
Sementara di sekolah pada hari berikutnya. Khun, Shibisu dan Wangnan berkumpul di meja tempat Wangnan duduk pada saat jam istirahat pertama.
”Bagaimana Khun? Apakah kamu sudah meminta izin untuk mengunjungi Yoru?” tanya Shibusu yang penasaran akan jawaban yang diberikan oleh Khun kepada mereka semuanya karena mereka sudah khawatir akan kondisi Yoru.
“Sudah, aku sudah memberi tahu kedua orang tua Yoru agar kita sepulang sekolah,” ucap Khun yang membuat semuanya semangat mendengarkannya.
“Memangnya kau sedekat apa dengan keluarga Yoru hingga keluarga Yoru mengizinkan kau menjenguk Yoru?” tanya Wangnan yang penasaran akan kedekatan Khun dengan keluarga Yoru dan juga Yoru berasal dari keluarga mana karena penjagaan dirinya sakit sangat dirahasiakan bahkan pihak sekolah melarang teman-teman sekelas Yoru untuk menjenguk Yoru.
----Flashback on----
Kemarin malam tepatnya setelah Khun berdiskusi dan memastikan mereka menjenguk. Khun mengabari mama Yoru melalui nomor telepon pribadi yang dia punyai karena diberikan oleh mama Yoru.
Di percakapan lewat whatApps.
Tante, ini Khun, tante masih ingat tidak?
Pada saat bersamaan mama Yoru sedang aktif sehingga membalas pesan dari Khun, sahabat Yoru dengan cepat karena pada saat itu dirinya berada di rumah dan memantau perkembangan anak semata wayangnya melalui via whatApps karena suaminya berjanji akan mengabari lewat aplikasi tersebut sehingga mama Yoru menunggu kabar terbaru dari suaminya mengenai putra mereka.
Iya, sayang, tante masih ingat, Khun kan, sahabat Yoru?
Haha… iya tante, tante benar. Tante, apa boleh Khun bertanya.
Iya boleh sayang, silakan saja.
Mengapa kami yang merupakan teman sekelas Yoru tidak boleh menjenguk Yoru di rumah sakit keluarga Kedrict?
Maafkan tante Khun, tante dan om memiliki alasan yang sangat pribadi sehingga untuk hal ini tante tidak bisa menjawab karena alasan tersebut mengandung rahasia, apa Khun sangat ingin menjenguk Yoru?
Benar tante, Khun sangat ingin menjenguk Yoru karena Khun sudah mencemaskan kondisi Yoru, tante.
Baiklah kalau Khun berkata seperti itu, tante cukup senang karena sahabatnya masih tidak melupakan putra tante. Tante akan tanyakan dengan om, apakah Khun boleh mengunjungi Yoru.
__ADS_1
Terima kasih, tante, oh iya, Khun mau mengajak dua teman baru Yoru, tenang saja hanya dua teman, apakah boleh?
Sebenarnya tante sih senang-senang saja jika Yoru memiliki teman lagi selain kamu tetapi untuk ini semua keputusan ada di tangan om ya, tante akan mengabari lagi.
Baiklah tante, terima kasih.
Percakapan terakhir dari Khun tidak dibaca oleh mama Yoru membuat Khun menunggu dengan sabar jawaban yang akan diberikan oleh mama Yoru. Di saat dirinya menunggu, Khun mengerjakan tugas sekolah yang hari itu disuruh dikerjakan di rumah untuk keesokan harinya dikumpulkan.
...****************...
Di kediaman mansion Kedrict.
Mama Yoru yang mendapatkan pesan dari sahabat putranya dan mengetahui jika sahabat dan teman baru putranya sangat ingin menjenguk putranya sehingga dirinya mencoba untuk menelepon suaminya yang pada saat itu menelepon rekannya yang berada di luar negeri yang berprofesi sebagai dokter spesialis yang sangat terkenal di berbagai belahan dunia.
Terdengar sambungan nada panggilan namun belum dijawab maupun diangkat oleh suaminya tersebut sehingga membuat mama Yoru menunggu hingga panggilannya diangkat oleh suami tercinta.
“Halo sayang, maafkan aku sibuk sehingga tidak langsung mengangkat telepon darimu, honey, aku sudah mengabari beberapa dokter kenalanku yang sangat terkenal di bidang tersebut tetapi mereka masih sibuk dan menyuruh untuk putra kita yang ke sana, oh iya, honey, ada apa kau meneleponku?” tanya papa Yoru begitu tersabung dengan panggilan tersebut.
“Kau ini, kau sedang membujukku, sayang? Kalau iya, kau sangat mengerti tentang aku bahwa aku tidak bisa menolak permintaan kesayanganku ini, dan memang ada benarnya juga jika Khun menjenguk Yoru karena siapa tahu Yoru melihat kesetiaan Khun sehingga bisa membuatnya sadar,” ucap papa Yoru yang berharap akan ada keajaiban untuk kesembuhan putra semata wayangnya tersebut yang sedang tergolek lemah dan terbaring di kamar rumah sakit keluarga Kedrict.
”Tentu, aku juga setuju denganmu, oh iya sayang, tidak hanya Khun saja yang menjenguk, ada juga kedua teman baru Yoru, Yoru sudah berkorban untuk kita maka kita harus membiarkan kedua teman barunya menjenguknya,” ucap mama Yoru yang terharu atas pengorbanan putra mereka sehingga berhasil mendapatkan dua teman baru selain Khun, sahabatnya sejak putranya masih kecil.
”Baiklah, hanya dua orang saja selain Khun, kamu katakana kepadanya jika diizinkan hanya dua orang saja dan nantinya akan dijemput oleh aku untuk menjaga keamanan dan kerahasiaannya dan tidak usah membawa oleh-oleh karena Yoru belum tentu bisa menerimanya,” ucap papa Yoru yang memutuskan untuk memperbolehkan kedua orang asing selain Khun untuk menjenguk putranya membuat istrinya senang sembari mengucapkan terima kasih dengan nada manja.
”Sayangku memang yang terbaik, terima kasih ya dan jangan khawatir aku akan mengabari Khun,” ucapnya dengan nada menggemaskan membuat papa Yoru tidak bisa tenang karena memikirkan tingkah laku istrinya yang sangat menggemaskan tetapi dirinya mengetahui jika istrinya sudah memutuskan panggilan teleponnya membuat dirinya hanya bisa pasrah tetapi juga sedikit tenang karena dirinya harus segera menidurkan adiknya yang sempat terbangun akibat dirinya yang sempat memikirkan istrinya meski hanya memikirkan tingkah laku isteinya dengan suaranya yang menggemaskan dan lucu.
Sementara istrinya yang sudah mengetahui jawaban dari suaminya segera mengabari Khun mengenai izin untuk menjenguk putra semata wayangnya.
Khun, tante tadi sudah bertanya kepada om dan om sudah menjawabnya. Katanya boleh tetapi kabari kedua temanmu jika nantinya kalian akan dijemput oleh pihak kami sehingga kalian tidak perlu khawatir jika tidak sempat membeli oleh-oleh karena kami hanya berharap kedatangan Khun dan kedua teman baru Yoru.
Kalau bisa hanya dua saja, sisanya kamu bisa mengurus sendiri kan? Maafkan om dan tante yang tidak mengizinkan semuanya.
__ADS_1
Setelah memberi tahu sepetti yang diucapkan suaminya, mama Yoru langsung mengirimkannya kepada Khun.
...****************...
Di kamar tidur Khun yang masih terlihat terang karena Khun belum mematikan lampu dan tidur karena dirinya masih sibuk mengerjakan tugas sekolahnya. Tiba-tiba dirinya mendengar suara notif pesan whatApps yang masuk. Dibukanya dan dibaca pesan tersebut.
Kalau bisa hanya dua saja, sisanya kamu bisa mengurus sendiri kan? Maafkan om dan tante yang tidak mengizinkan semuanya.
Setelah memberi tahu sepetti yang diucapkan suaminya, mama Yoru langsung mengirimkannya kepada Khun.
Dengan segera Khun membalas pesan dari mamanya Yoru dan segera mengirimkannya.
Baik tante, terima kasih.
Setelah mengirimkannya, Khun kembali fokus dengan tugas sekolahnya yang dikumpulkan keesokan harinya.
----Flashback Off----
Khun yang sempat melamun mengingat kembali percakapannya dengan mama Yoru melalui whatApps membuat Wangnan menyadarkannya.
“Hey, Khun, kamu melamun apa sih?” tanya Wangnan membuat Khun tersadar dan meminta maaf kepada Wangnan karena dirinya sempat melamun.
“Maafkan aku, Wangnan, kau tadi berbicara apa?” tanya Khun dengan nada dan raut bersalahnya.
Memangnya kau sedekat apa dengan keluarga Yoru hingga keluarga Yoru mengizinkan kau menjenguk Yoru?” tanya Wangnan kembali mengulang pertanyaan yang dia lontarkan namun belum dijawab oleh Khun karena Khun sempat melamun.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Akhirnya Khun bisa mendapatkan izin untuk menjenguk Yoru, Bagaimana ketika Khun mengetahui kondisi Yoru?
Notes : Jika menemukan tanda * bearti pengertiannya ada di bawah.Untuk bahasa Mandarin, Auhtor menggunakan bahasa Mandarin versi simpel atau sederhana.
__ADS_1