Pertemuan Yang Manis

Pertemuan Yang Manis
BAB XXIX Kenapa luka


__ADS_3

Zya tersenyum ketika merasakan perhatian dari alva , zya berniat untuk memegang tangan nya alva tapi zya melihat luka di tangan alva , walaupun kecil tapi zya sangat mengkhawatirkan luka itu .


"em, alva kenapa tangan mu bisa terluka?" , tanya zya ke alva.


"Oh ini tadi aku terjatuh saat keluar ", alva menerawang lagi tadi dia sempat melampiaskan emosinya untuk memukul zibran sekali , dan alva tidak menyadari luka itu.


"Va? ",panggil zya menyadarkan alva yang tengah melamun tentang kejadian tadi ,


"Ya zya?", jawab alva menyadari ke heranan raut wajah zya .


"tidak ada masalah apapun kan?", selidik zya ,


"i'm fine , tidak ada masalah kok", jawab alva ,


"oh ya kamu besok ke perusahaan ya , kamu sudah mulai kerja ", alih alva dan untung nya zya tidak menanyainya lebih jauh lagi ,


"ah iya. aku melupakan untuk besok" , zya sembari memukul jidat nya karna dia memang melupakannya ,


"kalau memang belum siap , lusa juga tidak mengapa", alva sambil mengelus lembut kepala zya ,


"No", tegas zya


"Aku akan bekerja besok dan berusaha dengan keras", jawaban zya penuh dengan semangat ,

__ADS_1


"oke" , alva melihat ketegasan dan semangat zya membuatnya tersenyum gemas dengan gadis itu.


"Setelah makan malam langsung istirahat dan tidur jangan banyak alasan butuh tenaga besar untuk besok", peringat alva ke zya dan alva berdiri hendak pergi lagi ,


"mau kemana kamu?", tanya zya ketika melihat alva hendak pergi lagi .


"Ah ada pekerjaan sedikit", bohong alva ,


"baru juga datang ,harus kah pergi lagi?" ,tanya zya dengan wajah manyun nya ,


"baiklah akan aku temani kamu", alva duduk kembali dan di hati zya sangat gembira tapi yang di ucapkan zya berbeda ,


"ya sudah pergi saja ", zya memalingkan wajah nya dari pandangan alva ,


"yakin?", goda alva ketika melihat zya marah yang di buat buat ,


"Baiklah aku akan pergi dan pulang jam 1 malam", jawab alva yang berdiri,


"alva", teriak zya ,


"ya?" , jawab alva ,


"ish kamu itu", rajuk zya ,

__ADS_1


"ada apa dengan saya?", tanya alva yang seperti kebingungan tapi dalam hatinya tertawa melihat tingkah zya ,


"sudahlah kamu memang batu", zya memanyunkan bibirnya yang membuat alva ingin sekali mengecup bibir itu ,


"saya manusia , memangnya tidak terlihat seperti manusia kah bagi mu?" , tanya alva yang semakin membuat zya gemas .


Zya memukul pundak alva dengan kesal , dan alva berakting kesakitan yang membuat zya sangat bersalah , tapi jika itu hanya tipu alva dan zya mengetahuinya entah alva akan menjadi seperti apa.


Zya memijit sedikit pundak alva , zya memandang alva memastikan agar alva tidak kesakitan lagi.


Alva memandang zya dengan penuh bahagia , pikiran alva menerawang ke kejauhan, memandang masa depan yang bahagia dengan zya .


"hey", suara zya membuat lamunan alva buyar ,


"apakah akhir akhir ini kamu suka berteriak?", alva menaikan alis kirinya ,


"bagaimana aku tidak meneriaki mu aku memanggil mu sedari tadi tapi kamu tidak menjawabnya",kesal zya ke alva .


"Sudahlah aku mau ke kamar", rajuk zya lagi ,


"memangnya ada apa kamu memangilku?", tanya alva tanpa salah ,


"tidak jadi , awas aku mau pergi", ketus zya dengan menyingkirkan tangan alva dan berdiri hendak pergi tapi alva menahan nya.

__ADS_1


"kenapa harus marah?", tanya alva ke zya ,


"tidak", singkat zya dan melepaskan pegangan alva , zya berlari menuju ke tangga untuk menuju kamarnya.


__ADS_2