
"Mahran kamu mau kemana?" tanya Alana yang terlihat terburu buru sehabis menerima telpon
"Sayang aku ke bandung hari" jawab Mahran cepat sambil mencari kunci mobilnya
Mahram mengeram marah,oh ayolah dia sedang terburu buru dan kunci mobil pribadinya mampus entah kemana.Mahran tidak di jemput Adit karena Mahran menyuruh Adit tetap di sini selama dia pergi,dia butuh seseorang yang dapat di percaya untuk meng-handle perusahaannya
Bukannya tak percaya pada para putranya hanya saja Adit sudah terbiasa meng-hadle masalah yang terjadi,bisa di katakan Adit sudah ahli
"Ada masalah di perusahaan cabang yang ada di bandung jadi harus aku turun tanggan" balas Mahran yang pastinya sebuah kebohongan
Mahram pun menyambar kunci mobilnya saat sudah menemukannya,lalu mengecup kening istrinya
"Aku pergi ya" pamit Mahran
Lalu dengan tergesa gesa Mahran pergi tanpa tau bahwa saat ini dia memakai sepatu hitam yang biasa di pakai saat ke kantor di sebelah kiri dan kananya malah memakai sepatu kets
Alana hanya diam saja,dia sangat penasaran apa yang membuat Mahran tampak cemas bahkan tak sadar memakai sepatu berbeda di kedua kakinya.
"Semoga semuanya baik baik saja" gumam Alana yanh entah kenapa merasa firasat buruk.
.
.
__ADS_1
.
"BAGAIMANA HAL INI BISA TERJADI HA!!" bentak Mahran di telpon
"Ma-maf tuan kecelakaan ini be-begitu cepat terjadi"
Terdengar balasan dari bawahan Mahran sangat gugup,mereka benar benar tidak tau akan terjadi kecelakaan ini.Mereka merasa bersalah dan takut,mereka telah melalaikan tugas mereka yang harusnya menjaga perempuan itu yang kemungkinan nona muda mereka
"Bersiap akan hukuman kalian" ucap Mahran penuh penekanan lalu mematikan telpon sepihak
Karena macetnya ibu kota membuat Mahran mencengkram mobilnya erat,perjalanan ini akan panjang dan dia benar benar di rundung ke khawatiran
"Kau harus baik baik saja nak" gumam Mahran cemas.
.
.
.
Semuanya tampak putih bukan hanya tampak tapi memang putih
"Halo apa ada orang" panggil Stella
__ADS_1
Dia terus melakukan hal itu berulang kali,Stella cemas.Saat ini dia di mana kenapa tak ada satu pun orang dan kenapa dia berada di ruang putih yang kosong
Tubuh Stella tersentak saat tiba tiba merasa tubuhnya terhempas,lalu muncul sebuah kejadian di mana terjadi suatu aksi yang asing bagi Stella
Dia melihat ada seorang memakai baju perawat yang mengendong seorang bayi lalu menukarnya dengan bayi lain,tapi bedanya bayi ini seperti sudah tak bernyawa.
Stella mengerutkan dahinya saat melihat wajah bayi ini yang mirip
'Apa mereka kembar?' batin Stella bertanya tanya
Tapi ini janggal kalau kembar harusnya berada di ruang yang sama tapi tadi dia mengikuti perawat ini dia melihat rawat ke dua bayi ini berbeda bahkan terkesan bahwa bayi ini memiliki tempat mereka masing masing.
Stella melihat perawat itu tampak berbicara dengan seseorang,Stella pun mendekat guna tau apa yang mereka bicarakan
"Aku sudah lakukan tugas yang kau berikan"
ucap perawat itu
"Kau yakin?" tanya seorang wanita memakai baju pelayan
'Ini aneh,sebenarnya ada apa ini?' kembali batin Stella bertanya tanya
"Sangat yakin,sudah ku tukarkan bayi beda orang tua ini tapi tampakmya mereka kembar tentu tak ada yang tau kita menukarnya kan?"
__ADS_1
"Tentu saja terlihat kembar sedangkan ibu mereka saudara kembar" imbuh wanita yang memakai baju pelayan.
Dan kembali tiba tiba Stella merasa tubuhnya terhempas dan kembali gelap