Petualang Axel.

Petualang Axel.
RAS PERI, LINA DAN LANI.


__ADS_3

...Jangan lupa like dan komentar nya ya....


...Terimakasih....


...********...


Axel yang sudah mulai tersadar Kemabli, Zane dan Barsya mulai mendekat ke arah Axel.


"Axel, bagaimana mana keadaan mu?". Tanya khawatir Zane.


"Kami berdua khawatir dengan mu, sudah tiga hari kamu tidak kunjung bangun juga". Timpal Barsya.


Axel bisa melihat, kedua wanita di depannya begitu khawatir tentang dirinya. Axel benar-benar beruntung bisa bersama mereka, walaupun beda ras, tapi tidak ada yang memanfaatkan satu sama lain.


"Terimakasih karena mengkhawatirkan ku". Ucap senyum Axel.


Zane dan Barsya senang, kini Axel sudah baik-baik saja.


"Apa kalian sudah makan?, Jika belum, ayo kita makan". Ajak Axel.


Tentu saja Zane dan Barsya senang, karena kini mereka bisa makan bertiga lagi. Tidak seperti kemarin-kemarin, makan daging hambar dan perasaan yang khawatir terhadap Axel.


Ketiga yang sudah mulai makan pun, kini hanya di isi dengan obrolan untuk menghilangkan rasa khawatir mereka.


Waktu tidak terasa dengan sangat cepat, kini ketiga nya sudah bangun dari tidurnya.


"Zane, Barsya kita berangkat setelah sarapan nanti". Ucap Axel.


"Apa kamu yakin Axel, kamu baru juga sembuh semalam". Balas khawatir Zane.


"Lebih baik nunggu kamu sehat dulu Axel". Ucap Barsya.


"Bukan begitu maksud aku, lebih baik kita cepat-cepat pergi ke kerajaan Besta. Setelah sampai di sana, kita istirahat di tempat yang lebih layak". Jelas Axel.


"Lebih tepatnya di sebuah penginapan". Lanjut Axel sambil tersenyum.


"Baiklah". Ucap keduanya menyerah.


Ketika alasan Axel sudah muncul, keduanya hanya pasrah dengan apa yang menjadi alasan Axel. Keduanya tidak akan bisa melarang Axel, jika Axel sudah berkata seperti itu.


Kini ketiganya yang sedang sarapan, Axel juga menyisakan beberapa makan untuk nanti di perjalanan.


Setelah semuanya siap, ketiga mulai menuju ke arah kerajaan Besta.


Semakin ketiga nya berjalan, tapi masih belum juga terlihat kota di sana.


"Axel, apa kita istirahat di hutan lagi?". Tanya Zane lemas.


"Mau bagaimana lagi, kerajaan Besta belum terlihat sama sekali". Jawab Axel.


Ketiganya pun memutuskan untuk tinggal di hutan kembali, Axel mendirikan tiga tenda biasa saja. Karena tidak akan lama mereka menginap di sana, jadi lebih baik yang sederhana saja.


Kini ketiga sedang duduk di depan perapian, ketiga sambil memanggang sebuah daging di perapian itu.


Pada saat ketiganya memanggang sebuah daging, ketiga nya menyadari ada seseorang yang mendekat ke arah mereka.


"Axel, seperti nya ada seseorang yang mendekat ke arah kita". Ucap Zane.

__ADS_1


"Kamu benar". Balas Axel.


"Apa kita lihat saja". Ucap Barsya.


"Kita tunggu saja di sini, siapa tau dia akan ke sini". Balas Axel.


Tidak lama Axel berkata, datang dua orang yang tubuhnya agak kecil dari Axel. ketiganya melihat dua orang itu memliki sayap di belakang nya, dua orang itu memiliki kuping yang runcing seperti elf.


"Maaf, apa kalian bisa memberikan kami sedikit makanan". Ucap salah satu orang yang bersayap.


Zane yang mendengar itu, langsung menatap ke arah Axel. Axel tentu saja setuju, bagaimana juga orang lain butuh bantuan pada mereka.


"Kemari, duduk sini". Ucap Zane.


"Kami masih memiliki beberapa makanan di sini". Lanjut Zane.


"Iya benar, ke sini saja". Timpal Barsya.


Kedua orang itu, langsung mendekati ketiganya. Keduanya duduk, lalu melahap makanan yang sudah makanan.


Axel yang melihat keduanya, ternyata mereka seorang wanita. Axel masih heran dengan mereka, kenapa keduanya memiliki sayap.


"Apa kalian ras elf?". Tanya Axel penasaran.


Kedua wanita itu saling tatap, salah satu dari mereka lalu mengangguk.


"Kita bukan ras elf, tapi kami ras peri". Ucap salah satu.


"Walaupun kami punya kupon yang bentuknya sama dengan ras elf, tapi tubuh kami lebih kecil dari ras elf dan mempunyai sayap". Lanjutnya.


Salah satu ras terkuat, tapi kini ketiga nya melihat ada di depan mereka.


"Oh iya, maaf jika kami berdua belum memperkenalkan diri". Ucap salah satu.


"Aku Lina, ini adik ku Lani". Ucap Lina.


"Aku Zane, ini Axel dan Barsya". Balas Zane, sambil menunjuk ke arah Axel dan Barsya.


"Kalau begitu, maaf jika merepotkan kalian". Ucap Lina.


Lina orang nya sangat enak di ajak bicara, berbeda dengan Lani. Lani kebalikan dari kakaknya, Lani sangat pendiam.


"Kenapa kalian berdua sampai di sini?". Tanya Axel.


Lina dan Lani saling menatap, lalu keduanya menunduk setuju.


"Kami ada masalah di keluarga kami, yang membuat kami berdua di usir dari ras peri". Ucap Lina.


Zane dan Barsya yang mendengar itu, tentu saja keduanya merasa kasihan. Keduanya, menatap Lani dan Lina dengan perasaan yang memprihatinkan.


"Apa kalian tidak ada tujuan mau kemana?". Tanya Zane.


"Kami tidak memiliki tujuan". Ucap Lina sedih.


Zane dan Barsya mendengar itu, keduanya langsung saling tatap. Lalu keduanya menatap ke arah Axel, lalu keduanya mengangguk setuju ke arah Axel.


Sedangkan di sisi lain, Axel sendiri bingung dengan kelakuan Zane dan Barsya.

__ADS_1


"Lani, jika kamu mau, kamu ikut saja dengan kami". Ucap Zane.


"Kalian bisa melakukan kontrak dengan Axel". Lanjut Barsya.


Axel yang mendengar itu, tentu saja terkejut. Ternyata maksud dari keduanya itu, lalu Axel memandang ke arah Lina dan Lani.


"Jika kalian mau, aku juga tidak akan mempermasalahkan nya". Ucap Axel.


Lina dan Lani saling tatap, lalu mengangguk setuju.


"Baik, kami melakukan kontrak denganmu". Ucap Lina.


"Jika itu tidak masalah buatmu". Lanjut Lina.


"Memang nya apa masalah nya?". Tanya Axel bingung.


"Biasanya manusia tidak bisa melakukan kontrak dengan lebih dari satu beast, apalagi ras terkuat, satu saja mereka tidak akan sanggup". Jelas Lina.


Zane dan Barsya mendengar itu, langsung saja keduanya bingung. Keduanya juga baru sadar, kenapa Axel bisa melakukan banyak kontrak, terlebih lagi ras kuat.


"Aku juga tidak terlalu mengerti soal itu, tapi Zane dan Barsya pasti kamu sudah tau". Ucap Axel.


"Mereka juga merupakan salah satu ras terkuat". Lanjut Axel.


Lina dan Lani laku setuju, bagaimana juga sudah ada bukti Zane dan Barsya.


"Baiklah, kami setuju untuk berkontrak dengan mu". Ucap Lina.


Lalu Axel, Lina dan Lani berdiri saling berhadapan.


Axel langsung menyayat satu jarinya, lalu diteteskan dari itu di tangan kiri Axel.


"Aku akan melakukan kontrak dengan kalian".


"Dengan ini kita akan sudah dan senang akan selalu bersama".


"Jawab pertanyaan ku, siapa nama kalian".


Lina dan Lani yang kehilangan akalnya, langsung saja spontan menyebut nama mereka.


"Lina, Lani". Ucap bersamaan.


Setelah mengucapkan itu, dari tangan Axel keluar cahaya merah. Cahaya merah itu melesat ke arah keduanya, laku membentuk sebuah tato di setiap tangan kanan Lina dan Lani.


"Apakah sudah selesai?". Tanya Lina.


"Coba kalian lihat di tangan kanan kalian". Ucap dengan Zane.


Lina dan Lani langsung melihat ke arah tangan kanan mereka, keduanya kaget pada saat melihat sebuah tato di tangan kanan mereka.


...---------------...


...Jangan lupa like dan komentar nya ya....


...Terimakasih....


...**************...

__ADS_1


__ADS_2