Pertualangan Di Dunia Game

Pertualangan Di Dunia Game
40. Jam Istirahat Membicarakan Tentang Menjenguk


__ADS_3

“Maafkan aku, Wangnan, kau tadi berbicara apa?” tanya Khun dengan nada dan raut bersalahnya.


Memangnya kau sedekat apa dengan keluarga Yoru hingga keluarga Yoru mengizinkan kau menjenguk Yoru?” tanya Wangnan kembali mengulang pertanyaan yang dia lontarkan namun belum dijawab oleh Khun karena Khun sempat melamun.


“Ahh… itu ya, aku dekat sekali dengan keluarga Yoru karena aku dengan Yoru adalah sahabat masa kecilnya dan aku juga sering mampir ke kediaman Yoru sehingga kedua orang tua Yoru mengenalku,” ucap Khun mengatakan hubungannya dengan keluarga Yoru.


“Ahh, begitu ya, kau sepertinya teman satu-satunya bagi Yoru karena aku melihat sejak awal masuk dia tidak mendekati siapa pun selain itu kalian satu kelas,” ucap Shibisu yang sejak awal sudah mengamati tingkah laku Yoru yang terlihat tidak ingin akrab dengan siapa pun selain Khun.


“Tentu saja, Yoru sudah menganggapku seperti saudaranya karena dia anak satu-satunya di keluarganya meski dia cukup banyak memiliki saudara sepupu tetapi saudara sepupunya yang sepentaran dengannya itu hanya sedikit. Dan aku juga sudah menganggapnya sebagai saudaraku juga meski aku memiliki satu kakak laki-laki dan satu adik perempuan,” ucap Khun yang membuat Wangnan dan Shibisu cukup terkejut karena mengetahui jika Khun memiliki kakak dan adik sehingga Khun merupakan anak tengah.


“Wah, Khun, aku tidak menyangka kau anak tengah, sama sepertiku,” ucap Wangnan dengan sumringah.


“Sementara kalau Yoru sama sepertiku, aku baru tahu kalau Yoru itu anak tunggal,” ucap Shibisu sembari menunjukkan jari telunjukknya ke arah dirinya sendiri.


“Berarti nanti pulang sekolah, kita tidak usah memberikan oleh-oleh kepada Yoru dong sebagai buah tangan?” tanya Shibisu untuk memastikannya mengenai pesanan yang diberikan Khun kemarin malam pada saat Khun mengabari mengenai acara menjenguk Yoru yang sedang dirawat di rumah sakit yang dirahasiakan oleh pihak keluarga Yoru dan yang mengetahuinya hanya Khun seorang saja.


“Iya, kata tante tidak usah karena kita nantinya akan dijemput oleh pihak keluarga dari Yoru untuk mencegah kebocoran dan menjamin keamanan serta kerahasiaan,” ucap Khun menjelaskan mengenai nantinya ketika mereka akan berkunjung menjengguk Yoru di rumah sakit.


“Kok begitu, mana ada kita menjenguk orang sakit tidak usah membawa oleh-oleh?” tanya Wangnan dan Shibisu bersamaan karena mereka tidak pernah tahu dan sepertinya tidak pernah ada di budaya Indonesia.


“Itu permintaan om dan tante, jadi katanya tidak mau merepotkan kita sehingga tidak usah membawa oleh-oleh,” ucap Khun yang mengerti maksud tujuan perkataan tante yang lewat via whatApps.

__ADS_1


“Begitu ya, tetapi itu juga tidak bagus juga, Khun, tetapi bagaimana jika kita langsung pulang dijemput, kita memang tidak bisa membeli,” ucap Shibisu yang berpikir keras agar mereka tetap bisa membawakan oleh-oleh untuk Yoru yang sedang sakit keras.


“Iya juga ya, memangnya apa sih pekerjaan orang tuanya Yoru sehingga Yoru sakit sampai dirahasiakan?” tanya Wangnan yang penasaran mengenai keluarga Yoru yang terkesan misterius sehingga keberadaan Yoru seperti dilindungi ataupun seperti disembunyikan oleh kedua orang tua Yoru.


“Mungkin kau akan mengetahuinya nanti karena memang keberadaan Yoru sangat dirahasiakan maupun disembunyikan oleh kedua orang tua Yoru, bahkan saja marga Yoru tidak pernah dicantumkan di rapor maupun pendaftaran sekolah sehingga ijazah dan raportnya tidak terdapat marganya,” ucap Khun menjelaskan singkat sehingga mebuat Shibisu dan Wangnan bertanya-tanya siapakah Yoru sebenarnya dan serumit apa keluarga Yoru sehingga marga Yoru tidak ikut dicantumkan di ijazah dan raporsekolah.


“Apa Yoru merupakan anak haram sehingga pihak kedua keluarga Yoru tidak mau memberikan nama marga kepada Yoru?” tanya Wangnan dengan imajinas liarnya membuat Khun menatap tajam kea rah Wangnan.


“Yoru bukan anak haram jadi jangan aneh-aneh memikirkannya, Wangnan,” ucap Khun yang memperingatin Wangnan dan Shibisu agar tidak berucap yang tidak maupun memikirkan hal yang tidak berguna.


“Baiklah, maafkan aku Khun,” ucap Wangnan dengan nada bersalah membuat Khun hanya mengusap wajahnya dan menghela napasnya dengan cukup kasar.


“Baiklah, bukan karena aku tidak ingin kalian menjelekkan Yoru tetapi jika kalian mengucapkan satu kalimat yang menjelekkan Yoru dan itu terdengar oleh om dan tante maka aku tidak bisa memastikan keselematanmu dan keluargamu,” ucap Khun yang tidak ingin kedua temannya mengucapkan sembarangan mengenai kondisi Yoru sehingga bisa membayangkan konsekuensi yang sangat berat yang dapat ditanggung oleh kedua temannya.


“B—baik kami mengerti Khun,” ucap Shibisu dan Wangnan bersamaan.


“Santai saja, aku tidak mempermasalahkannya jika kalian mengerti, itu peringatan sekaligus pemohonanku untuk keamanan kalian,” ucap Khun sembari kembali ke tempat duduknya dan duduk lalu membuka kembali buku paketnya yang masih terletak di atas meja.


...****************...


Di rumah sakit keluarga Kedrict, khususnya di ruangan VVIP tempat Yoru Kedrict dirawat.

__ADS_1


“H—hhmm… kondisi ini merupakan kondisi yang sangat langkah, nyonya Kedrict,” ucap dokter spesialis yang mengecek kondisi tuan muda di pagi hari yang pada saat itu bertepatan dengan mama Yoru yang giliran menjaga putranya dikarenakan suaminya sedang ada urusan sehingga suaminya menyetujui jika dirinya menjaga putra mereka.


“Apa Yoru ada kemungkinan bisa sadar secepatnya?” tanya mama Yoru yang memegang lembut tangan putranya yang keliatan sudah berkurang bobotnya tetapi tidak sampai tinggal tulang yang terbalut kulit sembari menatap lembut wajah tampan dan lucu putranya yang masih enggan membuka matanya.


“Saya tidak bisa memastikannya, nyonya, maafkan saya, untuk progressnya hari ini dia cukup stabil sehingga pihak kami bisa membuatkan makanan yang disesuaikan dengan kondisi tuan muda, saya permisi dahulukarena akan melaporkan kepada pihak dapur karena jam ini adalah jam makan tuan muda,” izin dokter tersebut sembari membungkuk badannya guna menghormati tuan muda dan nyonyanya meski mama Yoru menolak untuk bersikap formal kepadanya.


“A—ahh, baiklah kalau begitu, jangan terlalu formal kepadaku, aku tidak terlalu nyaman,” tolak mama Yoru yang masih sampai saat ini belum terbiasa akan keagunggan dari keluarga Kedrict.


“Tidak bisa nyonya, saya tidak berani, baiklah kalau begitu, saya pamit dahulu,” ucap dokternya yang langsung bergegas meninggalkan ruangan tuan mudanya yang sedang dirawat secara intensif.


...****************...


Sekembalinya Khun ke mejanya, Shibisu dan Wangnan masih membicarakan Yoru secara diam-diam mengenai identitas Yoru.


“Wangnan, apakah kamu tidak penasaran mengenai identitas Yoru?” tanya Shibisu sembari membisikkannya ke telinga Wangnan membuat Wangnan mengangguk karena dirinya juga penasaran mengenai identitas Yoru yang sepertinya sangat dirahasiakan dan juga misterius.


“Iya, aku sangat penasaran, bagaimana denganmu?” tanya Wangnan kembali sembari melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Shibisu kepadanya.


“Aku sungguh juga penasaran, jika Yoru bukan anak haram lantas dia apa sedangkan aku memang tidak memiliki marga karena keluargaku tidak terlalu menggunakan marga karena ayah dan ibuku juga tidak dicantumkan marganya oleh kakek dan nenek buyutku dan kamu juga memilikinya,” ucap Shibisu membuat Wangnan mengangguk menyetujui ucapan Shibisu kepadanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Hmm, kira-kira bagaimana reaksi mereka jika mereka mengetahui marga dari Yoru adalah marga yang sangat berpengaruh di Indonesia dan beberapa negara di Eropa? Penasaran?


Notes : Jika menemukan tanda * bearti pengertiannya ada di bawah.Untuk bahasa Mandarin, Auhtor menggunakan bahasa Mandarin versi simpel atau sederhana.


__ADS_2