Petualang Axel.

Petualang Axel.
Kegelisahan ayah David.


__ADS_3

Setelah, apa yang sudah di lakukan oleh Zane dan Barsya. Axel tidak habis pikir, jika mereka berdua akan melakukan dengan sangat kejam. Melihat semuanya sudah terlanjur, Axel hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Arghhhh". teriak David kesakitan.


Semua orang yang melihat anak wali kota kesakitan, ada salah satu warga yang pergi melaporkan kepada wali kota.


Tidak lama setelah itu, datang beberapa prajurit dan seorang pria berkumis tebal.


Pria yang berkumis tebal, melihat ponakan nya kesakitan. Pria berkumis tebal menghampiri David, lalu mengecek keadaan nya.


"Cepat Kelian periksa David". Ucap pria berkumis tebal.


Para prajurit di belakang nya, langsung saja bergegas menghampiri ke arah David. Pada saat mereka sudah berada di dekat David, muka para prajurit langsung pucat.


"Maaf tuan, kondisi tuan muda David sangat parah". Ucap salah satu prajurit dengan gugup.


"Lalu apa yang kalian lakukan, cepat bawa David ke kediaman". Perintah pria berkumis dengan sangat marah.


Pria berkumis itu, sekarang dirinya sedang dalam keadaan sangat marah. Lalu menatap ke arah rombongan Axel dengan tatap marah, lalu berjalan ke arah rombongan Axel.


"Siapa yang sudah melakukan ini pada David?". Teriak marah pria berkumis.


Zane dan Barsya, yang melihat pria berkumis marah pada mereka. Bukan nya takut, keduanya maju dengan lantang.


"Apa anda paman dari pemuda tadi?". Tanya santai Zane.


"Iya". Jawab Pria berkumis.


"Lebih baik, anda mengajar cara sopan santun pada ponakan mu itu. Jika tidak, ponakan anda suatu hari nanti, pasti akan membuat nya mati dengan sangat cepat". Ucap Barsya.


Pria berkumis yang mendengar perkataan dari Barsya, tentu saja membuat pria berkumis itu langsung naik pitam.


Tanpa banyak bicara, pria berkumis langsung menerjang kearah Zane dan Barsya.


"Kalian harus mati". Teriak marah pria berkumis.

__ADS_1


Zane dan Barsya, melihat mereka akan di serang. Keduanya langsung bersiap, Axel hanya melihat saja kedua wanita nya di serang.


Pada saat pria berkumis sudah dekat dengan Zane dan Barsya, kedua wanita itu menyiapkan sebuah pukulan bersama.


"Duarrrrrrr". Suara ledakan, yang terjadi karena beradu pukulan.


Setelah ledakan besar itu terjadi, Terlihat Zane dan Barsya masih di tempat. sedangkan di sisi lain, pria berkumis itu terkapar dengan keadaan yang muntah darah.


"Uhukk". Segumpal darah, keluar dari mulut pria berkumis.


"Siapa mereka sebenarnya, kenapa kekuatan ku yang sudah sampai di level 200 tidak bisa membuat mereka terkapar. Kenapa justru aku sebaliknya yang terkapar, kenapa David mencari masalah dengan orang yang salah". Batin pria itu kesakitan.


Di sisi lain, Axel langsung berdiri dan menghampiri Zane dan Barsya.


"Kalian tidak memukul nya secara kuat bukan?". Tanya Axel.


"Tentu saja tidak, jika kami menggunakan kekuatan kita berdua dengan penuh. Pria tua itu pasti sudah mati sekarang". Ucap Zane.


"Benar Axel, Mungkin kami bisa di bilang. Hanya menggunakan sekitar satu persen kekuatan kami". Timpal Barsya.


Di tempat duduk meja makan, Lina dan Lani melihat kedua saudarinya, membuat keduanya terkejut.


Tidak menyangka, jika keduanya hanya menggunakan satu persen kekuatan. Walaupun Lina dan Lani tau, jika kekuatan ras terkuat sangat hebat. Tapi, kini keduanya melihat secara langsung. Tidak tau kenapa, membuat kedua saudari itu sangat terkesan.


Axel yang merasa tidak mau terlibat ke masalah yang lebih sulit, Axel langsung berjalan menghampiri pria berkumis yang terkapar.


"Apa kau tau, aku tidak bisa menghentikan keduanya pada saat mereka terancam. Ponakan mu sebelum nya mencari masalah dengan mereka berdua, apapun yang barusan kau lihat. Lebih baik kau berpikir, jalan mana yang harus kamu pilih. Jika memang kalian ingin membalas dendam, kami akan selalu menunggu kedatangan kalian". Ucap Axel.


Pria berkumis yang mendengar perkataan dari Axel, tidak tau kenapa membuat nya merasakan sebuah ancaman.


Axel yang sudah memberikan peringatan kepada pria berkumis, langsung berjalan kembali menghampiri para kelompok nya.


"Jika kalian sudah selesai, lebih baik kita pergi dari sini". Ucap Axel.


Setelah mendengar perkataan dari Axel, semuanya langsung pergi dari rumah makan itu. Pria yang berkumis melihat semua nya telah pergi, orang itu langsung merasa lega.

__ADS_1


"Apa tadi sebuah ancaman?". Batin pria berkumis.


Tidak lama setelah itu, dirinya pun sudah mulai bangkit dengan seluruh badan terasa sakit. Pria berkumis itu lalu berjalan ke arah pintu keluar, lalu pergi dari sana.


...****************...


Di tempat rumah wali kota, seorang ibu yang memeluk anaknya dengan sebuah tangisan.


"Aku tidak mau tau, kau harus membalas kan untuk anak kita". Teriak ibu David dengan nada marah.


"Setelah apa yang terjadi, anak kita tidak bisa mempunyai keturunan". Lanjut ibu David.


ayah David yang mendengar perkataan dari istrinya, dirinya juga tau apa yang dirasakan oleh istrinya. Tapi, tidak mungkin jika David terluka begitu saja. Jika tidak ada penyebabnya, Ayah David harus mencari tau terlebih dahulu.


"Aku juga tau itu, tapi ini pasti ada salahnya juga di anak kota". Ucap ayah David.


"Aku tidak mau tau, kau harus membalas kan dendam untuk anak kita. Tidak pedulian anak kita yang salah, balas dendam hanya satu-satunya". Balas ibu David dengan nada marah.


Ibu David kembali ke kamar David, ayah David mendengar apa yang di katakan oleh istrinya. Ayah David merasa pusing, kenapa anaknya selalu mencari masalah di kota.


Semenjak ayah David menjadi wali kota, anaknya selalu membuat keributan dan masalah di kota. Ayahnya selalu memberikan peringatan kepada David, tapi David seakan tidak peduli dengan semua itu.


Tidak lama kemudian, paman David datang dengan luka berat di tubuhnya. Ayah David yang melihat adiknya terluka, langsung saja menghampiri adiknya dengan rasa khawatir.


""Apa yang terjadi dengan mu, adik?". Tanya ayah David khawatir.


"David sudah salah mencari masalah, jika kakak ingin balas dendam, maka balas dendam lah, aku tidak akan ikut campur". Jawab paman David.


Mendengar apa yang dikatakan oleh adiknya, ayah David merasa ada yang salah sejajar awal.


"Apa maksudnya dik?". Tanya bingung ayah David.


"Anak mu mencari masalah dengan orang yang salah, aku sebagai adikmu hanya ingin memberikan sebuah peringatan saja. Lebih baik kakak melupakan balas dendam, orang yang sudah David cari masalah. Bukan orang sembarangan, pilihlah apa yang menurut kakak terbaik". Jelas paman David.


Setelah menjelaskan nya pada kakak, paman David langsung berjalan masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


Ayah David yang mendengar penjelasan dari adik nya, kini dirinya manjadi bingung apa yang harus dilakukan nya sekarang. Jika sampai salah jalan yang di pilih, makan semuanya akan hancur.


__ADS_2