
Alva terkejut dengan yang dilakukan zya saat ini ,
"makasih va", ucap zya dalam pelukan alva ,
"sama sama , sudah aku boan mendengarkan kata kata itu ", jawab alva ,
"maaf", ucap zya
"kamu tidak ssalah jadinya tidak perlu meminta maaf ", jawab alva
"jangan lupa untuk hari senin kamu akan masuk kerja ", tambah alva untuk mengingat kan zya ,
"oke va ,besok aku mau cari baju kerja ", ucap zya dengan melepaskan pelukanya ,
"kenapa? , di ruang mu ganti sudah tersedia semuanya , tadi saat kita pergi aku sudah menyuruh orang untk mengantarkanya , jika memang menurut mu kurang besok kita cari lagi ", jelas alva ,
"oh ya , aku mau lihat sesuai dengan ukuran ku atau tidak nya ", jawab zya dengan berjalan menuju ke ruang ganti ,
"hati hati kaki mu sakit ", alva memeringatkan zya , zya membuka ruang ganti dan membuka lemari baru yang ada di ruangan itu disana sudah tersedia semua baju kerja dari senin sampai sabtu ,juga tersedia tas , sepatu , aksesoris lainya yang terbilang sangat mewah jika itu hanya jabatan sekertaris, alva mengikuti zya masuk ke ruang ganti itu ,
"bagiman , apakah kuran atau ada yang tidak kamu sukai ?", tanya alva saat sudah berada di belakang zya ,
"ini sudah lebih dari cukup va , aku menyukainya ", jawab zya ,
"tapi....", tambah zya yng terhenti ,
"masih kurang ?, besok kita akan membelinya lagi ", jawab alva ,
"bukan itu va ", zya ingin mengucapkan tapi tidak enak dengan alva ,
"apa , bicara lah ", desak alva ,
"apa ini tidak terlau mahal jika di pakai oleh sekertaris?", suara zya menjadi pelan takut alva akan tersinggung tapi yang ada di fikiran zya salah , alva malah tertawa mendengarkan nya ,
"kenapa tertawa", tanya zya ,
"tidak , aku kira ada apa ternyata masalahnya itu ",jawab alva ,
"kamu sekertaris CEO barang seperti ini murah zya ", tambah alva ,
"aku tidak mau ada yang berbicara buruk ",ucap zya ,
__ADS_1
"tidak akan ada yang berbicara buruk , siapapun yang berbicara buruk terhadapmu akan mengahadapi ku langsung " alva mencoba mengusir fikiran zya ,
"percaya dengan ku ", tambah alva lagi,
" memangnya jabatan mu di perusahaan itu apa va ?", tanya zya ,
"senin kamu akan tau , sekarang beihkn dirimu dan istirahat lah ", ucap alva ,
"baiklah ", zya menuruti alva untuk membersihkan diri dan lanjut untuk istirahat ,setelah alva pergi zya berganti baju dengan baju tidur berwarna merah maroon .
Dari ruang ganti zya ingin tidur tapi sebelum sampai ke tempat tidur zya mendengarkan ada nada dering hp nya , zya mengmbil hp itu di lihatnya zibran yang menelefon , zya menimng sebentar tapi hp nya bunyi terus akhirnya zya mengangkat telfon itu ,
"hallo", suara zibrn di seberang ,
"iya, ada apa?", zya langsung to the point ,
"zya menikah lah dengan ku ", ucap zibran
"apakah kamu lupa ingatan ?", tanya zya,
"tidak ", jawab zibran
"kalau tidak kenapa kamu mengatakan itu ?", tanya zya lagi ,
"aku juga sudah akan tunangan bran "jawab zya yang dia tidak menyadari bahwa alva masuk ke kamarnya ,
"dengan siapa zya , kamu pasti berbohong ", zibran tidak percaya dengan apa yang di ucapan zya , yang membuat zibran terkejut sebelumnya ya tidak pernah mengatakan itu ,
"aku tidak sedang berbohong bran , dia tadi juga memberikan kejutan untuk ulang tahun ku ", jawab zya yang di maksud adalah alva ,
"kamu bercanda kah , mana ada yang baru dikenal sampai memberikan seperti itu ", zibran tidak mau mengakui kebenarannya ,
"aku serius bran , jadi stop menghubungi ku urus saja yang akan menjadi tunangan mu ", kesal zya
"aku sudah memutusknya zya ",
"kamu gila ya bran ?", zya tidak percaya jika zibran sampai melakukan itu ,
"ya memang aku gila , gila karna mu zya , aku sudah tergila gila dengan mu ", jujur zibran ,
"maaf bran aku sudah akan bertunangan "
__ADS_1
"aku akan bisa memberikan lebih dari yang di berikan dia kepadamu zya percaya dengan ku ", zibran terus saja mendesak zya ,
"kamu tidak sebanding dengan nya ", ucap zya ,
"ya , kini aku tau kamu memang benar dikatakan vio , kalau kamu itu benar benar matre", ucapan dari zibran membuat zya meneteskan air matanya tidak menyangka jika zibran akan mengatakan itu ,
"aku tidak matre zibran jaga ucapan mu", ancam zya ,
"itu kenyataanya , atau jangan jangan kamu di pelihara oleh sugar daddy ya jadi nya kamu tidak mau dengan ku ", perkataan zibran semakin tidak mengenakan hati zya,
"aku bisa memberikan lebih jadilah sugar baby ku zya kamu tidak akan kekurangan ", tambah zibran lgi yang membuat zya menngis , melihat itu alva geram tapi alva masih menahanya ingin melihat seperti apa zya ,
"stop bran aku masih suci tidak seperti yang kamu fikirkan ",
"jika seperti itu kenapa vio bisa memberikan foto mu dengan laki laki dengan pakaian yang minim ", ucap zibran ,
"jika kamu tidak tau sebaiknya akmu diam saja ", tegas zya ,
"bilang saja jika kamu tidak puas denganya larilah kepada ku aku akan memuaskn hasrat nafsu mu dan materi mu ", ucpan zibran yang membuat zya langsung mematikan telfon itu dan langsung menangis .
Alva melihat zya yang sedang menangis membuat hatinya juga ikut sakit , alva berjalan mendekat dang mendekap zya , zya yang terkejut langsung mengusap air matanya tkut alva melihat itu ,
"kapan kamu datang ?", tanya zya ,
"baru saja ", alva tidak memberitahu yang sebenarnya kepada zya jika zya tidak bercerita dia yang akan bertindak secara diam diam ,
"oh ya sudah ", ucap zya dengan menghela nafas ,
"kenapa ada air mata ?", tanya alva
"tidak tadi hanya rindu dengan ibu saja ", bohong zya ,
"istiralaht lah ", ucap alva dengan mencium kening zya .
Zya ke tempat tidur langsung merebahkan badan nya tanpa melihat alva , alva tau saat ini suasana hati zya sedang tidak baik , alva keluar lagi dari kamar zya , yang sebelumnya tujuanya untuk memberikan anting anting untuk nya tapi alva mengurungkan niat nya.
Alva menuju ke kamarnya , setelah sampai di kamar alva langsung menghubungi bara ,
"hallo bar ", cap alva setelh terhubung
"iya tuan ada apa ", jawab bara ,
__ADS_1
"sebelum besok pagi perusahaan yang di pegang oleh zibran harus hancur dan aku tidak mau lagi tau tentang zibran di wilayah kerja , dan bawa zibran kehadapan ku besok siang ", setelah mengatakan itu alva mematikan telfon itu .
Emosi alva tinggi mendengar perkataan zibran yang di lontarkn untuk zya , dan kini lva sudah mempunyai rencana untuk membuat zibran mengalmi semua penderitaan agar tidak lagi berani menyentuh wanitanya dan zibran harus bertekuk meminta maaf kepa zya , itu janji alva agar tidak ada lagi yang berani memainkan zya kecuali dirinya.