Prahara Rumah Tangga Jennifer

Prahara Rumah Tangga Jennifer
Saling Mencintai


__ADS_3

Pengakuan cinta Jonathan beberapa menit yang lalu, masih membuat Jennifer terguncang dan sangat sulit mempercayainya. Pikirannya selama ini yang menganggap dirinya tidak berarti bagi Jonathan justru sebenarnya mereka saling mencintai sejak lama.


Jennifer masih tidak mempercayainya. "Bagaimana itu mungkin?" tanyanya.


"Kau membayangiku....menyusup ke dalam diriku dan aku bahkan tidak tahu hal itu terjadi padaku." Jonathan kesal dengan dirinya. "Aku selalu membandingkan dirimu dengan wanita lain, dan kau selalu memenangkan setiap perbandinganku, hubungan intim hanya langkah alami malam itu, tapi seharusnya kita tidak melakukan itu."


"Kau tidak mencintaiku." bentak Jennifer. "Malam itu bukan hanya kau yang ingin melakukannya, tapi aku juga ikut andil didalamnya."


"Aku sudah mengingatnya dengan jelas sayang, malam itu sebelum aku terjatuh dan hilang ingatan. Aku merasakan kebahagiaan luar biasa bersamamu. Aku menikmati setiap detik bersamamu. Aku mencintaimu istriku." Jonathan mengungkapkannya lagi dengan kesungguhan hati.


Jennifer tidak mempercayai ini semua. Bagaimana seorang Carlos ternyata mencintainya sejak lama. "Jika kau mencintaiku, mengapa kau menuduh aku berselingkuh dengan Kevin, bahkan pada saat itu kau sangat tidak mempercayaiku. Padahal sebelumnya aku terlebih dahulu melihatmu bersama Franciska di sebuah cafe di surat kabar."


"Itu rasa kecemburuanku yang berusaha aku tutupi, aku syok dengan pengakuanmu malam itu. Aku meninggalkanmu, tapi kau tidak mencariku. Malah kau terlihat bersama pria lain. Dan untuk masalah Franciska, aku bertemu dengannya untuk membahas perusahaannya, aku hanya membantunya." jelas Jonathan.


"Demi Tuhan, aku tidak memiliki hubungan apapun dengan Kevin. Ia menikahi Magdalena, aku tak sengaja bertemu dengannya di pantai saat pikiranku kacau setelah kau mengirim seorang dokter dan pengacara ke rumahku." jawab Jennifer.


"Aku mempercayaimu, tapi aku tidak percaya pada Kevin. Pria itu terus saja berusaha mendekatimu. Dan aku sangat beruntung ia tidak mendapatkanmu." ujar Jonathan dengan lega.


"Tapi aku tetap tidak mempercayai pengakuan cintamu." Jennifer mendesah.

__ADS_1


"Sebelum aku terjatuh malam itu, aku sangat bahagia bersamamu. Aku sangat yakin kalau aku menemukan wanita pujaanku. Menurutmu kenapa aku mengambil resiko bercinta denganmu tanpa pengaman? Perbuatan itu sungguh diluar kebiasaanku. Hal itu seharusnya meyakinkanmu bahwa aku merencanakan sesuatu yang lebih besar daripada sekedar hubungan intim singkat denganmu." Jonathan menjelaskan.


Malam itu memang Jennifer merasakan ada yang beda pada perlakuan Jonathan, bahkan ketika ia mabuk pun, sikapnya tetap lembut terhadapnya. Jennifer tak mengira jika itu adalah sikap seorang Carlos yang sedang jatuh cinta. Fakta baru sangat mencengangkan bagi Jennifer.


"Aku hanya mengira hubungan itu tak berarti apa apa bagimu dan mungkin kau lupa karena memang kau tak mau mengingatnya."


"Jika kau tak berarti apa apa untukku, sejak pengakuanmu malam itu untuk apa aku mencari seorang dokter psikiater agar aku bisa mengingat kejadian malam itu. Aku berusaha mengembalikan ingatanku, setelah aku berkonsultasi akhirnya aku mendapatkan lebih banyak ingatanku." jawab Jonathan sedih.


"Aku sama sekali tidak tahu kau begitu terganggu dengan apa yang aku katakan." ujar Jennifer.


"Tentu saja aku terganggu, kejadian itu merupakan inti dari permasalahan pernikahan kita. Aku harus mengingat kejadian malam itu untuk memahami betapa mengerikan pengalaman malam itu bagimu. Aku menodaimu dan membuatmu hamil. Tapi aku tidak mengingatnya seakan itu tidak pernah terjadi." Jonathan sedih. "Ya Tuhan begitu jahat perlakuanku padamu."


"Ya itu sangat menyakitkan." Jennifer sedih. "Tapi aku benar benar bingung apa yang harus aku lakukan, aku masih merasakan nyeri akibat pertama kali aku ternoda, tapi aku malah diusir olehmu seakan kau tidak mengenaliku. Saat itu aku belum berpikir jika aku hamil. Setelah aku tahu aku hamil, tetap diam adalah pilihan pertamaku."


"Apa kau tidak mencintai Franciska?" tanya Jennifer.


Didekapnya Jennifer lebih erat. "Aku sama sekali tidak mencintainya, bahkan tidak pernah. Kenapa aku harus mempertaruhkan pernikahanku dengan tidur bersamanya lagi."


Jennifer membalas dekapan suaminya. "Tapi kau tidak perduli dengan pernikahan kita ketika kau meninggalkanku. Kau juga tidak percaya Velly anakmu."

__ADS_1


Jonathan menatap mata Jennifer. "Jujur saja aku sangat terkejut dan kecewa karena kegagalan malam pernikahan kita. Kau satu satunya wanita yang kupercayai di dunia ini, dan hal itu memang terdengar gila. Tapi kepercayaanku hancur dengan pengakuanmu yang tiba tiba."


"Kau tidak mencintaiku saat menikahiku."


Jonathan memegang pipi Jennifer dan sekilas mencium bibirnya. "Aku tidak tahu aku mencintaimu ketika menikahimu. Kupikir aku hanya bersikap logis dengan memilihmu, padahal kau memang satu satunya pilihan karena pada saat itu kaulah satu satunya wanita yang kuinginkan." Jonathan sedih. "Karena aku tidak ingat kejadian itu, aku merasakan sakit dan emosiku meledak ledak saat ku tahu aku bukan yang pertama dan kau memiliki anak. Aku merasa dikhianati. Dan itulah rasa cemburu terbesarku."


Jennifer mengelus tangan Jonathan dipipinya. "Aku tahu. Aku tahu betapa aku telah membuat segalanya mustahil bagimu, tapi tidak ada cara lain untuk memberitahumu."


"Seharusnya sejak awal kau memberitahuku. Setidaknya aku bisa mempercayaimu daripada terlambat seperti ini." jawab Jonathan.


Jennifer mengalihkan pembahasan. "Jadi kau tidak mengejar Franciska?"


"Tentu saja tidak. Ia sudah menghubungi media untuk menolak berita itu, sekaligus mengumumkan pertunangannya dengan seorang pengusaha kaya."


"Pertunangan?" Jennifer tidak percaya. "Bukankah ia menginginkan kau kembali?"


"Tapi aku tidak menginginkannya. Dan ia langsung berpaling ke pengusaha itu." ejek Jonathan. "Aku sangat bersyukur setidaknya aku bisa menyerahkannya pada orang yang tepat tanpa harus terlibat lagi."


"Aku juga lega kau tidak berhubungan lagi dengannya." ujar Jennifer.

__ADS_1


"Aku mencintaimu istriku. Saat kata perceraian keluar dari mulutmu. Aku segera menghentikan keangkuhanku dan mulai memaafkanmu. Aku tidak sanggup kehilanganmu sayang." Jonathan mencium bibirnya lagi.


"Aku juga sangat mencintaimu." balas Jennifer. sambil membalas ciuman suaminya.


__ADS_2