
Zya melepaskan pelukan dari alva , "va , aku ada sedikit urusan", kata ya ke alva ,
"kemana ?" , tanya alva ke zya
"aku akan turun kebawah mengembalikan ini dan kekamar untuk mandi dan mengerjakan suatu proyek karya ku ", jawab zya menjelaskan ke alva ,
"hmm", jawab singkat alva , lalu zya pergi ke ke luar kamarnya alva dan menuju ke dapur, sampai di dapur zya meletakan nampan dan piring di tempat cucian, zya berniat untuk mencuci nya sebentar baru mandi,
" non biar bibi saja", tiba tiba bi tika datang zya kaget karna sedari tadi tidak melihat orang,
"ya ampun bi, membuat zya kaget", jawab zya yang memegangi dadanya yang kaget tadi,
" maaf kan bibi non", kata bi tika dengan merasa bersalah karna membuat kaget zya ,
"iya bi, juga bukan salah bibi ", jawab zya dengan tersenyum,
" mana bibi aja non", bi tika mengambil spons cuci piring dari tangan zya,
"aku gak papa bi, biar saya saja", zya dengan tersenyum dan memohon agar zya saja ,
" lebih baik non temenin tuan", bujuk bi tika,
"kan bisa nanti aja bi", jawab zya santai,
" biar tuan gak marah marah terus non", bibi tika mencoba membujuk zya lagi,
"emang biasanya dia marah marah kah? ", selidik zya dari bibi tika,
" sebelum adanya nyonya, tuan sering tidak di rumah dan sekalinya pulang pasti tuan marah marah yang kita pekerja disini tidak ada yang tau penyebabnya", jelas bi tika ke zya,
"masa sih bi, perasaan dia selama aku disini baru marah sampai meninggalkan rumah baru kemarin? ", ragu zya akan cerita bi tika,
" sebenarnya tuan sering marah non apalagi jika tau nyonya membatu kita para pekerja", jelas bibi lagi,
__ADS_1
"kenapa bisa begitu", tanya zya,
" saya juga tidak tau ", jawab bibi karna juga tidak tau alasanya.
" sana nyonya kembali saja ", bibi tika menyuruh zya agar ke kamar alva lagi,
" ini bibi ngusir zya kah? ", tanya zya dengan nada sedikit naik dan alis juga di naikan sedikit,
" bibi bukan ngusir nyonya, maaf nyah", jawab bibi tika merasa bersalah karna mengatakan hal itu,
"tenang lah bi aku hanya bercanda pada mu", jawab zya sambil tersenyum yang membuat nya manis sekali,
" ih si nyonya ni membuat bibi jantungan, kalau sampai nyonya marah atau tidak bahagia gara gara bibi ,bisa bisa bibi di pecat tuan" , kata bibi dengan jujur,
"itu tidak akan karna zya sudah nyaman dengan bibi ", jawab zya tersenyum kepada bibi tika,
" ya sudah non cuci tangan dan ke atas lah", pinta bini tika,
"baiklah bibi", jawab zya dengan mencuci tangan.
Zya mematung di pintu bingung apa yang akan di lakukan, alva tidak melihat zya sedikit pun,
" kenapa tidak masuk? ", tanya alva yang sebelumnya tiduran kemudian duduk di tepi ranjang dan memandang zya,
"kenapa kamu ada disini? ", tanya balik zya ke alva,
" memangnya aku kemana pun harus kamu atur? ", tanya alva ke zya, alva berjalan ke arah zya yang membuat zya bingung harus bagaimana, alva semakin dekat dengan zya,
" ka kamu mau apa?", tanya zya ke alva dengan gugup jatung zya berdegup kencang seperti mau copot.
Alva mendekatkan diri ke zya, dengan refleks zya menutup matanya, alva memandang wajah zya yang sangat cantik, dengan ekspresi gugup yang membuat alva semakin gemas, alva ingin sekali mencium zya saat ini tapi alva menahanya,
"kenapa tutup mata? ", tanya alva dengan memegang hidung zya dengan gemas,
__ADS_1
" emangnya kamu kira aku akan ngapain? ", tanya alva ke zya lagi, zya perlahan membuka mata dan melihat wajah alva yang sangat dekat membuatnya tidak bisa berpaling sedikit pun dari alva,
" hey", pangil alva yang membuat zya kaget,
"i iya? ", jawab zya yang langsung mengalihkan pandangan nya dari alva, alva memegang dagu zya agar memandang nya lagi,
" tampan kan? ", tanya alva ke zya, saat zya sudah berhadapan dengannya,
" sial bibirnya menggoda ku", batin alva yang melihat bibir ranum dari zya.
Alva kemudian melepaskan pegangan di dagunya zya dan berniat untuk pergi, untuk mengontrol nafsu yang ada di dirinya, tapi tangannya zya menahan alva,
"kenapa? ", tanya alva ke zya,
" jika kamu masih menahan ku disini aku tidak tangung jawab apa yang akan terjadi", lanjut alva yang sepertinya sudah puncaknya.
Tanpa di sangka sangka zya langsung menci*m bibir alva,
"sial dasar zya ", batin alva yang kemudian membalas nya yang lebih ganas lagi, yang membuat zya susah untuk bernafas, zya berencana untuk melepaskan ci*man itu tapi kepala zya di tahan oleh alva,
" um, al", kata zya yang belum selesai di katakan karna sudah di lahap lagi oleh alva,
"a-aku ga, ah", jawaban zya yang terbata bata,
" ya? ", tanya alva yang melepaskan ci*man sebentar dan langsung dilanjut nya, dan di bawah sana ada seorang adik yang menunggu nya, zya terpancing adengan alva yang membuat zya menginginkan lebih, tapi langsung di lepas oleh alva dan alva langsung berlari ke kamarnya untuk melampiaskan sendiri,
" tahan va, belum saatnya ", gumam alva sendiri,
sedangkan di kamar zya sedikit kecewa karna alva langsung meninggalkannya begitu saja, zya langsung bergegas ke kamar mandi untuk berendam dan mandi, sedangkan alva menyelesaikan keinginan nya sendiri dan setelah selesai alva berniat kembali ke kamar nya zya untuk meminta maaf.
Alva mandi sebentar di kamarnya setelah selesai berganti, alva menuju ke kamar zya, alva membuka kamar zya tapi tidak ada zya di situ alva mendengarkan suara di kamar mandi, alva menunggu di ranjang zya yang di desain menghadap ke arah kamar mandi dan ruang ganti berada di sebelah lurus dari ranjang , alva duduk di tepianya untuk menunggu zya keluar.
Di kamar mandi zya sudah merasa cukup lama untuk berendam zya langsung meneruskan ritual mandi nya setelah berendam tapi sialnya zya terlupa untuk membawa handuknya.
__ADS_1
Zya tidak sadar jika alva sedang di kamarnya karna selama mandi dan berendam zya tidak mendengar pintu di buka, zya sempat ragu antara langsung keluar tanpa mengenakan apapun atau memakai bajunya tadi yang di letakan di luar kamar mandi,
"di luar sepertinya tidak ada orang, sepertinya keluar begini saja lagian jika pakai pakaian tadi sama saja nanti harus mandi lagi", batin zya.