
...Hidup tanpa ada tujuan, memang sesuatu yang tidak mudah, apalagi kita hanya mengikuti alur saja....
...---------------...
...Jangan lupa like dan komentar nya ya....
...Terimakasih....
...********...
Kini hari pun telah berganti, Axel dan kedua wanita nya pun kembali ke guild Ryder.
Ketiganya langsung masuk ke dalam guild, ketua guild juga sudah berada di sana menunggu kedatangan Axel dan kedua wanita nya.
"Ketua, kami ingin mengambil penghasilan kami kemarin". Ucap Axel.
"Baiklah". Balas ketua guild.
Lalu ketua guild mengeluarkan satu peti koin emas.
"Ini hasil penjualan mayat hewan beast kemarin dan juga misi sudah aku ikut sertakan ke sini". Ucap ketua guild sambil memegang peti di depannya.
"Semuanya total dari penjualan kemarin, lima puluh juta koin emas". Lanjut ketua guild.
"Untuk misinya, sepuluh ribu koin dan juga kartu nama milik Barsya". Tambah ketua sambil menyodorkan kartu petualang milik Barsya.
"Baiklah jika memang begitu, aku akan langsung pergi saja". Ucap Axel.
Axel langsung saja memasukan semua koinnya, ke dalam penyimpanan nya.
"Untuk daging yang kamu pesan kemarin, sudah aku masukan ke dalam kantong penyimpanan ini, karena tidak ada tempat di sini yang akan menampung daging sebanyak itu". Ucap ketua guild sambil menyodorkan kantong penyimpanan.
"Baiklah, terimakasih ketua karena mau membantu". Balas Axel.
"Aku nitip rumah yang di sini ketua". Lanjut Axel sambil menyodorkan kunci ke arah ketua.
Lalu ketua pun mengambil kunci itu, "kalua begitu, kalian semua harus kembali kemari dengan selamat". Ucap ketua.
"Kalau masalah itu, sudah pasti ketua". Balas Axel.
Setelah berpamitan dengan ketua guild, langsung saja Axel dan kedua wanita pergi dari ruangan ketua.
"Sungguh pemuda yang menarik, suatu hari nama ku akan tersebar ke mana-mana". Gumam ketua sambil tersenyum.
Kini Axel, Zane dan Barsya yang sudah berada di luar guild, Zane langsung menatap ke arah Axel.
"Memang kita akan pergi kemana?". Tanya Zane.
"Lebih baik kita berpetualang, jika kita tidak pergi dan hanya menatap di sini, kita tidak akan ada kemajuan". Jawab Axel.
"Tujuan kita kali ini, ke kerajaan Besta". Ucap Axel.
"Kenapa kita harus ke sana?". Tanya Barsya.
Axel yang mendengar pertanyaan dari Barsya, langsung saja Axel mantap ke arah Barsya.
"Kita tidak hanya ke kerajaan Besta saja, tapi kita akan temui setiap kerajaan". Ucap Axel, sambil tersenyum.
__ADS_1
Zane dan Barsya saling pandang, tidak menyangka jika Axel akan mengelilingi semua kerajaan yang ada.
"Lebih baik kita berangkat sekarang". Ucap Axel.
Keduanya juga setuju, lalu kini ketiga nya pergi meninggalkan perbatasan kerajaan.
Kenapa Axel ingin menemui setiap kerajaan?....
Karena semua itu, Axel ingin mencari keberadaan Dea iblis sebenarnya, apa akan muncul di satu kerajaan atau di kerajaan lainnya.
Tidak hanya itu, Axel juga berencana menemukan tempat dimana dirinya bisa berkembang lagi, karena jika menetap di satu tempat, itu hanya akan menghambat perkembangan dirinya.
"Apa perjalan kita akan jauh Axel?". Tanya Zane.
"Mungkin sampai beberapa bulan, aku pun kurang paham, karena peta yang di berikan oleh ketua guild seperti itu". Jawab Axel.
Memang benar, sebelum nya Axel sudah meminta peta dunia pada ketua, walaupun hanya berupa gambar setia kota kerajaan saja.
Tidak terasa waktu ketiga nya yang telah di tempuh, kini ketiganya sudah berjalan beberapa Minggu di menuju kerajaan Besta.
Kini ketiga nya telah masuk ke dalam hutan yang sangat membentang luas, dalam penglihatan mereka bertiga, hanya melihat betapa luasnya hutan itu yang hanya terdapat pepohonan saja.
"Lebih baik kita istirahat di Hutan ini dahulu". Ucap Axel.
"Baiklah". Balas keduanya.
Lalu mereka bertiga membuat api unggun, lalu Axel mengeluarkan beberapa potong daging hewan beast.
"Kalian bakar dulu daging ini, aku akan menggunakan Kristal yang di berikan oleh kura-kura hitam ini". Ucap Axel.
Lalu Axel Duduk di dekat perapian sambil menggenggam kristal yang di pegang nya.
Kristal yang di pegang Axel, secara perlahan energi yang ada di kristal itu keluar lalu masuk ke dalam tubuh Axel.
Axel merasakan banyak sekali energi yang masuk ke dalam tubuhnya, Axel juga merasa elemen angin dan airnya meningkat.
Setelah beberapa menit kemudian, Axel sudah menyerap semua energi yang ada di dalam kristal tersebut.
"Lumayan capek juga". Gumam Axel.
Lalu Axel kembali mendekati Zane dan Barsya.
"Apa kalian sudah membakar dagingnya?". Tanya Axel.
"Sudah, mari makan bersama". Balas Zane.
Lalu Axel duduk di antara Zane dan Barsya. Ketiganya makan dengan sangat lahap.
Setelah selesai makan, lalu Axel mengeluarkan telur kura-kura hitam di dalam penyimpanan nya.
"Apa yang akan kamu lakukan dengan telur itu?". Tanya Barsya.
"Iya Axel, apa yang akan kamu lakukan?". Timpal Zane.
Axel yang membolak-balikkan telur itu, tiba-tiba Axel merasa energi nya tersedot ke dalam telur itu.
"Ehh". Kaget Axel, karena energi nya tiba-tiba tersedot.
__ADS_1
"Ada apa Axel?". Tanya panik Zane.
"Aku tidak tau, tapi aku merasa telur ini menyedot energi milik ku". Jawab Axel.
Telur yang di pegang Axel, masih saja terus menyedot energi milik Axel.
Sampai tidak lama, telur itu berhenti menyedot energi milik Axel, telur yang di pegang Axel pun mulai retak.
"Apa yang terjadi dengan telur itu?". Tanya penasaran Zane.
"Mungkin mau menetas". Timpal Barsya.
"Iya, kamu benar". Balas Axel.
Lalu ketiganya memandangi telur yang akan menetas, satu persatu kulit telur itu terkelupas, pada saat sudah terbuka dengan benar, ketiga nya melihat bayi kura-kura yang masih kecil.
"Wah, imutnya". Ucap Zane terpesona.
"Iya kamu benar Zane". Timpal Barsya senang.
Kedua wanita itu, memandang bayi-bayi kura-kura yang lucu di tangan Axel.
"Akan kamu beri nama apa, untuk bayi kura-kura ini". Ucap Zane sambil menunjuk ke arah bayi kura-kura.
"Iya Axel, kasih nama yang bagus". Timpal Barsya.
Axel yang mendengar ucapan keduanya, lalu Axel berpikir untuk memberikan nama yang bagus untuk bayi kura-kura itu.
"Bagaimana kalau Kira?". Tanya Axel.
"Bagus". Jawab Zane.
"Ya kamu benar, nama Kira sangat cocok". Timpal Barsya.
Ketiganya hanya memandang bayi kura-kura, yang kini sudah berada di dalam pelukan Axel.
"Kenapa kura-kura hitam itu, mengorbankan dirinya untuk memberi ku kristal kehidupan miliknya dan telur ini". Ucap Axel.
"Mungkin memang sudah takdir mu kali". Balas Zane.
"Bisa jadi, memang akan ada sesuatu yang harus kamu lakukan di masa depan nanti". Timpal Barsya.
Axel yang mendengar ucapan kedua wanita itu, Axel berpikir, mungkin ucapan kedua wanita itu ada benarnya juga.
Tidak mungkin kura-kura hitam memberikan sesuatu yang sangat berharga begitu kepada orang lain.
...-------------...
...Buat para pembaca, jika di antara kalian ada yang suka, author benar-benar senang dengan mendengar nya, jika tidak juga tidak apa-apa....
...------------...
...Jangan lupa like dan komentar nya ya....
...Terimakasih....
...******...
__ADS_1