Petualang Axel.

Petualang Axel.
SAMPAI DI IBU KOTA KERAJAAN BESTA.


__ADS_3

...Jangan lupa like dan komentar nya ya....


...Terimakasih....


...*********...


Setelah pada malam hari di hutan, Axel telah melakukan dua kontrak dengan di wanita peri.


"Zane, apa kamu menyimpan beberapa pakaian?". Tanya Axel.


"Iya, aku menyimpannya". Jawab Zane.


Lalu, Axel melihat ke arah Lina dan Lani. Axel bingung, bagaimana caranya agar sayap di belakang mereka tidak kelihatan saat memakai pakaian.


"Zane, bagaimana dengan masalah sayap di punggung mereka?". Tanya Axel.


Zane yang mendengar itu, langsung saja menatap ke arah Lina dan Lani.


"Kamu benar Axel, walaupun memakai pakaian, akan sulit jika ada sayap di belakang mereka". Ucap bingung Zane.


Lani yang mendengar itu, langsung saja berbicara untuk pertama kali nya.


"Ka-kami bi- sa meng-hi-lang-kan sa-yap ka-mi". Ucap gugup dan malu Lani.


Mereka semua terkejut, mendengar Lani Berbicara, terkecuali Lina.


"Lani, kamu berbicara". Ucap terkejut Barsya.


"Tapi kamu sangat imut sekali saat berbicara". Lanjut Barsya senang.


"Benar Barsya, dia yang malu-malu itu, bikin dia tambah lucu". Timpal Zane.


Lani sendiri yang mendapatkan perilaku seperti itu, tentu saja wajahnya tambah malu.


Axel yang mendengar dari perkataan Lani, langsung saja Axel menatap ke arah Lina.


"Apa benar kalian bisa menghilangkan sayap kalian?". Tanya Axel.


"Benar". Jawab Lina.


"Tapi sebagai gantinya, kami tidak bisa menggunakan sihir kami". Lanjut Lina.


Axel mendengar itu, sedikit aneh dengan penjelasan yang diberikan oleh Lina.


"Maksud kamu, jika kamu mengeluarkan sihir, maka sayap mu akan terlihat?". Tanya Axel.


"Benar". Jawab Lina.


"Kalau begitu, kamu usahakan jangan menggunakan sihir ya". Ucap Axel.


"Baik". Balas Lina.


Lina dan Lani mulai menghilangkan sayap di punggung mereka, setelah menghilang sayap mereka. Keduanya langsung memakai pakaian, pakaian yang sudah Zane perkecil lagi.


Tidak lama setelah itu, Lina dan Lani menghilangkan sayap mereka. Kini, keduanya memakai pakaian yang di berikan Zane.


"Wah, ternyata pas sekali". Ucap senang Zane.


"Terimakasih kak". Ucap Linda dan Lani senang.


"Sama-sama". Balas Zane.


Setelah semuanya telah beres, lalu kelima orang itu tidur di sana.


Kini waktu dengan cepat telah berganti, kini hari sudah menyambut sinar matahari.

__ADS_1


"Axel, kita berangkat sekarang saja". Ucap Zane.


"Baiklah". Balas Axel.


Kini kelima orang itu, langsung melanjutkan perjalannya ke kerajaan Besta.


Di dalam perjalanan menuju kerajaan Besta, Lina dan Lani sangat senang bermain dengan kira si bayi kura-kura.


Waktu pun tidak m terasa dengan cepat, kini kelima nya telah sampai di pintu masuk perbatasan kota kerajaan Besta.


Axel dan lainnya di hadang oleh beberapa pengawal.


"Tunjukan tanda pengenal kalian?". Tanya pengawal.


"Tanda pengenal kami hilang". Jawab Axel.


"Kalau begitu, bayar satu orang atau koin emas". Ucap pengawal itu.


Lalu Axel memberikan lima koin emas, rombangan Axel di perbolehkan untuk masuk.


"Langsung buat tanda pengenal kalian, setelah itu jangan hilangkan lagi". Ucap pengawal itu.


"Baik". Balas Axel.


Kini kelimanya langsung masuk ke dalam, di dalam kota itu sangat ramai sekali orang yang beraktivitas.


Terlihat Lina dan Lani ketakutan, Zane yang melihat itu hanya tersenyum.


"Kalian tidak perlu takut seperti itu". Ucap senyum Zane.


"Mungkin mereka belum terbiasa Zane". Ucap Barsya.


"Ya, memang benar, aku juga pertama begitu, tapi lama-lama juga terbiasa". Balas Zane.


Axel tidak bisa berbuat apa-apa, Axel hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Kita cari penginapan terlebih dahulu, setelah itu kalian boleh jalan-jalan". Ucap Axel.


"Asyik". Teriak Zane dan Barsya.


Lina dan Lani, sangat bingung dengan kelakuan Zane dan Barsya. pasalnya keduanya sudah besar, tapi mendengar perkataan dari Axel seperti anak kecil.


"Kenapa kalian sangat bersemangat begitu?". Tanya Axel sambil menyapa Zane dan Barsya.


"Tentu saja, kita bisa belanja, benar buka Barsya?". Tanya Zane.


"Benar tuh". Jawab senang Barsya.


"Apa sebagai itu berbelanja?". Tanya Lina bingung.


"Nanti kalau ada akan tau, kita akan pergi bersama nanti". Jawab Zane.


Lina dan Lani hanya saling pandang saja, keduanya hanya menurut.


Kini kelima telah sampai di sebuah penginapan, lalu Axel masuk dan berjalan ke arah meja resepsionis.


"Mau menginap untuk berapa orang tuan?". Tanya pelayan.


"Lima, tapi pesan dua kamar saja". Jawab Axel.


"Baik tuan, untuk berapa hari?". Tanya pelayan.


"Seminggu terlebih dahulu". Jawab Axel.


"Baik, jadi totalnya lima koin emas tuan". Ucap pelayan.

__ADS_1


Axel langsung mengeluarkan lima koin emas, lalu Axel memandang ke arah empat wanita di belakang nya.


"Ini, buat kalian belanja, aku tunggu kalian di penginapan". Ucap Axel sambil memberikan sekantong koin.


"Terimakasih Axel". Balas Zane senang.


Zane dan Barsya langsung menarik lengan Lina dan Lani, sedangkan Lina dan Lani sangat bingung dengan kelakuan Zane dan Barsya.


Axel yang melihat kelakuan wanitanya, Axel hanya bisa menggelengkan kepalanya. Lalu Axel berjalan ke arah kamarnya, Axel merasa ingin sekali membersihkan badannya yang lengket.


Kini Axel telah selesai mandi, setelah mandi Axel berbaring di ranjangnya.


Tidak lama setelah Axel berbaring, keempat wanita yang tadi berbelanja pun. Kini, ke empatnya sudah berada di depan pintu kamar Axel.


Tok tok tok.


Suara ketukan pintu.


Axel yang mendengar itu, langsung saja Axel membuka pintu kamarnya.


"Kami pulang". Teriak Zane.


Langsung saja ke empat wanita itu masuk ke dalam kamar Axel, Axel sendiri menatap bingung dengan kelakuan ke empat wanita itu.


"Kak Zane, ternyata menyenangkan ya". Ucap senang Lina.


"Benar kak, aku juga tidak menyangka". Timpal Lani.


"Makanya apa Kakak bilang, nanti kalian berdua akan terbiasa". Balas Zane sambil tersenyum.


Barsya sendiri hanya tersenyum melihat kelakuan Zane, ini juga pertama kalinya bagi Barsya.


Axel yang tadi bengong di depan pintu masuk, lalu Axel berjalan menghampiri mereka berempat.


"Apa saja yang kalian beli?". Tanya Axel.


"Kami beli pakaian kak". Jawab Lina senang.


"Benar kak, ternyata belanja sangat menyenangkan". Timpal Lani.


"Benar Axel, kami hanya belanja beberapa saja". Ucap Zane.


Axel mau percaya bagaimana dengan ucapan Zane, di tempat tidur Zane. Banyak pakaian mereka berempat, tempat tidur Axel sampai tidak kuat.


"Bilang nya beberapa saja, tidak tau nya kasur ku saja sampai tidak kuat". Batin Axel.


"Kamar kalian ada di samping ku, setelah selesai langsung pindahkan ke kamar kalian". Ucap Axel.


"Setelah ini kita cari tempat makan". Lanjut Axel.


"Baik". Ucap bersamaan.


Setelah berkata, Axel langsung menunggu keempat wanita di depan penginapan.


Tidak lama berlalu, keempat wanita turun dengan senyuman.


"Kalian telah selesai?". Tanya Axel.


"Sudah". Jawab keempat.


...-------------------...


...Jangan lupa like dan komentar nya ya....


...Terimakasih....

__ADS_1


__ADS_2