Possesive Brother

Possesive Brother
Amnesia Disosiatif


__ADS_3

"Woi ke kanan"


"Bukan ke sana bego"


"Tolol anjing mati lo setan"


"Anyir WOA MENANG GUE SETAN"


"Diem" sentak Bara kesal


Dari tadi Alex,Devan,Daniel,dan Alvin bermain game.Mereka semua berteriak seperti kesetanan minus Daniel yang tetep anteng,sedangkan Bara sendiri dia sedang membaca buku tentang ekonomi


"Elah Bar lagi seru nih jangan nganggu" sahut Alvin lalu kembali heboh


Bara mendengus mendengarnya,memilih mengambil earphone-nya dan menyumpalkannya di telinga dengan musik untuk menghalau maki makian un-faedah teman teman dakjalnya


.


.


.


"Kapan hasil tes keluar?" tanya Mahran di telpon


Saat ini Mahran sedang menuju ke Jakarta kembali,dia mendapat kabar istrinya yang mengalami mimpi buruk.Dia percayakan kembali gadis yang di duga anaknya dengan bodyguard baru


"Hasil tesnya akan keluar paling cepat dua minggu dan paling lambat empat minggu tuan" jawab si penelpon


"Apa kah tidak bisa lebih cepat!" sentak Mahran geram,dia perlu membuktikan bahwa orang itu adalah putrinya agar kondisi keluarga dan istrinya membaik


"Tuan biasanya jika ingin tesnya di percepat,itu di lakukan saat keadaan darurat"


Mahran mencengkram stirnya kesal,oh ayolah kesabarannya setipis tisu dan sekarang kenapa di uji

__ADS_1


"Ck,ini juga kasus darurat" decak Mahran


"Kasus apa yang ada bicarakan tuan?"


"APA AKU MEMBAYARMU UNTUK BANYAK BICARA" bentak Mahran


Kesabaranya benar benar di uji oleh dokter Gibran


"Ma-maaf tuan saya hanya menjalankan prosedur" bela dokter Gibran


"Akan aku habisi kamu kalau tidak cepat memberi hasil tes" tekan Mahran


"Ta-tapi tuan...."


"DIAM BRENGSEK,TURUTI SAJA" bentak Mahran kembali


"Baik tu-tuan akan saya lak-laksanakan" jawab dokter Gibran gugup


"Ada apa?Apa ada masalah?" tanya Mahran


"Denyut jantung nona muda barusan sempat berhenti sejenak,lalu kembali berdetak dengan lambat.Di perkirakan kalau nona muda tidak segera sadar dalam tiga hari takutnya.."


"Apa?" desak mahran tak sabar


"Nona di nyatakan meninggal" jawab dokter Gibran dari ponsel dengan hati hati


"Apa kau benar benar seorang sarjana dari Falkutas kedokteran"


Keheningan melanda,dokter Gibran tentu mengerti maksud dari Mahran mengatakan tentang masalah pendidikkannya.


"Akan saya usahakan tuan"


Tut tut tut

__ADS_1


Mahran menghela nafas kasar,dia sedang kesal saat ini dan berusaha mengendalikan diri.Kembali,Mahran teringat pembicaraan antara dirinya dan dokter Gibran


[Flashback On]


"*Apa ada masalah serius?" tanya Mahran saat mereka telah duduk di ruang dokter Gibran


"Begini tuan,nona muda mengalami penyakit Amnesia Disosiatif yang merupakan penyakit anmesia,menyebabkan hilangnya ingatan entah identitasnya maupun masa lalunya" jelas dokter Gibran


"Apa ada obatnya?" tanya Mahran penasaran


"obat antidepresan"


"Maksudmu dia ada masalah dengan kejiwaannya?" dahi Mahran mengeyit


"Itu juga salah satu pemicunya tuan" jelas dokter Gibran lagi


Mahran terdiam sejenak,dia memikirkan kemungkinan kemungkinan yang berseleweran di pikirannya


"Baiklah,lakukan sebisanya dan juga tolog lakukan tes DNA gadis itu dengan ku"


"Baik tuan"


Walaupun kelihatan bingung,dokter Gibran tetap menuruti perintah atasannya*


[Flashback Off]


Mengingat kembali pembicaraan dirinya dan dokter Gibran membuat kepala Mahran pusing,masalah terus menerus menyerangnya.Mahran berusahan menenangkan diri lagi,dia yakin semua masalah pasti aja jalan keluar.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


*Hai Guys,terima kasih terus mengikuti cerita saya.Jangan lupa kritikan dan like nya ya.


~ See You Next Time*

__ADS_1


__ADS_2