Pertualangan Di Dunia Game

Pertualangan Di Dunia Game
22. Pesan Pemilik Restoran


__ADS_3

Tiba-tiba muncul suara yang sudah tidak asing di otaknya. “Tuan, bagaimana? Anda masih membutuhkan tutorialnya?” ucap suara tersebut yang membuat penahan kemarahan Yoru semakin menipis akibat


ulah sistem yang tidak kasat mata tersebut. Dengan nada malas dirinya menjawab, “Menurutmu aku masih membutuhkannya kah?” tanyanya dengan nada tajam namun malas yang dimana membuat sistem tersebut semakin merasa umurnya semakin pendek. “ Sudahlah jangan mengangguku lagi. Sana pergi. Jangan muncuk jika aku tidak memanggilmu” ancamnya membuat sistem hanya bisa pasrah harus melayani orang yang hobi mengancam. “Iya tuan, akan saya ingat” ucapnya sambil menghilang secara perlahan dari pikiran Yoru. Setelah dirinya merasa sistem sudah tidak ada di otaknya dia kembali focus kepada Ming Ming dan kembali mengelus lembut rambut yang panjangnya sebahu namun tetap halus.


Dia kembali bertanya mengapa Ming Ming bisa menangis. Dia juga penasaran apakah Ming Ming ketakutan


melihat darah atau bagaimana. “Míngmíng, nǐ zěnme kūle? Nǐ gǎndào hàipà ma? ”  tanya dengan lembut dan tangannya masih setia mengelus puncak rambut Ming Ming.*


Sementara itu Ming Ming masih mengusap air matanya yang sudah hampir mengering di bawah matanya.


Sesudah cukup tenang Ming Ming akhirnya hendak memberi tahu alasan mengapa dirinya menangis kepada kakak laki-laki yang baru saja dia kenal beberapa menit lalu. Sementara itu pemilik restoran sudah melarikan diri dan memberi surat di samping tempat Yoru berdiri sambil mengendong Ming Ming jika dirinya memberi Ming Ming secara gratis. Karena penasaran Yoru sempat menurunkan Ming Ming sebentar untuk mengambil namun dia memberi tahu terlebih dahulu kepada Ming Ming agar tidak terjadi kesalah pahaman kepada Ming Ming. Dia tidak mau jika Ming Ming selalu menganggap tidak menginginkan dirinya tersebut.  “Dia selalu saja mengucapkan jika aku tidak menyukainya lagi. Bagaimana mungkin aku tidak menyukai gadis kecil yang manis?” batinnya sambil memikirkan kata-kata yang sebisa mungkin tidak membuat Ming Ming tersingung lalu menangis kembali. Memikirkan Ming Ming kembali menangis sudah membuat hatinya terasa sakit.


Setelah menemukan kata-kata yang dirasa tepat dia berkata dengan Ming Ming yang sudah menunggunya


cukup lama setelah dia diturunkan dari gendongan Yoru. Yoru hendak berbicara mengenai maksud dia menurunkan Ming Ming sebentar. Namun belum sempat mulutnya mengeluarkan sepata kata Ming Ming sudah mengatakan maksud hatinya kepada Yoru.


“Míngmíng, děng yīxià, wǒ zhànshí xiàtái. “ ungkap Yoru dengan nada lembut dan tidak lupa dia menerbitkan senyumnya yang manis di wajahnya yang


tampan.*


Karena mengerti apa yang dimaksud oleh Yoru membuat Ming Ming mengangguk kepalanya sebagai tanda


mengerti dan dia menjawab dengan mengandeng tangan mungilnya. “Hǎo ba, jiějiě. Wǒ yīdìng hěn zhòng ba?” tanya Ming Ming dengan muka sedikit cemberut karena merasa dirinya berat.*


Yoru yang melihat Ming Ming yang terlihat mengerecutkan mukanya sehingga terlihat sangat lucu di mata


Yoru. Dia dengan sabar menjawab pertanyaan Ming Ming. “Bù, nǐ méi nàme zhòng. Shìshí shàng, nǐ qīng rú miánhuā.” jawab Yoru tersenyum karena mendengar pernyataan yang lucu dari Ming Ming.*

__ADS_1


“Nà dàgē wèishéme yào fàngxià wǒ ne?” tanya Ming Ming dengan nada dan mimik yang polos.*


Mendengar komentar Ming Ming yang menurutnya sangat lucu itu. Dia dengan sabar memberi tahu alasannya


mengapa dirinya menurunkan Ming Ming walau tidak berat seperti yang dia katakan. “Yīn wéi dàgē xiǎng yào ná zǒu míngmíng qián lǎobǎn liú xià dì nà zhāng zhǐ.” ungkap Yoru sambil menunjukkan kertas yang terbungkus amplop berwarna putih yang terletak di samping kaki kanan Yoru.*


Membuat Ming Ming ikut melihat arah tangan dari kakak laki-lakinya yang baru dia kenal tersebut. Dia


mengangguk kembali dan berkomentar. “Míngmíng míngbái”. *


Mendengar itu Yoru mengelusnya dan memuji dengan sepatah dua patah kata kepada Ming Ming. “Wa, zhège gēgē de jiějiě hěn cōngmíng a.” ungkap Yoru memuji Ming Ming dengan tulus.*


Ming Ming yang baru pertama kali dipuji merasa senang dan malu-malu. Terlihat jelas raut rona yang muncul di pipi tembemnya itu. Dia terdiam namun senang dipuji. Yoru yang melihat sikap Ming Ming yang masih malu-malu tidak


mempermasalahkannya malah dirinya senang melihat reaksi Ming Ming yang malu karena dipuji oleh dirinya. Yoru kemudian mengambil kembali kertas yang sepertinya ditinggalkan oleh pemilik restoran yang gagal menyerang dirinya. Sesudah diambilnya kembali dia mengendong Ming Ming dan membuka amplop tersebut dengan menggunakan tangan satunya yang terbebas dari menggendong Ming Ming. Setelah berhasil mengeluarkan kertas yang berisikan tulisan dia membacanya.


Begitu isi dari pesan yang disampaikan oleh pemilik restoran tempat Ming Ming bekerja. Dia meminta agar Yoru tidak membalas menyerang dirinya. Dia memohon pengampunan karena tindakannya yang sangat dinilai gegabah dan ceroboh.


Yoru yang membacanya akhirnya tidak mempermasalahkan karena dirinya tidak harus menggunakan kekerasan pada saat melakukan negoisasi dan dirinya sangat senang akhirnya tidak harus mengeluarkan uang yang besar untuk membebaskan Ming Ming dan bisa menghemat pengeluaran tersebut untuk menghidupi mereka berdua.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Wah apa alasannya Ming Ming menangis tidak henti? Bagaimana pembebasan Ming Ming? Jawabannya di episode selanjutnya ya.


**Notes : **Jika menemukan tanda * bearti pengertiannya ada di bawah.Untuk bahasa Mandarin, Auhtor menggunakan bahasa Mandarin versi simple atau sederhana.


**Kamus : **

__ADS_1


Míngmíng, nǐ zěnme kūle? Nǐ gǎndào hàipà ma? \= Ming Ming, mengapa kau menangis? Apakah kau merasa ketakutan?


Míngmíng, děng yīxià, wǒ zhànshí xiàtái. \= Ming Ming, sebentar ya aku turunkan sebentar.


Hǎo ba, jiějiě. Wǒ yīdìng hěn zhòng ba? \= Baiklah kak. Pasti aku berat bukan?


Bù, nǐ méi nàme zhòng. Shìshí shàng, nǐ qīng rú miánhuā. \= Tidak, kamu tidak berat kok. Malah kamu ringan seperti


kapas.


Nà dàgē wèishéme yào fàngxià wǒ ne? \= Lalu mengapa kakak laki-laki menurunkanku?


Yīn wéi dàgē xiǎng yào ná zǒu míngmíng qián lǎobǎn liú xià dì nà zhāng zhǐ. \= Karena kakak laki-laki mau


ambil kertas yang sepertinya ditinggalkan oleh mantan bos Ming Ming.


Míngmíng míngbái \= Ming Ming mengerti.


Wa, zhège gēgē de jiějiě hěn cōngmíng a. \= Wah adik perempuan kakak laki-laki ini sangat pintar.


Jīnhòu míngmíng bù zài shì zhè jiā cāntīng de fúwùyuán zhī yīliǎo. Shīfu bùyòng fù qián jiù kěyǐ shìfàng míngmíng.


Wǒ wèi wǒ de wú lǐ gōngjí shīfu ér dàoqiàn. Xīwàng shīfù bùyào huífù wǒ. \= Mulai ini Ming Ming bukan menjadi salah satu pelayan restoran ini. Tuan tidak usah membayar untuk membebaskan Ming Ming. Saya mohon maaf atas kelancangan saya yang berani menyerang tuan. Saya harap tuan tidak membalas saya.


Jangan lupa untuk like, vote, rate, share, gif, dan comment. Dan Auhtor doakan kalian tetap sehat selalu.


Xie Xie dan pay pay.

__ADS_1


__ADS_2