
"Bagaimana?"
"Kami sudah menemukannya tuan Adit,saat ini nona muda sedang bermain dengan anak anak di panti"
"Awasi terus pergerakkan nona muda sampai tuan besar datang" perintah asisten Adit
"Baik tuan Adit"
Tut tut
Adit segera melajukan mobilnya menuju perusahaan keluarga Ghazaal tanpa tuan besanya,karena dia tau hari ini semua anggota Ghazaal berlibur dari acara bekerjanya sesuai dengan ultimatur nyanya besar
.
.
.
"Sayang" panggil Mahran manja pada istrinya,saat ini mereka masih duudk di balkon
Mahran bermanja manja ria sehabis mengelitiki Alana habis habisan
"Hmm"
"Sayaaang" rengek Mahran manja
Tuk
"Aduh sakit sayang" ucap Mahran manja sambil mengelus dahinya yang di jitak
"Manja" cibir Alana malas
"Ayaaang mah gitu" manja Mahran dengan raut wajah teraniaya
"Pergi hus hus"usir Alana mengbas ngibaskan tanggannya
__ADS_1
"Udah ah ngambek" Mahran menghentakkan kakinya dan duduk di kasur mereka,persis anak kecil yang sedang marah karena tidak di beli headphone iphone 14 pro
"Yaudah sana jangan di kamar nganggu pemandangan tau" ketus Alana,Mahran mengerucut bibirnya kesal
"Kamu gak ada jadwal keluar kota atau ke luar negeri,enek aku liat kamu terus" ketus Alana lagi
Mendengar perkataan Alana mau tak mau Mahran teringat kembali akan rencananya pergi ke panti asuhan permata kasih bunda besok pagi
"Oh iya yang besok pagi aku perginya" izin Mahran tak memperdulikan ucapan ketus istrinya
"Kenapa gak pergi sekarang aja" ketus Alana
"Pengennya gitu tapi penganti wanitanya belum siap nanti apalagi dia pengen nikah secera mewah" jawab Mahran sambil mengelengkan kepalanya
"Siapa yang nikah?" tanya Alana bingung persaan tidak ada tuh undangan pernikahan yang datang
"Aku sama madu kamu" balas Mahran enteng
Alana melototkan matanya kesal,dia mengambil bantal sofa dan melemparnya yang pasti mudah di tangkap Mahran
"Ck"
Alana berdecak kesal,ingin sekali dia hancurkan wajah songong suaminya,sayangnya dia kesulitan berjalan karena kakinya yang masih terasa lemas
Bruk
"Shh"ringgis Alana
Tiba tiba Alana jatuh dari kursi rodanya dan memegang lututnya karena sakit abis betrokan sama lantai
"Sayang kamu gak papa?"tanya Mahran cemas buru buru dia membantu Alana kembali duduk ke kursi roda
Tanpa aba aba Alana menjambak rambut Mahran dan mencubit cubit wajah Mahran kesal,pen nya sih di cakar kalau gak di tabok tapi sayang wajahnya cakep
"Aduuh sakit yang,ampun penganiayan ini" Mahran mencoba melapaskan diri dari Alana
__ADS_1
Padahal Alana sedang sakit eh malah kekuatannya dalam menyiksa Mahran kayak Hercules
"Ya kamu nyebelin" sungut Alana setelah puas menyiksa Mahran
"Maaaf deh,gak lagi" ucap Mahran seraya tersenyum tengil sedangkan Alana hanya mendengus
"Tapi aku serius bakal pergi bentar"
"Mau kemana?" tanya Alana garang bahkan matanya melotot
"Kalau aku ngomong bakal pergi jemput putri kita gimana?" tanya balik Mahran setelah terdiam sejenak.
.
.
.
"Bun,Stella pergi bentar ya mau ke warung,beli pembalut" izin Stella
"Kamu lagi dapet?" tanya bunda Rani menghentikan sejenak acara masak masak untuk makan siang nanti
"Iya bun boleh kan?"
"Boleh,tapi hati hati" balas bunda Rani cemas,dia tak sengaja menatap leher Stella yang memakai liontin
"Iya bun,daah"
Stella pun pergi ke warung yang dekat dengan jalanan,tapi dia perlu menyebrang untuk ke sana
Saat ini banyak mobil berlalu lalang,Stella menatap kiri kanan lalu melanjutkan jalannya santai tanpa sadar ada mobil yang melaju kencang ke arahnya
Brakk
Kejadian yang hanya memakan waktu seperkian detik membuat Stella tersentak,dia merasan sakit di semujut tubuhnya bahkan saat ini telingganya berdeging keras dan pandangannya mulai buram.
__ADS_1