Prahara Rumah Tangga Jennifer

Prahara Rumah Tangga Jennifer
Kerinduan Yang Panas (23+)


__ADS_3

WARNING...!!! 23+ KEATAS...


MOHON BIJAK DALAM MEMBACA...


TERIMA KASIH...



"Berhenti sayang...nanti kau terjatuh." Jennifer mengejar Velly yang kini mulai bisa berlari.


Putrinya makin tahun makin aktif membuat Jennifer dan pengasuh kewalahan. Velly sekarang berumur 3 tahun, keingintahuannya begitu banyak, sehingga semua yang ia lihat pasti ditanyanya. Bahkan selalu menanyakan keberadaan Jonathan yang sangat sering ke luar negri. "Daddy...mana?"


"Mencari uang..." jawab Jennifer.


"Daddy sudah banyak uang mummy." rengeknya.


"Uang akan habis jika berhenti dicari. Velly nanti tidak bisa beli mainan lagi jika tidak punya uang."


"Tapi Velly ingin daddy sekarang." ia mulai menangis.


Dan selalu saja seperti itu jika ia mulai merindukan Jonathan. Walau Jonathan sering sekali menelpon mereka tapi itu tidak bisa mengobati kerinduan Velly pada daddy nya. Begitu juga Jennifer yang benar benar merindukan suaminya setelah hampir dua bulan berada di Amerika.


Jennifer menenangkan putrinya yang sedang merengek dengan membawanya ke taman depan rumah. Jennifer berusaha mengenalkan beberapa nama bunga pada Velly. Dan untunglah putrinya mulai tertarik. Beberapa kali Velly antusias dengan mencium wangi bunga tersebut. Hari semakin sore, cahaya matahari di sore ini begitu indah menghiasi taman bunganya. Putrinya yang tadinya aktif berusaha menahan rasa kantuknya.

__ADS_1


Jennifer membungkuk menggendong putrinya. Ia mengelus elus punggung putrinya sambil duduk di taman. Velly segera terlelap dipelukannya. Suara langkah kaki dari belakangnya tidak terdengar sama sekali. Jennifer menikmati semilir angin yang menerpa wajahnya sambil memejamkan mata.


Ciuman dipipinya dari seseorang membuat ia terkesiap. Namun bibirnya langsung dibungkam oleh Jonathan. Jennifer membuka matanya lebar lebar, sosok yang ia rindukan ada di depannya menciumnya dengan kerinduan yang mendalam. Jennifer membalas ciuman suaminya dengan hasrat yang berkobar.


Jonathan menarik diri. "Aku gila selama beberapa bulan merindukanmu dan Velly." katanya sambil tersenyum.


"Aku juga sangat merindukanmu. Terutama putri kita." jawab Jennifer.


Jonathan memandangi putrinya yang terlelap. "Lebih baik kita masuk kedalam. Hari mulai petang, dan Velly harus dibaringkan." ujar Jonathan dan Jennifer mengangguk.


Jonathan mengiring istrinya masuk sampai di kamar Velly. Jennifer menurunkan putrinya di ranjang. Jonathan memandangi putrinya kembali lalu menyelimutinya dan mengecup keningnya. Jonathan kembali menatap istrinya. "Sehari lagi aku tidak bertemu denganmu, mungkin aku akan menjadi pria gila di dunia istriku." kata Jonathan sambil memeluk istrinya.


Jonathan membopong istrinya, membuat Jennifer hampir berteriak. Namun ia segera menutup mulutnya. "Turunkan aku sayang...Ini di kamar putrimu." pinta Jennifer.


"Aku akan membawamu ke kamar. Aku sangat menginginkanmu sekarang." bisik Jonathan dengan suara parau.


"Kau mandilah terlebih dahulu." ujar Jennifer.


Jonathan menarik istrinya. Dan menciuminya dengan penuh hasrat sampai nafas Jennifer terengah engah. Jonathan membuka kemeja dan celananya. Melemparnya sembarangan sambil menciumi Jennifer dengan antusias. Saat Jonathan menanggalkan seluruh pakaiannya. Jennifer hanya memandanginya dengan penuh kekaguman. Melihat milik suaminya yang siap memasuki tubuhnya. Tatapan Jennifer membuat Jonathan semakin menggila, ia melucuti pakaian Jennifer tidak sabar, saat istrinya sudah telanjang juga. Jonathan membopong istrinya kembali. "Apa yang kau lakukan?" tanya Jennifer.


"Temani aku mandi." bisiknya semakin parau.


Jonathan membawanya masuk ke kamar mandi. Dihidupkannya shower yang membasahi tubuh mereka. Jonathan menarik tubuh istrinya dan mulai menciuminya kembali. "Kau selalu membuatku menginginkanmu sayang." bisik Jonathan.

__ADS_1


Jonathan terus memainkan lidahnya didalam mulut Jennifer, tangannya menangkup payudara istrinya yang kenyal dan berisi. Ia turun untuk mencicipi ujung payudaranya yang mulai mengencang. Jennifer mendesah dan melengkungkan tubuhnya. Nafas yang semakin tak beraturan terdengar menggema di kamar mandi. Jonathan semakin lincah memainkan lidahnya. Ia menunduk semakin ke bawah dan membuka paha istinya. Kini Jonathan memainkan lidahnya dibawah sana, didalam inti milik Jennifer. Jonathan mengangkat satu kaki istrinya ke punggungnya agar Jonathan semakin puas memainkan intinya.


"Ini selalu terlihat cantik." gumam Jonathan semakin antusias memainkan lidahnya. Saat jarinya mulai masuk kedalam. Desahan Jennifer semakin terdengar indah. "Ahhh...Jo...Kau membuatku...ahhhh..." Jennifer merasakan kegilaan saat jari kedua Jonathan masuk lagi. Jonathan memainkan jarinya dengan irama yang indah, lidahnya mengikuti jarinya sendiri. Jonathan semakin cepat memainkan jarinya. Teriakan Jennifer keras saat ia mencapai klimaks pertamanya. "Jonathan...." teriaknya sambil bergetar.


Jonathan mengecup milik Jennifer saat itu terjadi. Ia bangun dan membalikkan tubuh istrinya. "Aku sudah tidak sanggup menahannya istriku." kata Jonathan sambil menghujam kedalam istrinya. Menyatukan tubuh mereka dan mulai mendorongnya dengan kasar. Jonathan memegangi pinggang istrinya dan mendorongnya lebih dalam. Desahan mereka saling bersautan.


Jonathan memainkannya semakin cepat dan kasar. Jennifer merasakan hawa panas kembali datang didalam tubuhnya. Jonathan menyebut namanya berkali kali saat klimaks datang dan menyemburkan hawa panas didalam tubuh Jennifer membuat Jennifer ikut bergetar dengan hebat. Nafas mereka saling melenguh kelelahan. Jonathan menciumi punggung istrinya. Menarik diri dan membalikkan tubuh istrinya dan memeluknya. "Aku selalu mencintaimu." bisik Jonathan.


"Aku juga akan selalu mencintaimu." balas Jennifer.


Keduanya membersihkan diri bersamaan dan bersiap siap untuk makan malam.



Lagi lagi Jennifer dibelikan banyak hadiah oleh suaminya. Termasuk gaun yang ia kenakan untuk makan malam. Jennifer turun menuju meja makan. Jonathan memandanginya dengan hasrat yang kembali menggebu gebu. Sudah bertahun tahun bersama istrinya namun Jonathan selalu memiliki hasrat yang sama pada Jennifer. Jonathan menyuruh Jennifer berputar persis yang selalu ia lakukan setiap kali ingin menilai yang digunakan istrinya. Jennifer mengikuti keinginannya.


"Sangat cantik persis seperti bayanganku. Gaun hijau ini memang sangat cocok ditubuhmu. Warna warna cerah selalu cantik dengan kulitmu sayang." ujar Jonathan.


"Terima kasih suamiku. Tapi ini semua pemborosan. Gaun gaun darimu sudah penuh di lemari." kata Jennifer.


"Aku akan membelikanmu lemari lagi sebanyak mungkin." Jonathan terkekeh.


Mereka menikmati makan malam yang sudah disediakan pelayannya. Sambil berbincang tentang pekerjaan yang dilakukan Jonathan selama di Amerika.

__ADS_1



Happy Reading All...😘😘😘


__ADS_2