Pertemuan Yang Manis

Pertemuan Yang Manis
BAB XXIII Hey jangan..


__ADS_3

Zya masih ragu untuk keluar, tapi jika tidak keluar tubuhnya akan kedinginan di kamar mandi karna sudah terlalu lama.


Zya membuka pintu kamar mandi dengan pelan, ternyata di depan pintu kamar mandi ada alva yang membuat zya terkejut sampai dia melupakan bahwa zya tidak berpakaian,


"Aaaaa", teriak zya ketika melihat keberadaan alva, yang membuat alva juga menelan salivanya, melihat bentuk tubuh zya yang tidak mengenakan sehelai apapun.


" Kau masih mau disini atau masuk kedalam lagi atau mau menggodaku? ", tanya alva yang berusaha kuat menahan yang di bawah, zya tersadar akan perkataan alva itu, zya langsung masuk lagi ke dalam kamar mandi dan menutup pintu dengan keras, hati zya berdebar tak karuan, sedangkan alva masih mematung dengan mencoba tetap tenang agar tidak terjadi hal yang lainnya.


Di dalam zya mondar mandir memikirkan cara agar bisa keluar dari kamar mandi dan berganti pakaian, "em, va ", ucap zya dengan nada rendah,


" ya? ", jawab alva dengan santai,


" bisakah kamu mengambilkan aku handuk? ", tanya zya tetapi alva tidak menjawabnya, alva hanya langsung bertindak mengambilkan handuk itu.


" Em, jika tidak mau kamu tolong pergilah dari kamar ini apakah bisa? ", terdengar suara zya lagi, alva hanya menoleh ke arah suara dan berjalan mendekatinya, alva meletakan handuk di pintu kamar mandi, kemudian alva pergi, sebelum pergi alva berkata, " handuk di depan pintu", jawab singkat alva dan meneruskan langkah untuk pergi.


Alva turun menuju dapur, alva ingin sekali memasak spageti, sepertinya lama sekali alva tidak memasakan untuk zya, alva menyiapkan bahan yang di perlukan dari bahan hingga alat alva menyiapkan sendiri, alva adalah tipe orang yang males apapun pekerjaannya di ganggu walaupun niatnya untuk membantu.


Di kamar zya membuka pintu kamar mandi terlihat sudah di gantung handuk permintaan zya, zya segera mengambilnya dan memakainya, setelah memakainya zya ke ruang ganti, zya memilih menggunakan celana pendek di atas lutut berwarna biru, dan kaos warna pink susu dengan kaos di masukan ke dalam celana, zya mengikat rambutnya ke belakang dan menggunakan bandana di tambah dengan kacamata dan sedikit lipbalm agar bibirnya tidak kering.


Setelah selesai berganti zya kemudian keluar dari ruang ganti zya mencari keberadaan alva tapi ia tidak di temukan di kamarnya, 'kemana orang itu gampang banget buat ilangnya', batin zya ketika tidak menemukan sama sekali alva di kamar itu.


Setelah selesai memasak alva kemudian ke atas lagi untuk memanggil zya untuk makan, saat alva akan membuka pintu kamar zya terlebih dahulu zya membuka pintu itu,


"eh , va ", terlihat raut wajah zya yang kaget melihat alva, sebenarnya alva juga terkejut tapi alva berusaha untuk menutupinya.


Alva dan zya sesaat berpandang pandangan di pintu kamar, 'zya kali ini walaupun santai tapi terlihat cantik banget', batin alva yang tidak mengedipkan mata sedikitpun,


Sedangkan yang ada di pikiran zya adalah zya takut jika ketahuan mencari alva, mereka masih berpandang pandangan cukup lama, kemudian bibi tika datang, " em, maaf tuan, tadi makanannya sudah disiapkan di meja makan", suara dari bi tika menyadarkan kedua orang ini,


"ya", jawab singkat alva ke bi tika,

__ADS_1


" ya sudah tuan saya permisi lagi", ucap bi tika sembari melangkah pergi, terlihat pipi zya yang kemerah merahan tanda zya malu,


"ayo makan", suara alva menyadarkan lamunan zya,


" e-eh, iya va", jawab zya terbata bata, alva lebih dulu berjalan zya mengikuti nya dari belakang menuju ke meja makan, di saat perjalanan ke meja makan alva dan zya tidak mengucapkan sepatah kata apapun yang ada hanya keheningan suara dan suara langkah kaki mereka.


Sesampainya di meja makan zya duduk berhadapan dengan alva, makanan sudah tersaji kan, makanan yang tadi alva masak sembari menunggu zya selesai, zya mengambil spageti itu dan mencoba nya, di seberang alva memperhatikan dengan seksama cara makan zya yang menurut alva sangat imut.


"ukhuk , ukhuk ", zya tersedak makanan itu alva langsung menuangkan air putih untuk zya,


" makanya kalau makan pelan pelan ", ucap alva sembari memberikan minum itu ke zya, zya hanya menatap alva tanpa sepatah kata pun, zya meminum air yang di berikan alva untuknya,


" makasih", suara zya yang terdengar manis dengan wajah senyumnya,


"sama sama", ucap alva , alva lalu makan masakan nya, dengan tetap sembari melihat zya,


" apakah ini kamu yang masak? ", tanya zya ketika selesai makan,


" rasanya khas", ucap singkat zya,


"hm", alva menjawab nya lebih singkat lagi.


Setelah makan zya dan alva mereka pergi ke arah tujuan yang berbeda alva menuju ruang tengah sedangkan zya ke taman.


Alva kemudian menelfon bara untuk menanyakan kejadian waktu itu yang membuat bara harus di rawat selama 1 mingguan.


Tapi alva mencobanya berkali kali tetap saja tidak ada jawaban dari bara, Alva kemudian mematikan ponselnya, dan menuju ke arah zya tadi.


Terlihat zya berada di taman bungan di samping rumah, zya berusaha untuk menangkap kupu kupu yang warnanya sama cantiknya dengan zya, Alva hanya memandang di ke jauhan Alva tidak berfikir untuk menganggu ke senangan zya sedikitpun.


Zya tertawa bahagia entah kapan terakhir kali zya bisa seperti itu sudah sangat lama zya bisa sebahagia itu walaupun sekedar untuk menangkap kupu kupu seperti masih anak anak dulu.

__ADS_1


"Jika tuan ingin menemani nyonya, pastinya nyonya akan senang sekali", suara bi tika yang membuat Alva kaged, terlihat bi tika membawakan jus mangga dan camilan seperti sudah biasanya bi tika mengantarkan ini,


" ini buat zya? ", tanya Alva,


" iya tuan", jawab bi tika,


"mana , saya yang akan mengantarkan ini ke zya", ucap Alva ke bi tika,


" biar saya saja tuan, saya sudah sering kok", tolak bi tika karna kasian ke tuannya,


"sekalian saya mau menemui zya ", ucap Alva,


" apakah tidak merepotkan tuan? ", selidik bi tika untuk lebih menyakinkan,


" ya, saya tidak mungkin menyakitinya", ucapan Alva yang sepontan,


"bukan itu maksud saya tuan ", jawab bibi,


" mana", singkat Alva, bibi dengan gemetar memberikan nampan itu,


Alva membawa nampan itu menuju ke tempat zya, yang membuat kupu kupu zya terbang,


"Alva kau membuat kupu kupu ku terbang", protes zya ke Alva,


Alva dengan santainya meletakan nampan itu,


" kau mau kupu kupu? ", tanya Alva yang seakan tidak tau keinginan zya,


" sejak tadi Alva ", kesal zya ke Alva dengan bibir yang manyun,


" ayo akan aku temani mencari kupu kupu mu itu ", ajak Alva ke zya.

__ADS_1


__ADS_2