Pertualangan Di Dunia Game

Pertualangan Di Dunia Game
41. Pertama Kalinya Khun Marah


__ADS_3

Pada saat Shibisu dan Wangnan berbincang-bincang membuat teman sebangku Wangnan yang kebetulan datang dari kantin tidak sengaja mencuri dengar sehingga bertanya dengan wajah yang penasaran karena hanya mencuri sedikit itu saja tidak terdengar begitu jelas.


“Kalian, membicarakan siapa, hey Wangnan dan Shibisu,” ucapnya sembari bersemangat jika ada yang menggosip mengenai anak-anak lain yang berada di kelasnya maupun yang tidak ada di kelas mereka.


“Eh, Dan? Kau mengkagetkan aku saja, kau ini, untung jantungku sehat,” ucap Shibisu yang memang benar-benar terkejut akan tingkah Dan yang mengkagetkannya membuat yang diomelin hanya menyengir kuda.


“Hehe, maafkan aku Shibisu, habis keliatannya kau menggosipin orang yang seru, katakan siapa yang kau gosipin?” tanya Dan yang sudah penasaran akan pembicaraan Shibisu dan Wangnan yang sepertinya sedang membicarakan seseorang sehingga jiwa gosipnya langsung saja keluar dari kepribadiannya.


“Aku tidak membicarakan siapa-siapa,” kilah Shibisu yang masih menjaga rahasia mengenai rencana Khun, Wangnan dan dirinya yang hendak mengunjungi Yoru yang lagi koma di rumah sakit.


“Oh, ya, apa begitu?” tanya Dan yang seakan-akan tidak memercayaiperkataan Shibisu yang terkesan mahir menutupi pembicaraan yang dia ikuti.


“Ya, kalau kamu tidak percaya terserah yang penting aku tidak mengatakan mengenai siapa-siapa,” ucap Shibisu berkilah karena dirinya tidak seberapa tertarik dengan gosip mengenai anak di kelasnya maupun di kelas lain.


“Baiklah, kalau kamu bersikeras mengatakannya, aku percaya,” ucap Dan dengan nada dan sikap yang sebaliknya dari perkataannya membuat Shibisu marah karena Dan yang mengejeknya.


“Terserah kamu, aku mau balik ke tempatku dan jangan ganggu aku, Dan,” ucap Shibisu yang berjalan kembali dari mejanya yang tidak jauh dari tempat Dan berdiri karena Shibisu pada awalnya berada di meja Dan yang hanya berjarak di samping mejanya karena Wangnan yang ada di sekitar meja Dan.


Dan tidak mempedulikan Shibisu yang kembali ke mejanya malah Dan menghampiri Wangnan yang sepertinya hendak kabur darinya. Ditangkapnya Wangnan dengan cara menepuk pundaknya dengan cukup keras sembari menanyakan hal yang sama seperti dia tanyakan kepada Shibisu.


Mungkin aku tidak bisa mendapatkannya dari Shibisu tetapi aku bisa mendapatkannya dari Wangnan. Batinnya sembari mendekati Wangnan dan segera menepuk pundaknya Wangnan sebelum Wangnan kabur kembali ke mejanya.

__ADS_1


“Hey, Wangnan, kamu mau kabur dariku ya?” tanya Dan yang seperti sedang menyelidik Wangnan.


Mendengar hal tersebut membuat Wangnan terkejut lantas keceplosan berbicara terhadap Dan.


“Loh, kok kamu tahu, Dan, bahwa kalau aku mau kabur darimu?” tanya Wangnan yang kaget sehingga dengan mudah dirinya keceplosan sehingga membuat Dan menatapnya dengan tatapan sedikit marah tetapi kalem.


“Begitu ya, sudah kuduga sih kalau kamu mau kabur dariku karena melakukan sesuatu ya?” tanya Dan sehingga membuat Wangnan tersadar dan menutup mulutnya yang mudah bocor tersebut.


“Gawat, aku keceplosan, ehh.. bukan begitu maksudku, Dan,” ucap Wangnan yang terburu-buru meralat kalimatnya begitu menyadari jika dirinya keceplosan lalu menutup mulutnya dengan tangannya.


“Sudah telat, Wangnan, aku sudah mendengarkan ucapan jujurmu,” ucap Dan dengan raut wajah yang menurut Wangnan cukup menyeramkan sehingga Wangnan memohon ampun kepadanya.


“A—ampun, Dan, jangan marah, Dan,” ucap Wangnan yang merasakan kesakitan ketika tangan Dan menghampiri dan menarik telingannya sehingga Wangnan memohon ampun membuat Dan berpikir-pikir perlukah melepaskan atau tidak.


“Sungguhan? Baguslah kalau begitu, Wangnan kamu janjilah kepadaku baru aku lepaskan,” ucap Dan membuat Wangnan yang sudah merasakan kesakitan akibat jeweran dari Dan langsung saja berjanji kepada Dan tidak akan menyembunyikan sepata kata terhadapnya.


“Y—ya ampun Dan, iya, iya, aku janji, jadi lepaskan dong, jeweranmu sakit sekali, telingaku sepertinya mati rasa,” ucap Wangnan yang sudah meringis kesakitan.


“Baiklah kalau begitu akan aku lepaskan,” ucap Dan yang langsung melepaskan jewerannya membuat Wangnan mengelus telinganya yang sudah memerah akibat jeweran Dan. Akhirnya aku akan mendengar secara langsung dari mulut Wangnan mengenai apa yang mereka katakan dan juga gosipin. Batinnya sembari menunggu Wangnan selesai dengan rasa sakitnya di telinga yang menjadi korban empuk darinya.


“Karena aku liat kamu sudah tidak seberapa sakit maka aku bertanya, kamu tadi sedang membicarai siapa?” tanya Dan dengan penasaran membuat Wangnan yang masih merasakan sakitnya menjawab dengan sedikit ketus akibat kesakitan yang masih dia rasakan walau tidak separah awalnya.

__ADS_1


“Aku dan Shibisu sedang membicarakan tentang Yoru, ada apa? Puaskan?!” tanya Wangnan dengan nada ketus sembari masih mengelus telinganya yang sakit akibat sasaran empuk dari Dan.


Tidak jauh dari tempat Wangnan dan Dan berada, Shibisu yang mendengarkan percakapan Dan dan Wangnan langsung saja mengumpat dalam hati. Bagaimana tidak suara Wangnan cukup keras membuat Khun sedikit tersentak kaget lalu menatap tajam ke dirinya beserta Wangnan tetapi sepertinya Wangnan tidak terlalu memperhatikan tatapan tajam dan galak dari Khun karena masih memprioritaskan rasa sakitnya.


Dasar mulut ember, tahu begitu aku tidak membicarakannya kepadanya. Batin Shibisu dengan kesal terhadap Wangnan yang mudah ember karena ditakutin atau disakitin.


“Yoru?! Ada apa kau membicarakan tentang anak sok kepedean, dingin dan sok keren itu?” tanya Dan yang dari nadanya tidak suka terhadap Yoru karena suatu hal sehingga dengan berani dia menjelek-jelekkan Yoru dan itu terdengar oleh Khun sehingga Khun yang tadinya diam saja lalu berdiri dan mendekatkan ke arah mereka berdua dengan tatapan tajam dan sedikit marah.


“Kau bilang Yoru apa, Dan?! Yoru tidak pernah mengusikmu tetapi mengapa kau menghinanya terang-terangan di saat dia tidak masuk sekolah ?!” tanya Khun dengan nada amarah namun masih dapat dia tahan sehingga terlihat jelas jika dirinya menahan amarah agar tidak langsung memukul Dan karena menurutnya ucapan Dan sudah sangat keterlaluan.


Berbeda dengan Khun yang sudah terlihat sangat marah, Dan sangat santai bahkan langsung saja mengeluarkan senyum mengejeknya dan mengejek-ejek Yoru dan Khun secara habis-habisan.


”Sudah kuduga, Khun, kau ini anjing yang setia kepada tuannya, asal kau tahu memang Yoru adalah anak yang sok keren yang dengan seenak jidatnya bisa menolak surat pernyataan cinta dari para cewek-cewek, memangnya dia siapa, hah, sehingga bisa menolak dengan gampang?” ucap Dan sengit sembari menghina kedua teman sekelasnya ditambah lagi dia ada dendam kesumat yang membuat Shibisu dan Wangnan akhirnya mengerti alasan apa yang membuat Dan bisa menghina Yoru habis-habisan.


Sepertinya Dan sempat ditolak oleh gadis pujaannya tetapi nahasnya dia melihat adegan gadis pujaannya ditolak secara sadis oleh Yoru. Batin mereka berdua yang melihat Khun dan Dan dengan tatapan yang saling menghina satu sama lainnya.


Aku baru pertama kali melihat Khun marah, karena Khun selama ini orangnya kalem selama berdekatan dengan Yoru. Batin Shibisu yang bisa melihat perbedaan jelas wajah Khun yang biasa dengan Yoru dengan wajah Khun yang sekarang pada saat Khun sedang marah.


Semarah-marahnya Khun, aku baru pertama kali melihatnya sedang meledak karena seperti menahan sesuatu dan sekarang sedang meledak. Batin Wangnan yang ketakutan langsung saja menjauhi kedua orang yang saling bermusuhan karena sedang mencari aman.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Wah.. ada pertengkaran hebat ini dari Khun dan Dan. Bagimana kelanjutannya? Auhtor gantung dahuluya, sampai jumpa di episode selanjutnya. Bye-bye.


Notes : Jika menemukan tanda * bearti pengertiannya ada di bawah.Untuk bahasa Mandarin, Auhtor menggunakan bahasa Mandarin versi simpel atau sederhana.


__ADS_2