
"Ayo naik hari sudah mulai gelap ", ajak alva ketika melihat matahari mulai bersembunyi di tempat nya ,
"Sebentar lagi va ", ucap zya yang menatap keindahan langit sore itu ,
"apa yang sedang kamu lihat ?", tanya alva mengikuti arah pandang zya ,
"lihat lah senja hari ini sangat menajubkan tersirat sebuah bahagia", kata zya,
"umm", jawab alva sembari menatap senja langit sore itu.
Mereka memandangi senja sampai senja itu sudah tidak menampakan lagi wujud nya ,
"ayo", mendengar seruan alva zya mengikutinya tepat di belakangnya ,mereka memasuki rumah dan menuju ke kamar mereka , kali ini alva tidak masuk ke kamarnya zya , alva memilih di kamarnya sendiri.
Zya masuk ke kamarnya dan mengambil hp nya untuk melihat adanya notifikasi atau tidak , zya melihat ada nama zibran yangg tertera , tapi seingat zya sejak masalah hari itu sudah tidak komunikasi cukup lama , zibran menelefon zya sampai 10 kali entah ada apa zya tidak mengerti.
Zya meletakan kembali hp nya di atas meja , zya mengambil handuk dan berniat untuk mandi mempersipkan untuk pergi dengan alva .
Alva masuk ke kamar zya bermaksud untk memberitahukan jam dinner mereka , tapi selama edaran mata dri alva zya tidak ada di kamar dan tedengar sebuah suara di kamar mandi, 'sepertinya zya sedng mandi ', gumam alva .
Saat alva akan meninggalkan kamar zya , hp zya yang berada di meja berbunyi , alva ingin mengabaikanya dan pergi tapi hp zya terus berbunyi ,alva melihat nama yang muncul di layar ternyata zibran , alva mengangkat telfon itu ,
"hallo zya , akhir nya kamu angkat juga , aku hanya memberitahumu bahwa aku sudah membatalkan pertunangan dengan violencia , jadi kita bisa bersama , maukah kamu menjalin hubungan kita lebih serius ", jelas zibran yang ia tidak tau bahwa yang mengangkat nya adalah alva ,
"wah sepertinya bapak zibran kurang perkerjaan nya apakah mau di tambah sampai menggoda wanita ku ", jawab alva ,
"kenapa bisa kamu yang mengangkat nya dimana zya ?", tanya zibran ke alva , zibran tidak mengetahui jabatan asli dari alva taunya zibran alva hanya sama jabatanya dengan nya,
"perlukah wanita ku kau urus ?", tanya alva ke zibran , yang membuat zibran langsung mematikan telfon itu .
Zya keluar dari kamar mandi dan melihat alva memegang ponselnya di fikiran zya , akan kan zibran menelepon , sepertinya alva menyadari bahwa zya sudah selesai mandi nya ,
"wah nyonya zya sepertinya sangat santai sehingga bisa mencari laki laki lain ", ketus lva sembari meletakan hp zya ke tempat semula ,
__ADS_1
"apa maksud mu ?", tanya zya bingung ,
"kekasih mu menelefon memberitahu dia putus hubungan dengan kekasihnya ", tanpa menyebutkan namanya sepertinya zya mengerti ,
"apa zibran menelefon?", tanya zya polos ,
"wah sepertinya sangat mengenali kekasih mu itu , tanya aku menyebut namanya sudah tau siapa ", ketus alva dengan senyum khasnya .
"Aku tidak pernah menghubunginya ", jawab zya ,
"lalu?", tanya alva lagi ,
"ya aku tidak tau , apalagi ", jawab zya ,
"ya terserah kamu aja lah , jangan lupa jam 7 berangkat ", setelah mengatakan itu alva pergi dari kamar zya .
Zya masuk ke ruang ganti untuk memakai dress berwarna biru dengan gradasi biru dongker dan biru muda dengan depan menggunakan bentuk V rambut yang sengaja di urai , polesan make up sederhana yang membuat sangat elegant dan mewah, zya memilih sebuah jam berwarna putih , kalung kecil yang menawan.
Setelah setengah jam bersiap , zya memutuskan untuk menemui alva sebelum keluar dari ruangan itu zya memilih tas yang senda dengan bajunya yaitu berwarna biru rantai putih dengan taburan kemerlip hiasan tasnya .
TOK
TOK
TOK
"Masuk" , jawab alva , sepertinya alva mengetahui siapa yang mengetuk itu , zya langsung membuka pintu kamar alva , untuk membantunya bersiap .
Alva terpesona saat melihat zya yang sangat cantik dan menawan menurutnya sampai melupakan di sekitarnya,
"va", panggil zya dengan melambaikan tanganya agar alva sadar ,
"eh iya zya ?", alva kaget mendengan pangilan zya ,
__ADS_1
"katanya jam 7 berangkat ini sudah hampir jam 7 tapi kamu belum siap juga ", omel zya ke alva , zya membuka lemari tanpa izin alva , zya mengambilkan jas yang senad dengannya , dan mengambilkan jam tangan bermana gold agar terkesan mewah walaupun sederhana.
Zya menghampiri alva dengan memawa jas dan jam tangan yang sudah di pilihnya ,
"ini ", sodor ke alva ,alva menurut dengan mengenakan pilihan zya yang menurutnya sangat pas , setelah dikenakan alva , zya melihat sepertinya celana yang di pakaim alva kurang match dengan atasan , zya kembali membuka lemari alva dengan mengambilkan celana berwarna biru laut.
Dikamar alva tidak di lengkapi dengan ruang ganti di karenkan baju alva dan aksen nya hanya cukup 3 lemari saja , dan di kamar zya itu adalah kamar yang nantinya jika dia sudah menikah akan bertempat di situ , makkanya kamar itu di lengkapi dengan ruang ganti yang di dalam nya ada ruang make up , ada juga ruang kerja atau belajar , kamar yang di tempati zya sangat besar dan mewah.
Zya memberikan celana yang telah di pilihnya ke alva , dan alva menurut untuk menganti itu , alva bergegas ke kamar mandi , setelah keluar dari kamar mandi zya melihat alva yang tampan dengan baju dan jas sekaligus celana yang match menurutnya .
Sebenarnya alva ingin mengundang seorang fashion , desainer , dan make up tapi zya menolaknya , jadinya alva menuruti keinginan zya.
Setelah semuanya siap alva dan zya turun ke bawah dengan bergandengan tangan yang membuat semua yang melihatnya sangat romantis, alva dan zya keluar rumah , zya dan alva menuju ke mobil yang di dalam nya sudah ada sopir. Alva membuka kan pintu untuk zya , zya masuk perlahan ke dalam mobil itu , setelah masuk alva menutup pintu untuk zya , dan masuk dari sebelah kanan. Sebenarnya sopir menawarkanya untuk membukakan pintu untuk mereka tapi alva menolaknya.
Setelah alva masuk ,"jalan", perintah alva yang sepertinya suah di pahami oleh sopir itu, 'kling' suara hp alva berbunyi , alva melihatnya ternyata dari bara yang mengatakan semuanya siap.
Setelah satu jam perjalanan akhirnya sampai lah di tempat yang di tuju , ternyata sebuah hall yang sudah di hiasi dengan begitu cantiknya , ternyata itu untuk perayaan ulang tahun zya , yang dimana zya sendiri tidak menyangkanya.
Mereka turun dari mobil bergandengan , semula disitu sangat sepi , zya memandang kagum dengan dekor yang sangat indah dan elegant , mereka mulai memasuki ke aula utamanya , alva dan zya berhenti dan alva memberikan kode.
Suara balon di letus kan dan bunga dari atas zya yang bertaburan , zya kaget dengan semuanya kenapa seperrti sebuah perayaan dan bunga yang di taburkan dari atas nya , tak selang berapa lama nanyian selamat ulang tahun bergemuruh , zya menatap alva seakan mempertanyakan ini semuanya.
Alva mengambil kue yang sudah di persiapkan oleh nya sendiri untuk zya ,
"Happy birthday honey", dengan memberikan kue ulang tahun yang sudah dinyalakan lilinya yang bertuliskan selamat ulang tahun dan sematan kata i love you , zya melihat alva dan semua orang yang hadir dengan berkaca kaca ,
"No to today", ucap alva ,
"tiup lilin ini dan lilin yang berada di kue utama ", jelas alva ke zya , zya meniup kue yang di bawa alva dan menuju ke kue utama yang bertuliskan sama ,
"thanks alva ", ucap zya yang meneteskan air mata , seumur dia bbelum pernah di rayakan semewah ini , tamu yang hadir adalah para pemegang saham di perusahaan alva dan beberapa pimpinan cabang berserta sekertaris dan karyawan di kantor pusat.
Semua yang ada merayakan dengan penuh gembira , dan zya sangat tidak menyangka akan di berikan kejutan oleh alva di uulang tahun nya , bahkan tadinya dia tidak mengingat ulang tahunya karna membencinya , dulu sewaktu dia berumur 10 tahun sempat di marahin habis habisan di depan teman temanya oleh ayahnya karna merayakan ulang tahun , kata ayah nya adalah sebuah pemborosan.
__ADS_1
Zya sangat berterimakasih dan bersyukur telah menghadirkan alva di hidupnya.