
Di tempat lain, tepatnya di kediaman David.
Ayah David sangat bingung, dengan langkah apa yang harus di lakukan oleh nya. harus membalas dendam apa yang terjadi pada anaknya, apa mendengarkan kata adiknya.
"Apa yang harus aku lakukan, aku tidak mau terjadi apa-apa dengan keluarga ku. Tapi aku juga tidak mau mencari masalah yang tidak kuat aku hadapi, apa yang harus aku lakukan". Gumam ayah David.
Ayah David di buat frustasi dengan apa yang hari ini terjadi, dirinya benar-benar tidak tau harus berbuat apa.
Jika apa yang di katakan oleh adiknya adalah suatu kebenaran, maka akan sangat berbahaya untuk seluruh keluarga nya.
Sedangkan di tempat lain, di tempat rumah makan.
Axel dan yang lainnya, kini mereka berjalan keluar rumah sambil menatap pemandangan di ibu kota.
"Kenapa sangat bahagia sekali hari ini ya". Ucap Zane.
"Iya, benar sekali Zane. Aku merasa sangat senang sekali". Timpal Barsya.
Lina dan Lani juga tersenyum mendengar apa yang di katakan oleh Zane dan Barsya. Sedangkan di sisi lain, Axel sendiri hanya menggelengkan kepalanya.
"Kenapa mereka tidak merasa bersalah, mereka telah menghancurkan masa depan seseorang". Batin Axel.
Setelah apa yang Axel lihat di tempat makan tadi, tentu saja Axel melihat apa yang telah mereka lakukan pada David. Benar-benar bisa membuat semua laki-laki takut, mereka sangat tidak punya perasaan dengan apa yang telah mereka lakukan.
Pada saat Axel dan yang lain berjalan menuju ke tempat penginapan, tidak sengaja ada yang menyenggol Lina.
"Aduh". Pekik Lina.
Axel dan yang lainnya, melihat Lina yang jatuh. Langsung saja mereka membantu Lina, lalu melihat siapa yang menyenggol Lina.
"Aduh maaf, aku benar-benar tidak sengaja". Ucap orang yang menyenggol Lina.
"Tidak apa-apa, aku juga yang salah. Karena tidak melihat jalan dengan benar". Balas Lina.
Lalu Lina mulai bangun di bantu oleh Zane, Axel lalu berjalan menghampiri ke depan orang yang menyenggol Lina.
"Apa kah kamu sengaja?". Tanya Axel, sambil menatap orang itu curiga.
Tidak mungkin orang itu hanya tidak sengaja menyenggol Lina, Axel tau apa maksud dari orang itu. Pada saat Lina terjatuh tadi, terlihat tatapan mengerikan dari orang yang menyenggol Lina.
"Tidak, aku benar-benar tidak sengaja". Ucap orang itu membela diri.
__ADS_1
Axel menatap dengan lekat orang itu, lalu setelah itu memalingkan tatapan nya.
"Pergilah". Ucap Axel.
Orang yang menyenggol Lina, langsung pergi dari sana setelah mendengar apa yang di katakan oleh Axel.
Wanita nya lainnya pun, merasa ada yang aneh sama orang yang menyenggol Lina tadi.
"Lebih baik kita segera pergi ke penginapan, tidak akan baik jika kita terus berada di luar". Ucap Axel.
Wanita yang lainnya pun setuju, lalu mereka mulai pergi menuju ke tempat penginapan.
***
Di tempat lain, orang yang menyenggol Lina. Orang itu sudah berada di tempat lain, tidak ada yang tau tempat itu.
Di depan orang yang kini berada di suatu ruangan, dia adalah seorang perempuan.
"Nyonya, aku melihat orang yang di maksud. Pria itu bersama empat perempuan". Ucap orang itu.
"Bagus lah kalau kau sudah betul menemukan mereka, kamu gambar sketsa wajah yang pemuda. Lalu kamu pergi ke tempat pembunuh hitam, kabarkan saja kalau itu perintah dari ku". Ucap wanita itu.
Di seseorang memerintahkan ke kelompok itu, tentu saja bayaran pun tidak akan kecil. Rata-rata dari mereka, akan meminta bayaran yang setimpal dengan misi yang di terima.
Seseorang yang di perintahkan oleh nyonya, kini sudah berada di tempat seperti sebuah gedung yang agak besar dan sedikit kotor.
Tidak ada seorang yang berani mendekat ke tempat itu, tempat itu seperti tempat yang tidak terurus sama sekali.
Orang yang di perintahkan pergi ke tempat pembunuh bayaran hitam, orang itu sudah masuk dengan sebuah kertas di tangannya.
Orang yang di suruh itu, pada saat masuk merasakan seluruh badan nya seperti bergetar hebat.
Tidak lama setelah itu, orang itu telah sampai di tempat sebuah ruangan yang khusus untuk penerimaan misi.
"Permisi, aku ingin menyerahkan sebuah misi". Ucap orang itu.
"Boleh jelaskan terlebih dahulu?". Tanya seorang resepsionis penerima misi.
Orang yang membawa kertas, langsung saja membuka kertas itu di depan resepsionis.
"Orang yang ingin tuan ku inginkan adalah orang yang ada di gambar ini". Ucap orang itu sambil menunjuk ke arah gambar sketsa Axel.
__ADS_1
"Tuan ku akan memberikan imbalan sebesar tiga puluh ribu koin emas, aku membawa sebagai dana jalan terlebih dahulu sebesar sepuluh ribu koin emas". Lanjut orang itu.
Seorang resepsionis yang mendengar penjelasan orang di depannya, tentu saja dirinya kaget. Misi yang di tawarkan oleh orang di depannya sebuah harga yang fantastis, sudah jelas orang yang di incar oleh mereka tidak biasa.
"Baik, aku akan memerintahkan pasukan pembunuh bayaran elit di kelompok kami". Ucap resepsionis.
"Anda tidak perlu khawatir, anda tinggal bilang saja pada tuan mu, untuk menunggu orang yang di incar nya". Lanjut resepsionis.
Orang yang di suruh menyerahkan misi, tentu saja dirinya senang mendengar apa yang di katakan oleh resepsionis tadi. Tuan nya sudah pasti senang dengan kabar yang di bawa nya nanti, dirinya juga akan mendapatkan sebesar hadiah dari tuannya.
"Kalau memang seperti itu, aku berterima kasih padamu ". Ucap orang itu.
"Kalau begitu aku pergi dulu". Lanjut nya .
Orang itu langsung pergi meninggalkan ruangan tersebut, resepsionis masih menatap ke arah sketsa wajah Axel. Resepsionis itu seperti ada yang janggal, hati resepsionis itu sangat tidak tenang.
"Sebenarnya apa yang terjadi, aku merasa ada yang tidak beres berurusan dengan orang ini". Ucap resepsionis itu, sambil menatap ke arah sketsa wajah Axel.
Resepsionis itu tentu saja tidak bisa melakukan apapun, dia hanya bisa menyerahkan tugas itu pada ketua pembunuh hitam.
Resepsionis langsung pergi meninggalkan ruangan nya sendiri, lalu pergi menuju ke ruangan ketuanya.
Tok tok tok.
"Masuk". Ucap seseorang dari dalam.
Resepsionis langsung masuk, setelah mendengar suara dari dalam.
Resepsionis itu masuk ke dalam ruangan, di dalam ada seorang pria baya yang duduk dengan angkuh.
Orang itu seorang ketua dari pembunuh hitam, seorang yang sudah terkenal di dunia dan menjadi buronan di setiap kerajaan.
Tidak ada yang mengenal ketua itu, seorang yang telah terkenal dalam pembunuhan.
"Ada kabar apa?". Tanya ketua.
"Saya membawa sebuah misi dengan hadiah yang sangat besar". Ucap resepsionis.
Resepsionis itu langsung menerangkan apa yang di dapat nya tadi, ketua yang mendengar itu sama dengan resepsionis yang terkejut.
Seorang yang kali ini menawarkan hadiah dengan imbalan yang sangat besar, siapa yang tidak tergoda dengan harga yang sangat besar itu.
__ADS_1