
Seperti biasanya,di jam 05.00 Stella telah berkutat di daln dapur untuk memasak sarapan tanpa bantuan bundanya atau lebih tepatnya dia sengaja tak membangunkan bundanya dari tidur lelapnya
Sebagai satu satunya orang yang paling di dewasa setelah bundanya di panti asuhan Permata Kasih,dia berusahan meringankan beban sang bunda
Rania Putri,nama pemilik panti asuhan Permata Kasih yang sering di panggil bunda di panti.Seorang janda berumur 35 tahun,suaminya meninggal karna serangan jantung saat 7 bulan panti telah di bangun.
Bunda Rani mengalami masalah di rahim sejak kecelakaan yang sempat menumpanya,akibatnya dia sulit hamil.Beliau sempat hamil tapi keguguran lantaran rahimnya yang bermasalah
Maka dengan alasan itu dia membangun panti asuhan,seperti orang orang yang sudah tua pasti ingin di temani kala umurnya sudah senja.Begipun bunda Rani yang sangat mengingginkan anak
"Kamu kok gak banguni bunda kalo mo masak" ucap seorang wanita paru baya,bunda Rani dengan nada merajuk
"Heheh,Stella gak mau nganggu tidur bunda"
"Kamu ini,padahal hari ini hari jum'at kamu kan harus cepat ke sekolah biar gak telambat,biar bunda aja urus panti saat pagi kamu bantu bunda pas siangnya" ucap bunda Rani
__ADS_1
"Gak papa kok bun aku gak bakal terlambat,lagi pun bunda harus banyak istirahat buat ngadepi tuan muda bunda yang jail itu" balas Stella
"Kamu ini" bunda Rani mencubit pipi tembem Stella,gemas
Bunda Rani berkerja sebagai guru privat yang di gaji 2 juta per-hari,siapa coba yang tidak tergiur akan uang tersebut.Belajarnya pun sehari cuman 2 jam,tapi tak semudah itu untuk mengajari bocah dari anak orang kaya itu,bocah itu jailnya minta ampun.Bisa bisa tiap kesempatan akan selalu di jailin.
Contohnya saat kita sedang mengajarinya,dengan sengaja dia melepas peliharaan berbisanya,ular.Tentu kita bakal ketar ketir.,memang cukup cukup gila teantang kelakuannya tapi ya mau gimana lagi itu sepadan dengan gajinya bukan?
"Kamu udah berhentikan daru kerja part time?" tanya bunda Rani sambil mengaduk sop sayur
"Kok berat gitu helaannya,kan kamu bisa bantu bunda ngurus toko nanti" hibur bunda Rani
"Tapi kapan jadinya bun?" tanya Stella cemberut
Bunda Rani terkekeh memdengarnya,lalu kembali fokus memasak.Memang bunda Ranu menyurus Stella berhenti part time dan memintanya untuk membantu mengurus toko yang saat ini di bangun.Kalau kalain tanya dari mana uangnya ya pasti dari hasil kerja bu Rani dan juga uang dari Stella saat masih kerja
__ADS_1
Stella menolehkan kepalanya ke arah jam dan terpapang jam 05.46
"Bun tinggal sopnya doang kan?"
"Iya,sana mandi kamu bau"
"Ihh bunda mah nyebelin" Stella pergi sambil menghentak hentak kakinya kesal dengan di pasangi muka cemberut
Saat sopnya masak bunda Rani menaruh sop hangat itu di atas meja makan yang sudah di tata Stella terlebih dahulu.Ia pun membangunkan anak anak yang lain dengan menyalakan alarm yang sengaja dia beli agar memudahkannya membangun mereka
Dan benar saja tak lama kemudian semua berkumpul termasuk Stella yang sudah mandi,mereka pun makan dengan canda tawa.
"Tempe sambelnya enak" puji salah satu anak perempuan di panti
"Pasti dong,kan kakak Stella yang masak" sahut Stella bangga hal itu mengudang gelak tawa saat melihat ekspresi muka Stella yang aneh.
__ADS_1
Pasalnya mereka mengatakan itu dengan mulut yang mengembung dengan tangga menepuk dadanya bangga