuk saja ke kamarnya ?", tanya polos zya ,


"saya tidak berani non masuk kekamarnya ", jawab bibi ke zya ,


"ya sudah letakan disini saja setelah aku makan akan aku antarkan itu ke alva " , kata zya ke bibi tika, setelah beberapa saat zya sudah selesai makan , zya membereskan meja makan ,


"non , biarkan saya saja", kata bibi ketika melihat zya yang membereskan semuanya ,


"nyonya lebih baik mengantarkan makanan ke tempat tuan", kata bibi menginggatkan zya ,


"oh ya bi aku sampai melupakannya", kata zya ,


"ya sudah mana iar bibi yang membereskan dan ini nampan makn tuan non", kata bibi tika sembari menyerahkan nampan yang tadi di bawanya .


Zya mulai naik ke ats menuju ke kamar nya alva , setelah sampai di depan kamarnya zya mencoba membuka pintu itu tapi di kunci dari dalam sepertinya alva tau kalau zya akan masuk langsung di kamarnya , tapi zya tidak kehabisan sebuah ide yang menurutnya akan berhasil,


"aw", teriak zya di depan kamar alva ,


"tolong ", teriak zya lagi , dengan sigapnya alva mendengar suara dari zya , alva langsung bergegas membuka pintu untuk melihat zya , setelah di buka ternyata zya masih berdiri di depan pintunya yang membawakan makan dan minum, zya tersenyum ketika melihat wajah panik dari alva dan melihat penampilan alva yang rambut di acak dan mengenaan baju hitam celana panjang membuat esan tersendiri.


"ada apa kenapa kamu melihat ku seperti itu?", tanya alva ke zya  dengan alis yang terangkat satu,


"tidak ada apa apa , hanya merasa lucu saja", jawab zya ngasal sambil menahan tawa ,


"apakah aku tidak kau perbolehkan masuk ?", tanya zya lagi , dengan kepalanya sedikit keepan untuk melihat kamar alva yang terlihat sedikit karna di tutup oleh alva.


"siapa yang megatakan nya ?", tanya alva yang bingung ,

__ADS_1


"lalu kenapa kamu tidak mempersilahkan aku masuk , ini berat tau membawa nampan berisi makanan", kata zya lagi yang membuat alva melihat ke arah nampan itu ,sebelum di persilahkan alva masuk zya langsung masuk saat alva sedikit lengah , setelah masuk zya langsung meuju ke balkon kamar alva dan meletakan makanan itu di sana .


"hmm, dekorasi kamarmu bagus sekali , dengan aksen kuno membuatnya unik dan menenangkan", kata zya ketika melihat sekeliling kamar alva, sedangkan alva masih diam di pintu ,


"kamu menyukainya ?", tanya alva dengan tangan yang di lipat dan masih bersender di pintu .


"lumayan ", kata zya yang memuat alis alva terangkat satu ,


"lumayan?", ulang alva ke zya ,


"ya lalu apa lagi ?", tanya zya ke alva ,


"kemari lah " , kata zya karna sudah malas melihat alva yang berpose di pintu ,


"apakah kamu akan menggoda ku , yakin lah aku tidak akan tergodaa oleh mu ", kata alva , ya menghampiri lagi alva dan menarik nya masuk dan menutup pintu .


Di lantai bawah bibi tika menyaksikan itu , di perasaan bibi sangat bahagia melihat mereka yang tampak mulai aku. kembali lagi ke alva dan zya :), alva hanya mengikuti langkah zya yang menuju ke balkon dan berhenti,


"duduk lah " , kata zya , alva menuruti perkataan zya , alva kemudian duduk , setelah alva duduk zya mengambil kursi untuk di letakan lebih dekat dengan alva , alva hanya diam dan memperhatiakn apa yang di lakukan zya .


Zya mengambil makanan yang ada di nampan , zya berniat untuk menyuapi alva ,


"apakah kamu tidak mendengarkan nya , apa sekarang tuan alvarendra sudah menjadi orang yang tuli ?", tanya zya,


"aku masih bisa mendengrkan mu", jawab alva datar sedangkan di batin alva sangat mengingginkan suapan itu tapi terhalang oleh gengsi alva yang besar, namun tindakan zya tidk terduga , zya mencubit alva ,


"a.." belum slesai kalimanya zya langsung memasukan makanan yang ada di sendok nya  ke  mulut alva ,


"nah anak pintar , amakn yang banyak ya ", kata zya sambil tersenyum yang membuat alva gagal fokus ,


"di kunyah dong , jika kamu muntahkan berarti kamu tidak menghargai ku " , lanjut zya yang membuat alva harus mengunyah nya ,


"sakit tau ", kata alva keluar setelah mengunyah makanan yang tadi di suapin oleh zya,


" kalau tidak mau sakit makanya buka mulut mu", jawab zya dengan menyodorkan sendok ke alva, tapi alva masih mengunci mulut nya,

__ADS_1


"yakin tidak mau membuka mulut mu?, tanya zya ke alva, dan bersiap untuk seprti tadi,


" iya,iya baiklah ,jangan cubit lagi", rengek alvak alva zya, yang membuat ya tertawa keras, lambat laun alva mulai mau di suapi oleh zya ,


"pintarnya bayi besar ku", kata alva sambil tertawa,


" sedikit lagi ayo buka mulut mu", kata zya , dan di turut i oleh alva, setelah suap demi suap akhirnya selesai juga,


"ini minumnya", kata zya sambil menyodorkan minuman ke alva, alva kemudian mengambilnya dan minum,


" pintar anak ku", kata zya sambil mengelus kepala alva ,


"siapa anak mu? ", tanya alva ke zya,


" berarti jika aku anak mu maka aku bisa tidur bersama mu? ", goda alva sudah mulai keluar,


" bukan kah selama ini juga seperti itu", balas zya dengan liriknya,


"hmm", jawab singkat dari alva


" masih marah? ", tanya zya ke alva , tapi alva hanya diam saja ,


" ya sudah kalau masih marah silahkan tapi jangan pergi dari rumah ini rumah mu bukan rumah ku", kata zya yang hendak pergi namun seketika ditarik oleh alva, dan di peluk oleh alva tanpa kata,


"ada apa? ", tanya zya lagi,


" diamlah disini" , alva mulai merasakan kenyamanan ketika berada di pelukan zya semua yang dia hadapi seprti sirna, zya sepertinya sudah mulai mengerti yang di rasakan alva, zya memeluk alva dengan hangat.


"mari berbaikan" ajak zya ke alva,


"umm", jawab alva singkat, mereka berdua tengelam dalam pelukan yang beberapa hari tidak mereka rasakan berdua, ada kerinduan dan sedikit mulai percikan cinta di antara mereka.


" alva", panggil zya


"ya ada apa? ", jawab alva,

__ADS_1


" sudah reda kah marah mu", tanya zya lagi


"sedikit" , jawab singkat alva, dan mereka kembali berpelukan.


__ADS_2