
Pertunangan Deon dan Nina, di meriahkan di salah satu jakarta pusat. Hotel berbintang lima dengan rancangan dan dekorasi mewah. Banyak para undangan datang menyambut pertunangan mereka.
Helen dan Bryan menyambut tamu yang datang, Helen memakai busana terusan selutut lengan panjang warna hijau tua.
Cantik banget untuk di dirinya, Bryan sampai kagum walaupun sudah berbadan dua tetap saja masih cantik.
Deon dan Nina di pertunangan memang di rencanakan untuk melanjutkan nanti di jenjang pernikahan setelah semua selesai proyek milik Deon sendiri.
Helen yang berbadan tiga bukan dua tapi tiga. Memiliki buah hati kembar bukanlah mudah di bawa ke sana-sini. Tetap saja Helen tidak ingin bermanja, ia lebih suka jalan kaki mondar - mandir membuat suaminya mengekori takut terjadi sesuatu padanya.
"Jadi kapan ini lahirnya? Sudah tidak sabaran lihat ponakan lucu. Kira-kira bakalan mirip siapa nih?" tanya Sera divisi admin HRD.
"Pastinya mirip aku dong! Tidak mungkin mirip orang lain kan?!" jawab Helen ketawa bersamaan dengan lainnya.
"Tapi, ngomong-ngomong saat mbak Helen menikah dengan Pak Bryan. Pak Bos makin baik ya sama kita-kita. Tahu enggak saat Mbak Helen waktu pertama hamil. Si Pak Bryan sampai bolak-balik tanya sama Ibu Susan soal kehamilan. Benaran itu momen yang sangat lucu banget." Gosip para arisan staf PT. Bryant Grup.
Helen sih senyum, ia tahu dari Nina menceritakan padanya. Bryan benar sangat antusias menjaga kehamilannya. Sekarang saja dia sedikit lelah saat masa kehamilan Helen menuju bulan Ke 4. Masih bulan ke-4, 5 bulan lagi bagaimana nantinya. Apa Bryan tidak panik sama istrinya saat akan proses persalinan.
"Jadi, mbak Helen sudah rencana melahirkan normal apa caesar?" tanya Kimmy.
__ADS_1
"Sepertinya normal, ya, lihat saja bagaimana nanti si Bryan nya. Takutnya nanti tidak kuat proses persalinan normal." jawab Helen.
"Iya sih, caesar juga bagus." ucap Leni.
"Betul itu."
Sedangkan Bryan sedang bercengkrama tiba seseorang datang menyambut Bryan di sana. Tentu Bryan berkesima diam saat melihat seorang yang pernah memecat dari perusahannya. Siapa lagi kalau bukan Cindy Amora. Cindy yang dulu posisi accounting.
Helen menghampiri Bryan, lalu mengapit lengannya. Bryan tentu paham maksud Helen apa mengapit lengannya tentu cemburu dong.
"Selamat ya, Pak. Sudah menikah. Maaf kalau saya tidak hadir di acara pernikahan bapak dan ibu Helen." Cindy menyambut selamat. Walau terlambat tapi tetap saja menyambutnya hangat.
"Iya tidak apa-apa. Jadi kamu sekarang datang bersama siapa?" Bryan balas tentu hormat dan sopan.
"Oh ..."
"Iya, Pak. Kalau begitu mari saya permisi dulu." Cindy meninggalkan mereka berdua.
Bryan melirih Cindy tanpa kedip sedikit pun. Helen sudah lihat dari tadi lalu melepaskan jepitan lengan Bryan. Lebih memilih pergi darinya. Bryan menahannya, Bryan sengaja biar istrinya cemburu tidak mungkin dong berbadan tiga Bryan tidak mencintainya lagi. Malah makin cinta.
"Jangan cemberut begitu, nanti aku cium di sini biar yang lain lihat." Helen langsung memasukkan bibirnya kedalam biar Bryan tidak bisa menciumnya.
__ADS_1
Bryan tertawa lepas begitu gemas sikap istrinya ini. Bryan bawa Helen ke suatu tempat. Taman indah, untuk mereka berdua pertama kali Bryan menyatakan perasaan yang sesungguhnya.
"Kamu masih ingat, pertama kali saat aku mengajak kamu di pesta pertunangan sahabat Ayahku?" Bryan mulai mengingat kembali memori pertama saat Helen masih menjadi sekretaris nya.
"Masih, lelaki yang ngotot meminta aku menerima perasaanya." Balas Helen menyandarkan kepala di bahu Suaminya. Bryan menyambutnya.
"Lalu saat itu, kamu menerimaku di rumah sakit saat kamu overdosis makan durian."
"Kalau di pikir - pikir durian aku jadi ingin makan." Helen menatap Bryan mengharap agar dirinya berikan.
"Tidak boleh. Kamu masih hamil, lain kali saja makan setelah melahirkan."
"Tapi, aku mau sekarang bagaimana dong!" Helen mengekspresikan memohon.
Bryan mendengkus panjang, tetap ia tidak mengizinkan. Ia takut janin nya tidak akan kuat menerimanya.
"Lain kali saja ya, Sayang. Kalau tidak alpukat saja, tidak kalah enak kok dari durian."
"Enggak! Aku mau durian!"
"Belah durian saja mau?"
__ADS_1
"BRYAAANN!!"
Bryan menutup kedua telinganya, kalau Helen sudah mengaum tidak akan bisa membantah lagi.