
Siang itu mereka makan siang bersama, suasana didalam restoran kapal sangat ramai. Namun Jonathan menyewa tempat makan khusus VIP. Jonathan memang mempersiapkan semuanya dengan sangat matang, entah berapa jumlah uang yang harus ia keluarkan untuk melakukan hal ini. Velly sangat bahagia disana namun tetap saja keingintahuannya pada hal yang baru membuat sang pengasuh kewalahan. Untunglah ada Grace yang bisa menanganinya.
Jennifer memakai cincin berlian yang baru saja diberikan Jonathan siang tadi saat selesai mandi. Jonathan memang selalu memberikan hadiah setiap kali mereka selesai bercinta. Terkadang Jennifer merasa itu adalah sebuah bayaran, namun Jonathan sangat marah jika ia mengatakan hal itu.
Flash Back On pertama kali diberi hadiah.
Percintaan yang cukup panas membuat Jonathan menghujani ciuman pada Jennifer. Ia mengeluarkan cincin berlian biru dari saku jasnya yang tergeletak di lantai dan memberikannya pada Jennifer.
"Apa ini?" tanya Jennifer.
"Tentu saja hadiah untukmu." jawab Jonathan.
"Aku tak butuh bayaran dari percintaan kita." Jennifer marah.
"Ya Tuhan Jenni...itu bukan bayaran tapi itu hadiah." bentak Jonathan.
"Tapi buat apa?" tanya Jennifer lagi.
Jonathan akhirnya terkekeh. "Baru kali ini aku memberikan hadiah pada seorang wanita namun ia menanyakan untuk apa." Jonathan menarik Jennifer kepelukannya. "Ini hadiah tanpa maksud apapun. Tapi ini hadiah untuk istriku. Dan aku akan melakukannya setiap kali kita selesai bercinta, bukan sebagai pembayaran. Tapi sebagai bentuk cintaku pada istriku. Dan kita tidak perlu berdebat lagi untuk hal sekecil ini." ujar Jonathan.
Flash Back Off.
Dan sejak saat itulah Jennifer menerima begitu banyak hadiah dari suaminya. Dari perhiasan sampai gaun, tas dan sepatu. Jennifer memberikan senyum terbaiknya pada Jonathan.
"Jika kau melakukan itu padaku, aku akan membawamu ke atas ranjang lagi, dan jangan harap kau bisa keluar dari kamar selama satu minggu." bisik Jonathan.
Wajah Jennifer memerah. "Kau sudah gila."
Jonathan terkekeh. "Jangan pernah kau berikan senyum itu pada pria lain. Jika tidak, aku akan merontokkan gigi pria yang melihatnya." ancam Jonathan.
__ADS_1
"Aku hanya memberikannya untukmu. Pria mana yang menyukai tubuh gemukku?" Jennifer masam.
"Kau tidak gemuk, kau sangat sexy apalagi saat tubuhmu telanjang. Itu selalu membuatku gila." jawab Jonathan.
Jennifer melemparkan serbet makan pada Jonathan. "Diamlah...Grace ada disini." Jennifer melototkan matanya.
"Dan aku pura pura tidak mendengarnya." sergah Grace membuat Jonathan terkekeh.
Wajah Jennifer semakin merah karena malu, ternyata percakapan mereka sedang diperhatikan Grace.
"Tante...aku sudah mengatur pertemuanmu dengan sang kapten. Kemungkinan ia akan menemuimu setelah kapal berada ditengah lautan Australia." ujar Jonathan tiba tiba.
Grace membelalakkan matanya. "Kau apa? mengatur. Kau sudah gila. Aku tak ada hubungan dengan Michel. Kami hanya bertemu dan mengobrol sesekali saat dia sedang bersandar di pelabuhan Sydney dan mengunjungi kota S."
Jonathan menggeleng. "Aku sudah mendesak Michel menanyakan tentang perasaannya padamu. Dan puji Tuhan, ia sangat jujur jika kau memang pantas diperjuangkan."
Grace menutup mulutnya dengan tangan menahan teriakan tertahan karena malu. "Kau melakukan hal diluar dugaan Jonathan. Jika saja kau bukan suami ponakanku, aku akan membunuhmu." ejek Grace.
Grace tersenyum sinis. "Aku teringat saat kau bilang pria ini...." kaki tantenya ditendang Jennifer hingga ia berhenti.
"Aku mencintainya." kilah Jennifer.
Grace tersenyum. "Baiklah...itu fakta yang sebenarnya."
Jonathan menyipitkan matanya. "Sepertinya rahasia istriku akan aku bongkar satu per satu setiap malam." senyum Jonathan jail.
Grace tertawa mendengar kejailan Jonathan sedangkan Jennifer menekuk wajahnya karena kesal dan malu atas ucapan suaminya. Jennifer memandang pengasuh yang kelelahan mengejar putrinya. Sekali sekali helaan nafas pengasuh terlihat dengan jelas membuat Jennifer tersenyum. Jonathan mengikuti pandangan istrinya dan ikut tersenyum.
"Biar aku saja yang membawanya berjalan jalan." ujar Jonathan.
Jennifer mengangguk dan tersenyum. "Jika kau sudah tidak tahan, panggil aku."
Jonathan mencium pipi Jennifer dan menghampiri putrinya. Ia menangkap putrinya yang sedang berlari dan sangat senang saat Jonathan membawanya keluar dan menikmati pemandangan di lautan. Ternyata kapal pesiar sudah berlayar meninggalkan pelabuhan.
__ADS_1
Dua jam kemudian Jennifer gelisah di dalam kabinnya. Ia sedikit pusing akibat mabuk laut. Namun Jonathan belum juga kembali ke kabinnya. Jennifer keluar mencarinya walau ia benar benar tidak sehat sekarang. Kapal pesiar itu begitu luas. Jennifer mencari di setiap sudut ruangan dan akhirnya menemukan suaminya bersama putrinya yang sedang menikmati cahaya matahari sore. Velly sedang tertidur dipelukan ayahnya, begitu juga Jonathan yang terpejam di kursi panjang itu.
Wajah tampan suaminya bersinar saat sekali sekali cahaya menerpa wajahnya. Jennifer menghampiri keduanya. Ia duduk disamping suaminya. Dan terus memandangi keduanya yang sedang terlelap. Kebahagiaan Jennifer begitu terasa melihat suami dan putrinya damai seperti itu.
Jonathan merasakan ada sosok yang menatapnya. Ia membuka matanya pelan pelan dan menemukan istrinya sedang tersenyum. "Sejak kapan kau disini?"
"Mungkin sekitar 15 menit." jawab Jennifer.
"Selama itu kau hanya memandangiku?" tanya Jonathan.
"Jangan besar kepala, aku memandangi putri kita." bantahnya.
Jonathan tersenyum, namun kembali menatap istrinya yang terlihat pucat. "Apa kau baik baik saja?"
"Aku hanya sedikit mabuk."
"Ya Tuhan...lebih baik kita masuk sekarang." Jonathan bangkit pelan pelan dan menggandeng Jennifer masuk. "Kau masuk dulu dalam kabin. Aku akan menidurkan Velly terlebih dahulu."
Jennifer mengikuti perintah Jonathan. Beberapa menit kemudian Jonathan masuk saat Jennifer sedang mengeluarkan isi perutnya di kloset. Jonathan menghampiri dan menepuk pundaknya. "Kau yakin tidak apa apa?" Jonathan makin khawatir.
Jennifer mengangguk. "Aku baik baik saja."
Jonathan membawanya ke ranjang. "Kau lebih baik tidur, aku akan mencari dokter."
Jennifer menggeleng. "Aku hanya butuh pijatan saja."
Jonathan memijat kepalanya hingga ke leher dan membuat Jennifer tertidur pulas.
Happy reading All...😘😘😘
__ADS_1