
"Sistem" panggil Yoru tanpa sepengathuan yang lain termasuk Ming Ming
"Ya tuan. Ada apa, tuan" jawab sistem sambil keheranan.
"Carikan aku cara atau tutorial cara mendiamkan anak kecil dengan lembut. Dan kamu tahu kenapa dia bisa menangis?" tanya Yoru dengan mimik serius ke sistemnya.
Sistemnya yang mendengar perintah tuannya merasa dirinya salah mendengar. Karena selama ini tuannya tidak
bertanya hal seperti itu kepadanya.
"Apa tuan, anda meminta apa tadi" tanya sang sistem untuk memastikan pendengarannya lagi.
"Kau apakah tuli? Cukup satu kali saja aku mengatakannya dan kau segera cari" ucap Yoru kesal.
Bagaimana tidak dia kesal jika sang sistem malah menanyakan omong kosong sementara tangisan Ming Ming masih belum mereda.
Sementara sang sistem merasa heran atas permintaan tuannya yang cukup aneh baginya.
"Bagaimana aku harus mencarinya? Aku rasa tuan semakin lama semakin aneh" batin sang sistem. “Apakah aku harus googling?”batinnya kembali.
Mau tidak mau sang system segera mencarikan perintah dari tuannya yang sangat arogan tersebut. Dari ruanganya
yang tidak diketahui orang lain kecuali dirinya. Dirinya menatap layar yang menghubungkan dengan seseorang dan layar lainnya menampilkan mesin pencarian. Diketiknya di mesin pencarian tersebut.
Tutorial Mendiamkan Anak Kecil yang menangis.
Ketikan yang dia masukkan ke mesin pencarian tersebut lalu dirinya menekan tombol enter untuk mencari di mesin
pecarian yang sering dipakai oleh seluruh umat manusia di planet Bumi. Setelah memutar mencari muncul beberapa website yang menjelaskan cara-cara mendiamkan anak kecil yang menangis. Selain itu juga arti anak kecil yang menangis ada juga yang menampilkan dampak anak kecil yang menangis di gejala psikologi.
Hasil-hasil tersebut membuat seseorang bingung dan pusing sendiri dan mencoba untuk membaca satu-satu artikel yang menurut hampir sesuai dengan keinginannya. Dia mencoba membaca satu per satu dengan cermat tanpa melewatkan satu kata pun.
__ADS_1
...****************...
Sementara itu Yoru yang menunggu jawaban dari sistemnya hanya berdecak kesal dalam hatinya.
“Lambat benar tuh. Dia system atau bukan sih?!” batinnya yang kemarahannya sudah diubun-ubun tapi dia usaha menahannya karena ada Ming Ming yang masih belum berhenti menangisnya.
Pada akhirnya Yoru memutuskan bertanya kembali ke sistemnya melalui telepati suara.
“Woy, sistem. Kau ini benar-benar lama sekali ya” ucap Yoru sambil mengejeknya melalui telepati.
Sementara sistem membisu tanpa menjawab pertanyaan atau pernyataan dari Yoru membuat Yoru semakin kesal.” Kau ini bisa mendengarkanku?!” jawab Yoru lagi yang membuat sistem hanya menampilkan teks di layar hologramnya yang hanya bisa dilihat oleh Yoru sendiri.
Aku sedang sibuk. Jangan ganggu aku.
Teks yang ditampilkan membuat Yoru yang membacanya semakin kesal dan moodnya turun drastis. Namun melihat pipi chubby Ming Ming yang terlihat basah karena air matanya membuat moodnya tidak jadi turun malah dia terlihat dengan penuh kasih saying mengusap pipi basah itu dengan lembut melalui tangannya sendiri. Dia membersihkan dengan kasih sayang dan sesekali menenangkan gadis kecil itu dengan mengelus rambut Ming Ming yang
halus terawat itu. Dia juga terlihat sekali berusaha membuat gadis kecil itu berhenti menangis. Namun Ming Ming masih saja menangis dan terkadang terdengar suara keceguannya.
Ehek…ehek….
botol minum segera memberikan kepada Ming Ming dan menyuruh Ming Ming untuk meminumnya agar keceguannya bisa hilang dan tidak membuat Ming Ming menderita.
“Míngmíng xiān hē diǎn shuǐ” ucap Yoru sambil memberikan sebotol air yang isinya sudah tinggal separuh.*
Dengan patuh Ming Ming mengambil botol tersebut dan meneguknya hingga tandas. Namun tetap saja tangisannya belum bisa dihentikan olehnya. Dia masih terisak-isak tidak seperti sebelumnya yang masih menangis hebat. Dengan setia Yoru masih menemani Ming Ming yang berusaha meredakan tangisannya. Sementara sistemnya tidak ada peringatan mengenai kedatangan dirinya di otak Yoru.
“Ini anak ke mana coba? Dia harusnya melayani diriku, kan hanya aku saja yang katanya tuan satu-satunya” batin Yoru masih dalam kekesalannya karena sistem tidak menjawabnya saat dia membutuhkannya. “Dia datang tanpa diundang begitu juga dibutuhkan malah menghilang” batinnya dengan sungut-sungutan.
Hingga detik-detik tangisan Ming Ming sudah hampir mereda kemunculan sistem juga belum nampak juga membuat Yoru berharap sistemnya tidak usah datang memberitahunya terlebih dahulu. ”Mantap kamu ya. Untung kamu bukan manusia jika kamu manusia kamu sudah bonyok” pesan Yoru seketika namun sistemnya belum membacanya.
...****************...
__ADS_1
Sementara di ruangan yang berisi beberapa komputer yang grafiknya canggih menampilkan beberapa layar sesuai
keinginan penggunanya. Seseorang yang sudah selesai membaca artikel hendak memberi tahu dengan mengetiknya. Sebelum memberi tahu dia membaca pesan yang tersampaikan oleh tuannya. Dia membuka dan membacanya. Setelah membacanya terlihat dia memperlihatkan raut wajahnya hampir ketakutan.
“Wah gawat juga jika dia tahu aslinya yang dibalik layar itu manusia. Jika tahu dia akan menghancurkannya. Hadehh…. bos besarku ini menempatkanku menjaga seorang tuan muda yang arogan” batinnya sambil mengetikkan pesan kepada tuannya.
Dia menampilkan beberapa artikel yang bisa dipilih oleh tuannya sesuai dengan keinginan dan kebutuhan tuannya
yang mudah marah. Dia berharap-harap cemas agar tuannya yang tidak mudah dilayani tidak marah kepadanya karena tidak menjawab pesan melalui telepati. “Semoga saja dia tidak marah. Kalau marah aku pasti di omel sama dia dan males mendengar omelannya” batinnya sambil mengawasi seseorang yang dikatakan sebagai tuannya.
...****************...
Sementara ketika Yoru mencoba bertanya dengan lembut kepada Ming Ming mengenai penyebab Ming Ming menangis muncul layar yang tidak sangat dia harapkan saat ini.
Tuan, aku mohon maaf. Tadi aku sibuk mencari permintaan tuan.
Layar tersebut menampilkan beberapa kata yang membuat Yoru naik pitam namun dia berusaha
menahannya. “Dia sangat ingin tidak selamat ya. Syukur ada Ming Ming jika tidak aku tidak tahu emosiku seperti apa ke dia” batinnya sambil berusaha menjaga ketengangan emosinya agar tidak meledak di hadapan Ming Ming supaya Ming Ming tidak terkejut dan kembali menangis. “Susah juga menjaga anak kecil. Apalagi jika dia sampai menangis susah untuk ditenangkan” batinnya.
Tiba-tiba muncul suara yang sudah tidak asing di otaknya. “Tuan, bagaimana? Anda masih membutuhkan tutorialnya?” ucap suara tersebut yang membuat penahan kemarahan Yoru semakin menipis akibat ulah sistem yang tidak kasat mata tersebut. Dengan nada malas dirinya menjawab, “Menurutmu aku masih membutuhkannya kah?” tanyanya dengan nada tajam namun malas yang dimana membuat sistem tersebut semakin merasa umurnya semakin pendek. “ Sudahlah jangan mengangguku lagi. Sana pergi. Jangan muncuk jika aku tidak memanggilmu” ancamnya membuat sistem hanya bisa pasrah harus melayani orang yang hobi mengancam. “Iya tuan, akan saya ingat” ucapnya sambil menghilang secara perlahan dari pikiran Yoru. Setelah dirinya merasa sistem sudah tidak ada di otaknya dia kembali focus kepada Ming Ming dan kembali mengelus lembut rambut yang panjangnya sebahu namun tetap halus.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Wah apa alasannya Ming Ming menangis tidak henti? Bagaimana pembebasan Ming Ming? Jawabannya di episode selanjutnya ya.
Notes : Jika menemukan tanda * bearti pengertiannya ada di bawah.Untuk bahasa Mandarin, Auhtor menggunakan bahasa Mandarin versi simple atau sederhana.
Kamus :
Míngmíng xiān hē diǎn shuǐ = Ming Ming minumlah air dulu,
__ADS_1
Jangan lupa untuk like, vote, rate, share, gif, dan comment. Dan Auhtor doakan kalian tetap sehat selalu.
Xie Xie dan pay pay.