
...Jangan lupa like dan komentar nya ya....
...Terimakasih....
...************...
Axel dan keempat wanita itu pun, langsung menyusuri ramainya kota. Keempat wanita itu, sangat senang bisa melihat keindahan ibu kota.
Setelah beberapa menit keempat nya berjalan, kini keempat nya telah sampai di depan tempat makan.
"Kalian mau pesan apa?". Tanya pelayan.
"Pesanan terbaik saja disini, semuanya ya". Jawab Axel.
Pelayan yang mendengar perkataan dari Axel, langsung saja berjalan ke arah dapur untuk menyiapkan pesanan Kelima orang itu.
"Axel, apa kita perlu mendaftar lagi menjadi petualang?". Tanya Barsya.
"Tidak usah, kita ke sini hanya akan mencari pengalaman saja". Jawab Axel.
Kini ke limanya, sambil menunggu pesanan mereka datang. Kelima lanjut dengan obrolan, sampai banyak yang melihat ke arah mereka.
Tidak lama setelah itu, pesanan yang mereka pesan telah sampai.
Ke lima nya, langsung saja makan dengan sangat lahap.
Pada saat kelimanya lagi makan, ada seorang pemuda dengan di kawal beberapa pengawal. Pemuda itu menatap ke semua orang yang lagi makan, lalu berbalik menatap pengawalnya.
Pengawal yang mengerti dengan tatapan tuan muda nya, salah satu pengawal maju ke depan.
"Buat semua orang, di harapkan untuk pergi meninggalkannya rumah makan ini". Teriak pengawal.
"Tuan muda David ingin rumah makan ini sepi". Lanjut teriak pengawal.
Semua orang yang lagi asik makan di sana, langsung saja berdiri lalu keluar dari rumah makan.
Axel dan rombongan nya, masih tetap melanjutkan makanannya. Axel tidak peduli dengan teriakan pengawal itu, pengawal yang melihat ada orang tidak pergi, lalu menghampiri nya.
"Apa kamu tidak dengar perintah tuan muda David hah". Teriak pengawal.
Zane yang mendengar mereka di teriaki, hampir saja Zane memukul pengawal itu. Dengan cepat Axel menahan pergerakan dari Zane, slalu Axel mantap ke arah pengawal yang meneriaki nya.
"Siapa David, aku tidak kenal". Ucap Axel.
"Lancang". Bentak marah pengawal.
"Dia anak dari wali kota di sini, apa kamu berani melawan nya". Lanjut pengawal itu.
"Aku tidak peduli". Ucap Axel.
__ADS_1
Pengawal yang sudah tidak tahan menahan amarahnya, langsung berjalan ke arah David.
"Maaf tuan muda, ada lima orang yang tidak mau pergi dari rumah makan ini". Ucap pengawal itu sambil membungkukkan badannya.
"Dasar tidak becus, mengurus beberapa tikus saja tidak bisa". Ucap kesal David.
Lalu David berjalan ke arah rombongan Axel, Axel sudah menduga ini akan terjadi.
"Kata pengawal ku, kalian tidak ingin pergi, apa kamu tidak takut dengan ku?". Tanya David.
"Kenapa harus takut, lagi pula aku tidak mengenal mu". Jawab Axel.
"Lebih baik kalian pergi, kami tidak suka kalau lagi makan di ganggu". Ucap Zane.
David langsung memandang ke arah Zane, pada saat itu David sadar. Di meja makan itu, ada empat seorang wanita. David tidak menyadari dari awal, dari awal hanya fokus terhadap Axel yang tidak patuh padanya.
"Nona, kenapa anda marah, lebih baik makan saja dengan ku, aku akan memberikan semuanya kepada kalian. Nona boleh mengajak ketiga teman nona, asal jangan mengajak lelaki itu". Ucap David sambil mengarahkan pandangannya pada Axel.
"Aku tidak tertarik makan bersama mu, kami berempat hanya akan makan bersama tuan kami". Ucap Zane.
David yang merasa di remehkan, langsung saja muka David memerah karena marah. Lalu David memanggil pengawalnya untuk mendekat, lalu David menatap tajam ke arah Axel.
"Kalian semua, bunuh lelaki itu untuk ku, aku tidak mau kalian melukai ke empat wanita itu". Perintah David.
Axel yang mendengar itu hanya tersenyum sinis, Zane dan Barsya langsung dengan sigap siap tempur menghalangi Axel.
"Apa kalian berani memukul kami?". Tanya Barsya.
David yang melihat itu, semakin kesal dengan perilaku Zane dan Barsya.
"Kalian, hajar saja wanita itu, asal jangan sampai mati, aku tidak bisa bermain-main dengan barang yang sudah mati". Ucap David sambil menyeringai.
Zane dan Barsya yang mendengar itu, langsung saja menatap ke arah David dengan tatap membunuh.
Para pengawal David mulai menyerang ke arah Zane dan Barsya. Keduanya melihat itu, tidak menahan kekuatan sama sekali.
Baik Zane dan Barsya, ketiak pengawal itu menuju mereka berdua. Langsung saja dengan cepat, keduanya memukul para pengawal David.
Pengawal yang di hajar oleh Zane dan Barsya seketika langsung mati, David yang melihat itu bergidik ngeri.
Zane dan Barsya yang sudah di ambang kemarahan nya, langsung berjalan ke arah David.
"Apa yang ingin kalian lakukan padaku". Ucap David ketakutan.
"Apa kalian tidak takut, aku anak wali kota ini, apa kalian tidak takut di buru". Lanjut David.
Zane dan Barsya yang mendengar itu, lalu memandang ke arah Axel. Axel yang di pandang oleh Zane dan Barsya, lalu Axel mengangguk kepalanya.
"Kalian tidak usah membuat dia mati, itu hanya membuatnya senang. Kalian buat lah dia cacat, agar menyesal seumur hidup". Ucap Axel.
__ADS_1
Zane dan Barsya yang mendengar perintah dari Axel, langsung saja menyeringai ke arah David.
Sedangkan David sendiri, mendengar apa yang dikatakan oleh Axel. Tentu saja David ketakutan, langsung saja David berjalan kendur dengan rasa ketakutan.
"Apa yang ingin kalian lakukan". Ucap David ketakutan.
"Katanya kamu ingin bersenang-senang". Ucap Zane sambil menyeringai.
"Benar, aku dan saudari ku akan memberikan kesenangan kepadamu". Timpal Barsya.
Zane dan Barsya saling tatap, laku dengan bersama keduanya mengangguk.
Zane dan Barsya dengan cepat menendang kelamin milk David, David yang di tendang alat kelaminnya, seketika pingsan di tempat.
Axel yang melihat itu, tidak tau kenapa dirinya langsung memegang ke arah selangkangannya sendiri dengan wajah yang pucat.
"Aku menyuruhnya menjadi cacat, tapi tidak seperti itu juga kali". Batin Axel merinding.
Zane dan Barsya yang sudah puas melampiaskan kekesalannya, lalu berbalik ke arah meja mereka.
Pada saat keduanya berbalik, Zane dan Barsya mendapati Axel memegang ************ nya dengan wajah pucat, Zane dan Barsya menatap Axel dengan tatapan aneh.
"Axel, kamu kenapa?". Tanya bingung Zane.
"Iya, kenapa wajah mu pucat?" Tanya Barsya.
"Tidak apa-apa". Jawab Axel lirih.
Kini kedua wanita itu kembali duduk.
"Kakak, kalian sangat hebat". Ucap Lina.
"Benar, kalian berdua sangat hebat sekali, sekali pukul langsung pingsan". Timpal Lani.
"Tentu saja kami ini kan hebat". Balas Zane.
"Kalian harus ingat, jika bertemu lelaki seperti itu, kalian hanya perlu menendang ************ mereka, tentu saja mereka akan langsung pingsan sekali pukul". Ucap Barsya.
Lina dan Lani langsung mengangguk, sedangkan Axel hanya bergidik ngeri.
"Kalian berdua tidak merasa berdosa, jika itu aku, lebih baik mati, hidup juga sudah tidak berguna tanpa mempunyai masa depan". Batin Axel.
...--------------------...
...Jangan lupa like dan komentar nya ya....
...Terimakasih....
...*******...
__ADS_1