Prahara Rumah Tangga Jennifer

Prahara Rumah Tangga Jennifer
Lembaran Baru (23+)


__ADS_3

PERINGATAN...!!!


MOHON BIJAK DALAM MEMBACA EPS. KALI INI...


JIKA BELUM CUKUP UMUR MAKA JANGAN DIBACA... TERIMA KASIH...



Jonathan mengejar Jennifer ke balkon. Ia sangat menginginkan keintiman yang selama ini dipendamnya. Berkali kali Jonathan di tolak, kali ini ia tidak ingin ada penolakan lagi. Jennifer menantangnya untuk melakukan hal ini. Saat keduanya berada di balkon, Jonathan memeluk Jennifer dari belakang.


"Bisakah kau tidak menolaknya kali ini?" tanya Jonathan dan mendapat anggukan dari istrinya.


Jonathan mencium leher belakang Jennifer membuat Jennifer merinding. Ia terus menciuminya melepaskan kerinduan yang begitu dalam terhadap istrinya. Mencium belakang telinga Jennifer dan memainkan daun telinganya dengan lidahnya. Desahan tertahan pada bibir Jennifer membuat Jonathan semakin menggila.


Jennifer merasakan hasratnya yang mulai panas saat titik sensitif telinganya dimainkan Jonathan. Jonathan kembali menciumi leher belakangnya hingga ke bahu. "Istriku begitu cantik." sambil terus melanjutkan ciumannya. Jonathan memeluk istrinya dan menempelkan hasratnya yang mengeras pada bokong Jennifer. Merasakan hasrat suaminya mulai mengeras membuat Jennifer mengerang menginginkan lebih.


Jonathan membalikkan tubuh istrinya dan memeluknya kembali. Ia mulai mencium puncak kepalanya, dahinya, kedua mata istrinya, dan pipinya. Jonathan berlama lama memainkan hidungnya. Tangannya menangkup pipinya dan mencium bibirnya. Tangan Jonathan mulai merengkuh tengkuknya agar ciuman mereka semakin mendalam, menggebu gebu dengan hasrat keduanya saling melumat, menyecap dan bermain main pada lidah mereka. Hasrat semakin membara saat ciuman itu semakin panas dan mendalam.


Jonathan meraba punggung istrinya dan membuka riseleting gaunnya. Membukanya, dan menanggalkan gaun istrinya di balkon. Ia tertegun saat melihat bra dan celana dalam istrinya yang berwarna hitam berenda. "Kau membuatku gila istriku." Jonathan langsung membopongnya masuk ke ranjang baru mereka. Direbahkannya tubuh Jennifer dengan lembut sambil mencium bibirnya. "Kau tahu aku akan semakin gila jika kau menolakku saat ini." bisik Jonathan.

__ADS_1


"Aku takkan membiarkanmu pergi suamiku." jawab Jennifer. Mendapat undangan positif itu membuat Jonathan membuka kemeja dan celana panjangnya dengan cepat dan sembarangan. Ia sudah tidak mampu menahan hasratnya lagi. Jonathan membuka pengait bra Jennifer dan menangkup kedua payudara Jennifer yang menyembul keluar. "Ya Tuhan...aku sangat merindukan keduanya." kata Jonathan lalu membungkukkan wajahnya pada kedua gundukan itu. Jonathan menciumnya dengan hasrat yang menggebu gebu. Jonathan mencicipi puncak payudaranya bergantian hingga membuat desahan keluar dari mulut Jennifer. Jennifer melengkungkan tubuhnya penuh hasrat dan nafasnya mulai terengah engah akibat perlakuan mulut dan lidah Jonathan.


Jonathan meraba perutnya dan menyusupkan tangannya kedalam celana dalam Jennifer. Perlakuan itu membuat Jennifer kewalahan. Jarinya yang panjang memainkan inti tubuh Jennifer. Mengelusnya dan memasukkan pelan pelan jarinya kedalam. Lenguhan Jennifer membuat Jonathan semakin menggila memainkan payudaranya. Mulutnya turun meninggalkan payudara itu dan menciumi perut istrinya. Jonathan menciumi bekas jahitan operasi caesar "Maaf aku tak berada disampingmu saat itu." katanya dengan lembut membuat Jennifer bahagia sekaligus terharu. Namun jari Jonathan yang begitu intens memainkannya di dalam membuat rasa haru itu hilang digantikan hasrat yang luar biasa. Jonathan membuka celana dalam Jennifer dan membuka kedua pahanya. Jonathan menunduk ke arah inti itu dan mencicipi milik istrinya.


Jennifer menggila saat lidah Jonathan bermain main disana. Ada hawa panas yang hampir meledak saat jarinya kembali masuk diikuti dengan lidahnya. Jari Jonathan semakin kencang memainkannya disana. Dan ledakan pertama membuat tubuh Jennifer bergetar hebat. Jonathan senang melihat ledakan pertama istrinya. Jonathan membuka celana dalamnya sendiri dan segera mengambil pengaman di lacinya. Jennifer menahan tangan Jonathan dan menggeleng, "aku sudah minum obat pencegah kehamilan." mendengar itu Jonathan tersenyum dan menempelkan hasratnya ke inti istrinya. "Sekarang Jo...aku menginginkannya." Jonathan memegang kedua kaki istrinya dan menghujam kedalam.


Desahan demi desahan keluar dari mulut keduanya. Saling menyebut namanya masih masing dan terus memainkannya dengan irama yang indah. "Kau membuatku terus menginginkanmu sayang." kata Jonathan. "Kau benar benar membuatku gila." sambil menghujam lebih cepat. Saat hujaman hujaman itu semakin keras dan cepat. Keduanya terhanyut dalam getaran klimaks yang bersamaan. Jonathan terlemas dan memeluk istrinya. "Kau selalu cantik pada situasi apapun istriku." sambil mencium bibir Jennifer dengan lembut.


Keduanya terlelap dengan saling berpelukan walaupun itu masih sore.



Jennifer terbangun dari tidurnya, ia tersenyum saat melihat suaminya masih terlelap disampingnya. Kali ini Jonathan tidak meninggalkannya. Jennifer menyingkap selimut dan turun untuk ke kamar mandi, hari mulai gelap, ia harus segera turun dan makan malam. Jennifer menikmati air shower kamar mandinya. Ia melihat bekas bekas percintaan di tubuhnya teramat banyak. Ia bahagia mengingat percintaan tadi.


Jonathan menempelkan hasratnya pada tubuh Jennifer. "Aku menginginkanmu lagi." bisiknya. Jonathan menciumi punggung istrinya yang telanjang dan basah. Dan Jennifer terkejut saat Jonathan menyatukannya dari belakang. Hasratnya keduanya kembali bangkit dan saling terengah engah saat dorongan berirama indah dilakukan Jonathan. Pelepasan keduanya kembali bangkit sampai mencapai klimaks. "Kau membuatku gila sayang. Aku mencintaimu." Kata Jonathan.


"Aku juga mencintaimu suamiku." balas Jennifer.


Dan keduanya mandi bersamaan untuk bersiap siap makan malam.

__ADS_1



Jonathan dan Jennifer sudah siap untuk makan malam. Pelayan sudah menyiapkan makan malam. Ruang makan penuh dengan makanan yang lezat seolah olah ada beberapa tamu yang akan datang. Putrinya sangat tenang saat dibawa ke meja makan dengan kursi bayinya. Pemandangan yang indah itu membuat Jonathan tersenyum bahagia.


"Aku tak ingin mengakhiri semua ini. Kalian adalah harta paling berharga buatku." ujar Jonathan.


Jennifer menatap suaminya. "Aku juga tak ingin mengakhirinya Jo. Ini adalah moment terbaik dalam hidupku."


"Maafkan segala kesalahanku Jenni. Aku menyesalinya sampai sekarang." Jonathan sedih.


"Kita mulai dari awal. Jangan mengingat kembali yang sudah sudah." Jennifer tersenyum. "Ayo kita makan. Walau aku tidak yakin bagaimana cara menghabiskan hidangan ini. Kau begitu boros."


"Selanjutnya kau yang akan mengatur keuangan keluarga ini nyonya Carlos." ujar Jonathan tersenyum.


Jennifer terkejut dengan kata kata Jonathan. Suaminya mempercayainya memegang kendali rumah tangga ini. Ia begitu senang mendengarnya. Senyuman yang terus diberikan Jonathan seperti Carlos yang baru ditemuinya. Mereka menyantap makan malam, sedangkan Velly hanya melihat orangtuanya.


Setelah makan malam ketiganya bermain bersama di ruang keluarga. Jonathan menjadi sangat lembut saat menjadi ayah baru. Ia terus terusan membanggakan putrinya yang cantik dan pintar saat Velly mengerti apa yang diajarkannya. Dan kelelahan membuat putrinya terlelap. Jennifer menyerahkannya pada pengasuh. Jonathan membisikkan sesuatu pada Jennifer. Membuat Jennifer membelalakkan matanya dan wajahnya berubah jadi merah.


__ADS_1


Lagi...??? kata itulah yang harus diartikan kalian... ☺️☺️☺️


Happy Reading All...😘😘😘


__ADS_2