
Beberapa menit kemudian Jonathan dan Jennifer keluar dari kamarnya dengan wajah baru, Grace sangat lega melihat mereka. Kegaduhan yang terjadi beberapa jam yang lalu, akhirnya bisa mereka selesaikan.
"Dimana putriku?" tanya Jonathan pada Grace.
"Pengasuh mengajaknya berjalan jalan ke pantai saat ada kegaduhan tadi." ejek Grace.
"Aku minta maaf tante, aku merindukan istriku, sehingga aku tak sabar menunggunya membukakan pintu." ujar Jonathan membuat Jennifer malu. "Aku akan menyuruh orang memperbaiki rumah ini."
"Hanya pintu yang kau rusak." ujar Jennifer.
"Tapi aku ingin memperbaiki seluruh rumah ini." balas Jonathan tegas.
"Silahkan asal tidak merubah bentuknya, karena ini rumah peninggalan orangtua Jennifer." kata Grace.
"Tentu saja tante." Jonathan meyakini.
"Lebih baik kita makan dulu, aku tahu kalian akan pulang." ujar Grace.
"Tante segeralah menikah dengan kapten itu." ledek Jennifer.
"Kapten...?" Jonathan bertanya tanya.
"Kau akan terkejut Jonathan, tanteku beberapa kali berkencan dengan kapten yang pernah membawa kita ke laut Australia."
"Oh benarkah...?" Jonathan hampir tidak percaya. Ia masih mengingat perjalanan bisnis mereka ke Australia, dan saat itu Jennifer membawa Grace bersamanya.
"Jennifer...kau sudah gila." kata Grace malu.
"Aku akan membuat pria itu menikahimu segera." tegas Jonathan.
__ADS_1
"Oh tidak... cukup kalian meledekku." Grace malu dan membuat yang lain terkekeh.
Mereka makan siang bersama. Pelayan mengemas pakaian Jennifer dan Velly untuk kembali ke kota B.
"Untuk menghemat waktu, kita gunakan helikopter yang sudah menunggu di pantai, aku tidak ingin membuatmu dan anak kita kelelahan." ujar Jonathan.
Jennifer mengangguk. "Baiklah...tetapi kita tinggal dimana? di villa atau di rumahmu?"
"Tentu saja sudah tidak ada villaku atau rumahku, sekarang hanya ada villa kita dan rumah kita." Jonathan mengingatkan. "Segala milikku kini milikmu sayang, dan kita tinggal di rumah utama."
Jennifer sangat tercengang dengan pernyataan Jonathan tentang Milikku kini Milikmu. Seorang Carlos bisa berpikir hal hal seperti itu. Tapi rumah utama adalah kenangan yang buruk bagi Jennifer. Seperti tahu apa yang dipikirkan istrinya. Jonathan berkata. "Aku mengubah seisi rumah dan kamar kita, kita mulai dari awal lagi."
"Tapi itu pemborosan. Itu tidak perlu." ujar Jennifer.
"Itu sangat perlu untuk kenyamanan istriku." balas Jonathan. "Apakah sebaiknya tante ikut tinggal bersama kami?"
Grace tersedak. "Tentu saja tidak mungkin. Aku wanita lajang yang masih ingin menikah. Bukan sebagai pengganggu rumah tangga kalian. Oh tentu saja aku akan merindukan Velly, tapi aku akan sering mengunjungi kalian."
"Tentu saja sayang, aku adalah orangtua pengganti untukmu. Kau adalah ponakan sekaligus putriku sendiri." jawab Grace.
Mereka menyelesaikan makanan mereka. Beberapa jam kemudian, pengasuh membawa Velly pulang. Jonathan langsung mendekati dan menggendong putrinya. "Anak daddy yang cantik darimana?"
"Dad.daddy.dad...mum..." mereka terkejut dengan suara yang keluar dari mulut putrinya. Mereka tertawa bahagia.
Jonathan membawa istri dan putrinya kembali pulang ke rumah utama. Para pelayan menyambut mereka dengan senyum bahagia. Jennifer memandang sekeliling rumah itu, interiornya memang diubah sedemikian rupa, berbeda saat malam pernikahan mereka. Hiasan hiasan dinding benar benar diganti dengan yang baru.
Pelayan membawa pengasuh dan putrinya ke kamar anak. Sedangkan Jonathan membawa Jennifer ke atas ke kamar utama mereka kembali. Rasa sakit kembali menjalar dihatinya. Bagaimana saat ia dan Jonathan bertengkar di tangga ini. Melihat ekspresi wajah Jennifer. Jonathan menggenggam tangannya dengan erat. "Aku akan memperbaiki kesalahanku." bisiknya membuat Jennifer tersenyum.
Dibawanya Jennifer ke dalam kamar mereka. Jennifer terkesiap. Semua yang didalam serba baru. Tak ada ranjang lama, tak ada meja rias lama, semua dindingnya di cat dengan baru. Bentuk dan letaknya diubah. "Ya Tuhan...kapan kau melakukan ini?" tanya Jennifer.
__ADS_1
"Sejak aku mengingat semuanya, aku mengubahnya demi memperbaiki kesalahanku. Apa kau tidak suka?"
"Ini sangat indah, aku sangat suka. Tapi ini pemborosan. Kau menghabiskan uangmu demi semua ini? Lalu barangmu yang lain kemana? Semua barang itu sangat mahal." tanya Jennifer lagi.
"Tentu saja aku berikan pada pelayan yang menyukainya." ujar Jonathan.
Jennifer menggeleng. "Kau memang gila Carlos."
"Aku tidak gila sayang, tapi aku tergila gila pada istriku." Jonathan mengingatkan.
"Kau mulai pintar merayu." ejek Jennifer.
"Hanya padamu...aku tidak perlu basa basi pada wanita lain, karena aku hanya membutuhkan mereka diatas ranjangku."
"Jangan pernah coba coba melakukannya lagi sekarang." Jennifer mendelik.
"Tentu saja, aku hanya menginginkanmu istriku." Jonathan mulai mendekatinya.
Jennifer berlari ke arah balkon. "Jangan coba coba mendekatiku." ancamnya.
Jonathan menaikkan alisnya dan tersenyum licik. "Aku sangat menyukai tantangan."
Saat Jennifer sampai di balkon, ia teringat kembali kemesraan pada malam pengantin mereka.
Happy Reading All...😘😘😘
Sampai disini dulu ya...
__ADS_1
Akan Up kembali pada hari berikutnya...
Dukung, Like n komen...