
"Jadi apa kau tidak membutuhkanku?" tanya Jennifer saat pekerjaan suaminya semakin hari semakin menumpuk di ruang kantornya di rumah pagi itu.
"Tidak sayang. Fokuslah mengurus putri kita." jawab Jonathan.
"Aku juga sangat merindukan pekerjaanku Jo. Kau tahu aku bukan wanita yang hanya berdiam diri saja." Jennifer mulai memberengut.
Jonathan menyipitkan matanya. "Kau bisa membantuku jika pekerjaanku aku bawa kerumah sayang. Aku hanya ingin kau menjadi istriku bukan sekretarisku."
"Setidaknya aku bisa bekerja setengah hari. Aku terkadang bosan di rumah." pinta Jennifer.
Jonathan menghela nafasnya. "Velly perioritas utamamu sayang. Ia masih kecil."
"Aku tahu, aku tidak akan meninggalkannya. Aku janji akan ada banyak waktu untuknya." Jennifer kembali memohon.
"Tidak sayang. Apa kau masih belum siap memberiku anak lagi?" tanya Jonathan.
Jennifer terkejut dengan pembahasan yang sudah lama itu. Ia lupa jika Jonathan menginginkan anak lagi darinya. Sebenarnya Keyakinan Jennifer sudah ada sejak setahun yang lalu. Tapi ia sengaja menunggu kata kata Jonathan lagi. Dan kali ini Jonathan menanyakan hal yang ia ingin dengar kembali.
"Apa kau masih menginginkannya?" Jennifer balik bertanya.
Jonathan menatapnya tajam. "Ya Tuhan...tentu saja sayang. Keluarga adalah prioritas pertamaku sekarang. Memiliki anak yang banyak bersamamu adalah keinginan terbesarku."
Jennifer terkesiap. "Banyak? Apa maksudmu?"
Jonathan terkekeh melihat istrinya. "Setidaknya aku masih menginginkan 2 sampai 3 orang anak lagi."
"Kau sudah gila, Velly saja...ya ampun aku sangat sulit menanganinya." Jennifer tidak mempercayainya. "Kau sangat sering keluar negri. Jadi kau tidak tahu bagaimana cara mengurusnya."
__ADS_1
"Aku ikut andil didalamnya Jenni. Aku keluar negri hanya 2 sampai 3 kali dalam setahun. Aku pikir aku masih ikut andil disini." tegasnya.
"Kau lebih banyak menghabiskan waktumu bersama laptop kesayanganmu itu walau sudah sampai di rumah." Jennifer memberengut.
Jonathan mengahampiri istrinya dan memeluknya. "Maaf sayang, jika aku kurang berpartisipasi merawat Velly. Aku janji akan mengubah waktuku lebih banyak untuk kalian."
Jennifer mendongak menatap mata suaminya. "Benarkah?"
"Tentu saja. Dan aku bersedia menjadi suami siaga selama kehamilanmu untuk menebus kesalahanku yang lalu."
Jennifer tersenyum. "Kalau begitu aku bersedia memiliki anak lagi." bisiknya.
"Ya Tuhan... itu adalah undangan paling menakjubkan nyonya Carlos." Jonathan menghujani banyak ciuman diwajah Jennifer.
Pintu ruangan tiba tiba terbuka. Suara langkah kecil terdengar. "Daddy...mummy..." teriakan Velly mengejutkan mereka.
Velly berlari menghampiri mereka bersama sang pengasuh. Jonathan menggendongnya dengan antusias dan memutar tubuhnya membuat Velly terkekeh dengan senang.
"Tidak apa apa...kau boleh keluar." kata Jonathan sambil tersenyum. Pengasuh meninggalkan ruangan.
"Jadi...apa yang putri mummy inginkan?" tanya Jennifer.
"Daddy..." jawabnya.
"Oh baiklah...jika hanya daddy, mummy keluar sekarang." ledek Jennifer.
"No...Mummy...Daddy..." tangan satu Velly yang mungil berusaha meraih Jennifer, sedangkan yang satu lagi sangat erat merangkul leher Jonathan.
__ADS_1
Mereka terkekeh melihat kelakuan putrinya. Putrinya sangat manja pada mereka. Namun terkadang Velly lebih memilih Grace daripada mereka ketika Grace sekali sekali mengunjunginya.
"Apa kita harus melakukan liburan?" tanya Jonathan tiba tiba.
Jennifer menatapnya. "Apa itu mungkin?"
"Tentu saja sayang, aku akan mencari waktu buat kita liburan bersama. Apa kita harus berlayar ke Australia lagi?"
Mata Jennifer berkilat bahagia. "Itu sangat menyenangkan jika kau bisa. Dan tanteku harus ikut lagi. Agar Grace dan Kapten bertemu kembali."
"Apapun yang kau inginkan sayang." Jonathan mengecup kening Jennifer.
"Bagaimana dengan tuan putri kita ini, apakah senang akan liburan?" tanya Jonathan.
"Yeeee...Velly senang..." jawab Velly kegirangan.
"Apa kau yakin bisa berlayar, ini pelayaran pertamamu?" tanya Jennifer membuat Velly tak mengerti.
Jonathan menurunkan putrinya dan mengambil beberapa brosur perjalanan kapal. Jonathan menjelaskannya dengan pelan tentang berlayar pada putrinya. Putri mereka sangat cerdas dan langsung mengerti. Ia sangat bahagia saat tahu akan menaiki sebuah kapal pesiar.
Jennifer memandang keduanya dengan kebahagiaan yang luar biasa. Seorang Carlos sangat sabar menjadi seorang ayah. Benar benar suatu hal yang menguntungkan bagi Jennifer mendapatkan suami sepertinya. Walaupun pernikahan mereka sempat diguncang prahara yang luar biasa.
Merencanakan liburan bersama adalah hal paling menyenangkan bagi Jennifer, mengingat mereka tidak pernah melakukan bulan madu setelah pernikahannya. Ini adalah bulan madu pertamanya bersama Jonathan. Ia akan memberikan Jonathan anak keduanya untuk menambahkan kebahagiaan mereka.
Happy Reading All...
__ADS_1
Up selanjutnya akan ada adegan mesra lagi loh...
Dukung, like n komen terus ya...😘😘😘