
WARNING...!!!
DILARANG MEMBACANYA JIKA MASIH DIBAWAH UMUR 23 TAHUN...
MOHON KEBIJAKAN PARA PEMBACA...
TERIMA KASIH...
Empat hari telah berlalu didalam kapal pesiar. Jennifer hampir setiap hari memuntahkan makanan yang ia makan. Bahkan sering sekali marah pada hal hal yang tidak penting. Namun Jennifer tetap menolak untuk diperiksa dokter. Jonathan juga sering menemaninya di dalam kamar. Jonathan sangat mengkhawatirkan keadaan istrinya yang semakin lemah. Kapal pesiar sedang berbalik ke arah pelabuhan Sydney kembali.
Velly lebih dewasa dari umurnya. Ia paham jika ibunya sedang sakit dan tak bisa main bersamanya. Hanya Jonathan yang sekali sekali menemaninya bermain. Jennifer merasa sangat bersalah padanya. Namun apa daya, tubuhnya sangat lemah. Ia bahkan sama sekali tak bisa memakan apapun. Hanya tidurlah yang bisa membantunya.
Kapten kapal Michel akhirnya menemui Grace digeladak. Ia meminta maaf karena baru bisa menemuinya karena Kapten kapal yang lain baru menggantikannya mengendalikan kapalnya. Dan Grace tidak mempermasalahkannya.
"Jadi apa kau menikmati pelayaran kali ini?" tanya Michel.
"Aku tadinya menikmatinya, sebelum akhirnya ponakanku jatuh sakit. Ia hampir tidak bisa memakan makanannya dan tak bisa bangun dari tempat tidurnya." jawab Grace sedih.
"Apa dokter sudah memeriksanya?"
__ADS_1
Grace menggeleng. "Itulah masalahnya, ia sangat keras kepala untuk mengikuti saran suaminya dan aku."
"Aku pikir mungkin ia baik baik saja, hanya mabuk laut." Michel menenangkan.
"Yah seperti itulah yang ia katakan bahwa ia hanya mabuk laut." Grace semakin masam. "Tapi aku tahu, ia tak pernah mabuk separah itu."
Michel tersenyum. "Kau adalah tante yang perhatian. Ini pertemuan keempat kita Grace. Ada yang ingin aku katakan dengan serius. Tapi lebih baik kita ke kabinmu." pinta Michel.
Jantung Grace tiba tiba berdebar dengan keras. "Apa seserius itu?"
Michel mengangguk. Dan mereka menuju kabin Grace. "Ponakan iparmu sungguh perhatian, kamar ini sangat mahal dan ia tidak pelit menyewanya untukmu."
Grace tersenyum. "Jonathan adalah pria terbaik pilihan Jennifer. Ia baik dan sangat mencintai istrinya."
"Dan pada saat itu Jennifer baru tahu, ia mengandung anak dari Jonathan." Grace memberitahu.
Michel terkejut. "Benarkah? Jadi sebelumnya mereka pernah tidur bersama?"
"Ceritanya sangat panjang Michel. Kau akan tahu lama kelamaan."
Michel berdeham. "Aku harus mengatakannya dengan cepat karena aku takut tidak bisa bertemu lagi denganmu. Grace dari pelayaran pertamamu setahun yang lalu. Sebenarnya aku memiliki perasaan padamu. Jadi aku takkan mengajakmu berkencan." Michel memejamkan matanya, menarik kotak cincin dari sakunya dan berlutut didepan Grace. "Will you marry me?"
Grace terkesiap dan menutup mulutnya, airmatanya tak terasa keluar. Pria yang diharapkannya ternyata benar benar ingin menikahinya. Grace menarik tubuh Michel untuk berdiri dan memeluknya dan mengangguk menyetujuinya. Rasa lega pada diri Michel saat mengetahui jawabannya.
__ADS_1
Michel memakaikan cincinnya pada Grace dan mencium bibirnya dengan lembut. Grace menyerah pada hasratnya yang merindukan sosok Michel. Michel membuka kemeja kaptennya dengan cepat dan memperlihatkan otot ototnya yang kekar. Grace terkesiap melihatnya. Ini adalah pertama kali bagi Grace untuk melakukannya. Dan ia akan menyerahkannya pada calon suaminya, ia tidak mau bilang pada Michel jika ia masih perawan. Biarlah Michel yang akan mengetahuinya sendiri.
Grace memegang dada Michel yang berotot dan merabanya. Michel menciumnya semakin dalam sambil melucuti gaun Grace dan menanggalkannya sembarangan. Mendorong Grace ke arah ranjang dan mencumbunya, memberikan tanda bekas merah pada Grace disekitar payudaranya. Grace memakai pakaian dalam putih yang sangat indah. Michel semakin penasaran dan membuka pakaian Grace yang tersisa. "Ya Tuhan kau memang sangat cantik Grace." ujarnya sambil terus mencumbunya tanpa tahu jika Grace sangat malu dengan ketelanjangannya.
Michel menanggalkan celananya dan akhirnya mereka sama sama telanjang. Michel menunjukkan miliknya yang sudah mengeras membuat wajah Grace merah padam saat melihatnya, ini pertama kalinya Grace melihat milik pria langsung. Michel menyadari wajah Grace yang memerah. Ia menciumnya namun sambil bertanya. "Apa ini pertama bagimu?" Grace mengangguk. "****..." umpat Michel dan menarik diri.
Grace terkejut. "Ada apa? apa kau tidak suka wanita perawan?"
Michel menatapnya dan mencium keningnya dengan lembut. "Aku bangga sayang, tapi tak mungkin aku menodaimu di tempat seperti ini. Setidaknya aku akan membawamu ke tempat yang tak terlupakan saat pertamamu melepaskannya."
Grace menggeleng. "Aku menginginkannya dan tempat ini sangat indah, ini adalah kenangan pertama bersamamu saat berlayar."
Michel menyipitkan matanya. "Kau yakin?" Grace mengangguk. "Itu undangan yang sangat menggairahkan dan aku tidak akan menyakitimu." ujar Michel dan **** tubuh Grace kembali.
Michel mulai menciumnya dengan lembut penuh kemesraan, kali ini hasrat menggebu gebu ia tahan. Ia akan memperlakukan Grace sebaik mungkin. Saat Grace sudah tak mampu lagi menahan. Michel naik diatasnya dan menyatukannya pelan pelan. Dorongan pertama membuat Grace menjerit kesakitan. Itu membuat Michel terasa sakit mendengarnya. Michel menenangkannya dengan menciumnya dengan lembut. Selaput daranya pecah dan darah mulai mengalir. Michel mendorongnya lagi saat Grace mulai tenang. Grace teriak lagi saat penyatuan itu sampai menembusnya ke dalam.
Michel berhenti lagi dan mulai memainkannya perlahan saat Grace tidak lagi kesakitan. "Apa masih sakit sayang?" tanya Michel parau. Grace menggeleng. Dan Michel mulai memainkan iramanya. Gelenyar baru terasa pada tubuh Grace. "Michel...ini sangat luar biasa." teriaknya.
Michel terus memainkan iramanya hingga hawa panas yang akan meledak terasa pada Grace. "Aku ingin mengeluarkan sesuatu. Tapi aku tak tahu apa ini." kata Grace membuat Michel tersenyum.
"Keluarkan sayang jangan ditahan. Aku juga sudah tidak tahan lagi." teriak Michel. Michel mempercepat permainannya. Dan akhirnya hawa panas keluar dari diri Grace dan bergetar hebat, sekian detik kemudian Michel mengeluarkan lahar panasnya dan memeluk Grace dengan erat dan lemas tak berdaya. Michel menciuminya. "Terima kasih, kau sangat hebat sayang." Dan keduanya tertidur pulas dalam pelukan.
__ADS_1
Happy Reading All...😘😘😘