
Acara selanjutnya adalah perjamuan, semua tamu di persilahkan untuk makan , keluarga arfana kebetulan datang di acara tesebut , kepala keluarga arfana menatap lekat ke zya , dia seperti mengingatkan seseorang , disini ada sebuah rencana yang sudah di siapkan oleh alva dengan mengadakan acara ulang tahun untuk zya , tapi ya hanya mengetahui bahwa kejutan ulang tahun tidak yang lainnya.
Kepala keluarga arfhana memanggil judanya , "kemari ," dengan mengkode ajudan yang tak juah dari tempatnya disana sudah di awasi oleh bara ,
"ya tuan ", jawab ajudan setelah berada di samping kepala keluarga arfana ,
"selidiki gadis itu ", kata kepala keluarga arfana sembari sedikit menunjukan ke arah zya , ajudan itu sepertinya mengerti dan bergegas untk pergi meninggalkan tuannya.
Setelah mengethui gerk gerik keluarga arfana , alva dengan basa basi berjalan mendekati kepala keluarga arfana itu ,
"wah pak akhirnya anda datang juga ke acara yang seperti ini ", sapa alva dengan tampang yang dibuat bahagia,
"tuan muda alva sangat sopan sekali dengan mengundangku secara khusus", ucap kepala keluarga arfana ,
"pak arfana adalah tamu yang terhomat sekaligus yang paling istimewa disini ", jawab alva dengan mengulurkan gelas mencoba untuk bersulang dengan kepala keluarga arfana tersebut ,
"terimakasih atas sanjunganya ", kepala keluarga arfana tak kalah dengan maksud yang di tujukan untuk dirinya dengan membalas nya berbalut dengan kata kata ,
"hubungan seperti apa sampai eorang tuan muda mau merayakan ulang tahun seorang gadis?", tambah kepala keluarga arfana untuk alva,
"ya benar, dia seorang gadis tapi sangat berarti untuk ku ", jawab alva yang entah mengapa membuat kepala keluarga arfana itu merasa lega ,
"kalau boleh tau siapa nama gadis yang beruntung itu ", jebakan alva mulai masuk agar dapat mengetahui semuanya ,
"apakah sangat di perlukan?", alih alva supaya lebih meyakinkan ,
"jika tuan alva meengizinkan ", ucap kepala keluarga arfana , mereka berbincang dengan tetap menatap zya , zya melihat alva sedang melihatnya dan alva tersenyum ke arah zya , yang membuat zya membalas senyuman dari alva yang terlihat sangat manis , sikap yang di tunjukan oleh alv memang disengaja , karna di sampingnya kepalakeluarga arfana menatap nya.
"Akankah anda tidak menyesalinya ?", tanya alva ke keluarga arfana itu ,
"mengapa saya harus menyesalinya ?", tanya lagi oleh keluarga arfana dengan bingung ,
"baiklah anda siap mendengarkannya kah ?", tanya sekali lagi alva ke keluarga arfana ,
"jika tuan alva tidak berkenan ssaya tidak apa apa ", suara datar ang terdengar dari keluarga arfana itu ,
"namanya adlah rezyana a.....", alva memutus bicaranya sejenak yang membuat wajah dari kepala keluarga arfana bingung,
"apakah namanya hanya rezyana ?",selidik kepala keluarga arfana ,
"anda akan segera mengetahuinya ", ucap alva sembari pergi dari hadapan keluarga arfanamenuju ke zya .
__ADS_1
Alva menghampiri zya yang sedang berbicara kepada seseorang skertaris yang ada di acara itu ,
"hey", panggil alva sembari mendekatkan tbuhnya ke zya seperti sedang memeluk zya ,
"kenapa va ?", tanya zya heran melihat tingkah alva yng tidak seperti biasanya ,
"gak papa , lnut kan ngobrol mu aku akan bertemu dengan yang lainnya ", jawab alva ,
"thanks ", ucap zya lagi dengan refleks alva mencium kening gadis itu.
"Mau berapa kali mengucapkan itu ", tanya alva dengan senyuman ,
"hari ini adalah hari paling bahagiaku va ", jawab zya yang sudah berkaca kaca dan siap untuk meneteskanya ,
"not now", cegah alva ke zya, yang dengan sigap alva memberikan tissue untuk zya .
Alva kemudian pergi agar tidak mempengaruhi perasaan zya , alva membiarkan zya untuk bersosilisasi tanpa ada pembatas nya ,yang di berikan alva saat ini adalah hal yang tidak pernah di fikirkan oleh zya .
Waktu berjalan dengan cepat kini penutupan acara tersebut dengan pembawa acara oleh bara ,
"Sekali lagi selamat ulang tahun kepada nyonya rezyana afseena arfana dan kepada tuan muda alvarendra terimakasih untuk acara hari ini ", sepenggal pidato penutupan yang di sampaikan oleh bara yang sengaja memberitahu nama panjang dari rezyana yang merupakan salah satu rencana dari alva.
Keluarga arfana sempat tercengang mendengarkan nama zya yang belakang nya menggunakan nama nya, dia berfikir ini hanya kebetulan mungkin saja ada yang nama sama dangan nya .
Alva mengandeng tanggan zya dengan sangat romantis , keluarga arfana tepat di belakang mereka ,
"zya , untuk waktu pertama kali bekerja di kantor ku kamu langsung pergi ke ruangan ku tidak perlu melewati HRD jika ada yang menyulitkan mu bilang saja kepada ku", alva sengaja sedikit mengeraskan suaranya,
"apakah boleh ?", tanya zya , zya tau kalau masuk perusahaan harus atas izin daari HRD,
"tidak akan ada yang berani menyulitkan mu selama masih ada aku ", jelas alva lagi,
"terserah mu saja ", jawab zya, mereka berjalan ke arah mobil mereka seperti saat berangkat tadi alva membuk kan pintu untuk zya .
Diperjalanan mereka hening tanpa ada kata sedikit pun lelah acara hari ini mereka rasakan perlahan , tanpa di sadari kaki zya terluka karna menggunakan heels.
Setelah sampai alva membukakan pintu untuk zya , saat akan berdiri alva melihat kaki zya yang terluka , alva berniat membopong zya untuk masuk ke dalam rumah ,
"aku masih bisa jalan va", tolak zya dengan halus ,
"jangan protes ", ketus alva .
__ADS_1
Alva nekat tetap membopong zya , alva berjalan dengan perlahan , setelah masuk rumah alva menurunkan zya di sofa ruang tengah ,
"bi, bawa kotak obat kemari", teriak alva dengan tanggan nya yang mulai membuka heels zya ,terlihat bibi yang berlari ke arah mereka ,
"ini tuan ", kata bibi setelah berada di dekat alva, alva mengoleskan obat agar lukanya cepat mengering dengan di tambahkan plester di kaki zya ,
"jangan sampai terkena air , agar lukanya cepat menggering", peringat alva ke zya ,
"oke", jawab zya .
Zya berencana ke kamarnya yang terlihat oleh alva ,
"mau kemana ?", tanya alva tanpa melihat zya , alva duduk di samping zya,
"aku mau ke atas ", jawab zya dengan sigap alva membopong nya lagi ,
"alva ini hanya lecet sedikit aku masih bisa berjalan ", protes zya ,
"lalu ?", jawab alva tanpa salah sedikit pun dengan mulai berjalan menaiki tangga.
Setelah sampai di kamar alva meletakan zya di atas tempat tidurnya dan duduk di sampingnya .
"oh ya va untuk hari ini aku sangat bahagia , kamu telah mewujud kan harapan kecil ku ", jujur zya ke alva ,
"memangnya orang tua mu tidak pernah merayakannya ?", tanya alva ,
"dulu waktu umur 10 tahun mama berniat untu merayaknya tapi saat semunya sudah berkupul datanglah papa , saat itu ku kira bakalan di rayakan dengan papa juga tapi ternyata papa malah memaki ku dan mama kata papa itu pemborosan , padahal saat itu hanya perayaan yang sangat sederhana jauh di katakan mewah", jelas zya yang matanya agak berkaca kaca karna mengingat masa dulunya dia ,
"sedangkan saat rere dan reni saat sudah memasuki keluarga mereka setiap tahunnya di rayakan dengan sangat mewah dan sejak saat itu aku membenci ulng tahun ku ", tambah zya ,
"apakah kamu membenci saat aku tadi memberikan mu kejutan ", tanya alva
"tidak va ,malahan aku sangat berbahagia dengan kejutan mu ", zya menatap alva penuh dengan rasa bahagia ,
"aku tadi belum sempat memberikan hadiah untuk mu ", ucap alva ,
"kejutan tadi adalah hadiah yang sangat luar biasa va", kata zya , alva kemudian mengeluarkan kalung dn gelang berwarna putih dengan aksesoris berlian yang bertaburan , alva mengenakanya ke zya ,
"va ini tidak terlalu mahal kah ?", ucap zya ,
"tidak ", singkat alva ,
__ADS_1
"menurut mu ini tidak pemborosan?" ,zya bertanya sekali lagi ,
"apa yang membuat mu senang aku akan mengusahakan semampuku ", ucapan alva yng membuat zya ingin sekali menangis karna belum ada orang yang seperti itu untuk nya , zya langsung memeluk alva biasanya zya tidak pernah memeluk terlebih dahulu.