
Tubuh Alana gemetar menahan tangis,Affan segera memeluk mamanya dan mengumankan kata penenang.Daffa yang yang melihatnya mengusap mukannya kasar lalu mengode Affan untuk melepaskan pelukkannya
Daffa berlutut di hadapan mamanya saat Affan sudah melepas pelukannya,Daffa tau perkataan terpanjangnya ini menyakiti mamanya tapi dia hanya ingin mamanya sadar,hanya itu tak lebih
"Ma maaf kalau Daffa nyakiti mama tapi Daffa bener bener pengen mama ngerti keadaan kita.Kalau mama pengen El balik sembuh ya ma,ini demi kebaikan kita bersama" bujuk Daffa lembut
Untuk hari ini dia akan menon-aktifkan sifat dinginnya,Alana menganggukkan kepalannya lalu memeluk ke-dua putranya
"Maaf,maafi mama ya nak" lirih Alana di sela tangisannya
"Kami gak perlu maaf mama,kami perlu mama sehat" bisik Daffa
Di kejauhan Daniel mengusap air matanya lalu berpaling melihat kakak ke-duanya,Daffan.Daffan yang merasa di perhatikan menatap Daniel lalu mengacak rambut pemuda itu dan langsung pergi
Daniel hanya diam menatap punggung kakaknya yang mulai menjauh,dan dengan langkah pasti Daniel mendekat ke arah ke-dua kakaknya dan mamanya saat melihat mereka sudah tenang.
"MAMA!" teriak Daniel heboh
Alana tersentak lalu tersenyum dengan mata sembab,Daniel pura pura tidak tau apa yang terjadi
"Aku bakal lomba basket antar sekolah ma" ucap Daniel bangga
__ADS_1
"Benarkah?" tanya Alana
"Bener dong masa boong,Daniel kan pinter basket" kembali Daniel membanggakan diri
Alana yang melihatnya terkekeh,dia seharusnya tak larut dalam kesedihannya.Ada lima pria yang menunggunya untuk selesai berduka maka dari itu demi ke-empat putra dan suaminya.Alana akan kembali bangkit,kalau pun benar akan terjadi hal buruk pada El dia hanya akan mempasrahkan El pada Tuhan
.
.
.
Kembali Stella melihat kejadian yang tak tau antara dunia nyata atau palsu,berbagai serangkaian kejadian demi kejadian.Di mana dia melihat seseorang sepertinya sedang bermain dengan anak anak,ada juga saat dia sedang menaruh kepalanya di atas pangkuan seorang wanita paru baya yang memiliki mata teduh.
Dengan memilih keputusan yang menurutnya malah tak ada pilihan,Stella selalu menontonnya dan menonta hingga dia merasa jenggah.Kenapa rasanya terus hampa,kembali tubuhnya terhempas di sebuah kejadian dimana ada dua gadis remaja yang memiliki muka sama tapi...kenapa wajah mereka mirip dirinnya.
Sekiranya itu yang ada di pikiran Stella,satunya berpakaian feminim satunya tomboy.Mereka begitu mirip dan entah kenapa Stella tiba tiba merasa degub-pan jantungnya saat matanya bertatapan dengan tatapan gadis yang ber-style tomboi.
Gadis itu mendekat ke arahnya lalu mengelus rambutnya saat Stella masih dalam loading.
"Pulang lah nak semuanya merindukan mu" bisik gadis itu dan saat itu lah Stella merasa semuanya....gelap
__ADS_1
.
.
.
"Ada yang bisa kami bantu bu?" tanya seorang polwan muda ke bunda Reni
"Saya memiliki panti asuhan dan sekarang saya kehilangan salah satu anak asuh saya" lapor bunda Reni cemas
"Kalau boleh tau kapan kejadiannya?" tanya polwan itu lagi
"Sebanarnya kajadian ini baru tadi siang tapi saya sangat khawatir " jawab bunda Reni tak nyaman
"Maaf bu,laporan bisa di terima saat sudah 24 jam" jelas polwan
Bunda Reni hanya mengigit bibir bawahnya dan meminta maaf lalu kembali melangkah pulang,dia tau aturan semacam ini tapi tak di pukiri dia sangat cemas.Apalagi tadi dia sempat mencari Stella tapi tak ketemu ketemu,Stella bukan tipikal gadis yang suka berkeliaran tanpa izin
'Kamu dimana nak,bunda khawatir'
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Hai guys,terima kasih sudah membaca dan maaf bila ada typo yang bertebaran.Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like,komen,and vote,agar tidak ketinggal eps baru di tambah ke favorite ya🍀