
Aku cukup lama untuk memejamkan mata karna masih terfikir nama nya, rasanya aku ingin pergi dan kabur dari sini karna aku sedari dulu tidak mau menyinggung atau bahkan berurusan dengan yang namanya alvarendra rafassya adhitama seseorang yang di kabarkan memiliki sifat dingin dan arogant terhadap semua orang apalagi cewek.
Aku melamun kemudian tersadar karna ada ketukan pintu ,"tok,tok,tok , permisi nyonya waktu makan siang telah tiba , tuan sudah menunggu dimeja makan" , salah seorang pelayan memberitahuku sudah waktunya jam makan siang , di rumah ku saat aku masih bersama papa aja aku tidak pernah di pangil saat jam makan ,disini aku serasa di istimewakan dengan pangilan nyonya, tapi tunggu kenapa dia pulang saat makan siang dan pulangnya dirumah ini ada apakah sebenarnya hmmm,
"tok,tok , nyonya apakah nyonya baik baik saja ?" , tanya pelayan itu ,
" iya bi aku akan turun ke meja makan 5 menit lagi " jawab ku , karna masih ada rasa malas untuk bertemu dengannya ,
" baik nyonya saya pergi dulu", setelah itu aku bersiap siap untuk turun kebawah ke meja makan.
Ternyata benar alva di meja makan menunggu ku ,
"kenapa kamu tidak makan terlebih dahulu?", sapa ku ke alva ,
"aku menunggumu untuk makan siang bersama" , jawab alva ,
"kedepannya setiap jam makan aku akan kesini menemui mu " , tambah nya lagi ,
"baik pak " jawab ku yang membuat wajah nya tidak menyenangkan ,
"lain kali lagi jangan panggil aku pak di luar kantor , panggil aku alva / rafa saja " protesnya , baiklah sepertinya nama alva lebih pas untukmu " , setelah jawabanku itu membuat dia sedikit tersenyum.
Kami pun makan dan suasana menjadi hening kembali , setelah makan aku tidak langsung membuat percakapan atau pun pergi dari meja makan , tapi kenap pandangan alva selalu mencuri pandangan ku , dia kalau sedang tersenyum tampan juga ya lamun ku kemuian di sadarkan olehnya ,
"aku nanti malam akan tidur disini di kamar lantai 2 " kata alva ,
"tapi kan kamar tidur yang lantai 2 sudah aku tinggali " jawabku
"kan masih ada kamar yang satunya bodoh" jawabnya
"oh iya , jadi kita akan bertetangga kamar gitu?" , protesku ke alva
__ADS_1
"ya iyalah kita akan berdekatan kamar , apa kamu menolaknya ?, atau kah kamu ingin kita sekamar? ", godanya terhadapku
"engga , mana berani aku menentang mu apalagi menolak mu " , jawab ketus ku
" jadi kamu tidak akan bisa menolak dan menentangku ?", katan alva
"iya aku tidak bisa" jawab kun sambil cemberut
"kalau gitu kamu akan jadi pacar ku saja hahahah" godanya terhadap ku dengan tawanya yang mengejek.
"kalau itu aku bisa menolaknya , aku tidak mau menjadi pacarmu , bisa bisa aku langsung masuk RSJ karna menghadapi mu ," protesku yang malah membuat dia tertawa
"lihat lah dirimu seperti anak kecil yang tidak mendapat kan permen , wajah mu cemberut pipi mu semu merah , apakah kamu malu hahahahha" ejeknya terhadapku ya aku aku i aku memang sedikit malu atas pertanyaannya,
"siapa yang seperti anak kecil ?" tanya ku kepadanya , bukanya di jawab malah dia tertawa sendiri
"ya sudah aku tidak akan mengejek mu lagi , aku ingin kembali kekantor nanti sore aku akan kesini lagi , atau kah kamu mau ikut dengan ku ke kantor hahaha" , tanyanya denga tertawa
"engga aku lebih baik di rumah dengan kemalasanku dari pada aku harus ke kantor denganmu " jawabku
"baiklah tuan alvarendra rafassya adhitama" jawabku
"hahaha , kini aku sepertinya akan betah di rumah ini karna menemukanmu hahaha" , setelah mengucapkan itu dia langsung pergi ,
"dasar tanpa pamitan langsung pergi , tanpa permisi langsung datang kaya jelangkung saja kamu " , gumam ku sendiri dengan tertawa karna mengingat nya membuat aku tertawa , sebelumnya akun tak pernah sebahagia ini .
Andaikan mama ada disini pasti bahagi melihat ku , tenang di sana ya mah aku disini bahagia kok.
Setelah itu aku pergi ke tempat tidur di lantai 2 , aku membuka tirai kamar ku disana ada balkon yang view nya mengarah ke pemandangan di sekitarnya sangat indah dengan bunga yang bermekaran dan suasananya menenangkan aku mengambil nafas dalam dalam dan huft serasa beban ku menghilang dalam sejenak.
Pada malam hari aku terkejut kenapa aku sudah tidur di kamar dan seperti ada yang memeluk ku , aku melihat di samping ku "haa", alva tidur di sebelah ku dengan memeluk ku ,
__ADS_1
"hey bangun kenapa kamu disini ", teriak ku ke alva dengan segera mebangunkannya , dia sepertinya sangat nenyak tidurnya , aku memegang wajah nya yang tampan ketika tidur tiba tiba tangan ku di tarik sambil berkata ,
"apakah aku tampan menurut mu ",kata alva tanpa membuka matanya ,
"ha , apaan sih kamu jangan ke PDan , awas aku mau pergi , dan ya kenapa kamu berada di kamar ku " ,protes ku ke alva berharap mendapatkan jawabanya tapi ,
" ada orang yang tertidur di balkon aku kira dia akan terjun kebawah sana karna aku panggil tidak mendengarnya " ejek alva ,
"siapa yang akan terjun ke bawah aku masih punya logika " , jawab ku kesal ,
" terus ada orang yang sudah di angkat ke tempat tidurnya malah menarik ku kepelukanya apakah aku tidak bisa meminta tanggung jawabnya ?" ejek alva lagi .
"mana ada orang seperti itu , itu bukan aku ", aku tersipu masa iya aku seperti itu ? , jawaban ku malah membuat alva tertawa ,
" bersihkan wajah mu masih ada air liur di sana , nanti kamu tidak akan terlihat cantik lagi " , perkataan alva kepadaku membuat ku salah tingkah sepertinya tidak ada kenapa alva suka sekali mengejek ku , aku berlari kekamar mandi , aku ingin segera mandi membersihkan bau alva dari tubuh ku , setelah aku selesai aku lupa untuk membawa handuk , tadi aku langsung berlari ke kamar mandi karna malu terhadap alva, gimana ini kalau aku keluar aku tidak membawa handuk atau pun pakaian ganti , sepertinya di luar masih ada alva , masa iya aku meminta tolong terhadapnya , bagaimana ini , disaat aku bingung tiba tiba ada yang mengetuk pintu kamar mandi ku ,
" apakah kamu akan menggodaku dengan tidak membawa handuk mu ?" , ohh tidak itu adalah suara alva ,
" kamu akan menjawabku atau aku akan masuk ?" tanya nya sekali lagi ,
" tidak perlu kamu pergilah dari kamar ku , agar aku bisa keluar " teriak ku dari dalam kamar mandi .
"Buka pintunya aku sudah membawakan keperluan mu atau aku mendobrak pintu ini " ,teriak alva dari luar ,
"iya iya tapi kamu tutup mata ",jawabku sambil membuka pintu kamar mandi sedikit untuk melihat alva tutup mata atau tidak , aku melihat alva tutup mata dengan postur agak dimiringkan bersender di tembok dengan tangan memegang handuk mengenakan kaos oblongnya ,dan celana di atas lutut membuat pesonanya menambah ,
" kamu mau ambil handuk ini atau tidak , atau hanya akan mematung melihat ku , atau jangan jangan kamu ingin memintaku mengenakanya untu mu ?", setelah alva mengatakan itu aku tersadar dan segera mengambil handuk yang ada di tanagannya tapi malah di pegang kuat,
"lepaskan va , aku sudah kedinginan," jawabku ke alva agar sgera melepaskan handuk itu , tapi perkiraan ku salah aku malah di alva ,
"lepaskan va ," , aku menarik paksa handuk itu dan segera masuk ke kamar mandi ,
__ADS_1
" aku tunggu kamu di bawah 30 menit lagi untuk makan malam", kata alva ketika aku sudah di dalam. kamar mandi.
Aku bergegas dari kamar mandi menuju keruang ganti , banyak sekali baju dengan edisi terbatas , tas brand ,aksen cewek dari sepat hingga perhiasan dan make up lengkap tanpa ada yang kurang ,"ini bukan ruang ganti tapi ini toko di dalam rumah " ,gumam ku setelah membuka dan melihat lihat di ruang ganti , ada satu lemari yang khusus untuk pria dari aksennya dan banyak jas nya , biarlah aku segera berganti dan keluar dari ruang ganti dan menuju ke ruang makan.