Possesive Brother

Possesive Brother
Sakit


__ADS_3

"Anjirr rumah lo kayak kuburan" komentar Alex setibanya mereka di kediaman Ghazaal


"Ho'oh,ada banyak setan kagak?" tanya Devan ngawur


"Lha untuk apa lo nanya setan?" tanya Alvin bingung


"Mau numpang ngepet gue" jawab Devan enteng


Daniel mengeplak kepala teman dari kecilnya,kesal


"Berisik"desis Bara menatap teman temannya dingin


"Tau tuh Devan,berisik" sinis Alex


"Aku salah apa mass"dramatis Devan


"Oi apaan lo lepas babi" umpat Devan saat leher di pelintir Alvin


"Bibi Lin mana mama?" tanya Daniel saat sesudah mengecek kamar mamanya yang ternyata kosong


"Oh itu nyonya lagi pergi ke rumah sakit katanya mau ke psikolog sama tuan Daffa"


Jawaban dari bibi Lin membuat Daniel tertegu,sebenarnya Alana tidak mangalami tanda tanda ngangguan kejiwaan palingan kondisi kesehatannya yang suka naik turun.Misal hari ini kayak mayat hidup besoknya kembali ceria terus murung sampe mogok makan dan seterusnya.


Tapi tadi malam ada kejadian yang cukup bikin semua orang kalang kabut,Alana mengalami sesuatu yang aneh


[Flashback on]


"*Aarrgh"


Daniel langsung tersentak bangun,saat ini memang Daniel sedang menemani mamanya tidur selagi Mahran sedang pergi

__ADS_1


"Mama,kenapa ma?" tanya Daniel panik


Langsung Daniel menghubungi dokter keluarga mereka


"Om Rian tolong ke rumah sekarang" perintah Daniel langsung mematikan panggilan tanpa mendengar balasan


Kemudian Daniel menekan tombol kecil berwarna putih di dinding dekat nakas,itu tombol untuk memanggil pelayan


Tok tok tok


"Cepat bantu gue" seru Daniel saat membuka pintu


Saat ini Alana turus menerus merintih kesakitan,tangisan dan lolongan kesakitan membuat Daniek tanpa sadar menangis


"Ada apa ini?" tanya Daffa panik


Dia baru saja pulang dari kantor tapi saat mau ke kamar dia malah mendengar jeritan kesakitan dari kamar mamanya


"Gue gak tau kak tapi gue udah hubungi om Rian" jelas Daniel


"Cepat ke kamar mama" perintah Daniel saat sudah tau siapa yang menelponnya


"Permisi sebentar tuan" ucap dokter Rian dengan nafas tersega sega


Dokter Rian langsung memeriksa keadaan nyonya-nya dengan di bawah pengawasan Daffa dan Daniel


Kenyitan di dahi dokter Rian menarik perhatian duo D


"Apa ada masalah serius dok?Apa perlu ke rumah sakit?" tanya Daniel ketakutan


"Tidak ada yang aneh" gumam dokter Rian tapi masih mampu di dengar duo D

__ADS_1


"Aaaarrg sa-sakit" rintih Alana


"Periksa dengan benar"perintah Daffa dingin


"Dok yang benar saja kalau mau pensiun bilang biar saya cari dokter baru" seru Daniel marah


"Saya serius tuan muda"


"Tapi kemungkinan ada masalah kejiwaan..."


"LO PIKIR NYOKAP GUE GILA" bentak Daniel


"Tuan menginggat kesehatan nyonya yang sering turun naik,jadi kemungkinan memang ada masalah yang jadi beban pikiran nyonya" jelas dokter Rian memberi pengertian


Dokter Rian memang tak tak menau soal kejadian naas itu karena dia bari berkerja satu tahun yang lalu,sedangkan Daniel mengertakkan giginya kesal


"Saya akan kasih nyonya obat penenang" ucap dokter Rian lalu memberi obat penenang


Setelahnya baru Alana yang dari tadi merintih menjadi diam,Daffa mengode pelayan yang dari tadi mematung untuk mengawal kepergian dokter Rian.


Daniel mengusap pelan jemari Alana dan menempelkannya di pipinya,Daffa mengusap wajahnya kasar


"Mama akan di bawa ke rumah sakit besok" putus Daffa*


[Flasback off]


"Kenapa bro?" tanya Alex heran


Dari tadi Alex melihat Daniel yang melamun sehabis bibi Lin pergi kembali ke rumah sakit,kan gak mungkin Daniel ngelamuni kepargian bibi Lin yang ke dapur.Emang Daniel naksir bibi Lin?


"Gak papa"

__ADS_1


"Kita ke kamar gue aja,nyokap lagi ke rumah sakit lagi terapi" ajak Daniel pelan


Semuanya menuruti ucapan Daniel tanpa banyak drama karena mereka tau saat ini Daniel dalam mood yang buruk


__ADS_2