
Perjalanan selama satu minggu telah berlalu. Kapal pesiar kembali bersandar di pelabuhan Sydney. Kabar bahagia datang dari Grace dan Michel yang akan menikah sebulan lagi. Michel akan menyelesaikan pelayarannya dua minggu lalu meminta cuti panjang untuk menikahi Grace. Jennifer sangat bahagia akan kabar tersebut walau tubuhnya sekarang sangat lemah. Ia semakin tak memiliki tenaga untuk berjalan keluar dari kapal pesiar besar itu. Grace pamit dengan Michel dengan pelukan yang terlihat sekali enggan berpisah. Velly sangat pintar saat pengasuh membawanya, ia sama sekali tidak merengek saat tahu keadaan ibunya yang sakit.
Jonathan membopongnya saat mereka akan kembali ke kota B. Suaminya sangat perhatian akan keadaan Jennifer. Mereka kembali ke kota B menggunakan helikopter lagi. Beberapa jam kemudian mereka sampai ke kota B. Grace, Velly dan pengasuhnya kembali ke rumah utama Jonathan. Sedangkan Jonathan membawa istrinya yang tertidur lemah ke rumah sakit. "Tolong jaga Velly, tante. Aku harus memaksa Jennifer ke rumah sakit." pinta Jonathan.
Grace mengangguk. "Tentu saja, tolong kabari aku jika sesuatu terjadi pada Jenni."
Jonathan mengangguk dan mereka menggunakan mobil terpisah ke arah yang berbeda.
Saat sudah sampai di rumah sakit Jennifer terbangun. "Untuk apa kesini Jo. Aku baik baik saja." ujar Jennifer.
"Omong kosong, kali ini kau harus mengikuti keinginanku Jenni." bentak Jonathan.
Jonathan membopong istrinya dan masuk ke ruang UGD. Jennifer langsung di infus, dan beberapa sampel diambil oleh dokter. Jonathan menunggunya hingga dua jam untuk mengetahui hasil tes dari Jennifer. Ia benar benar cemas akan hal itu. Ia terus mondar mandir di depan UGD. Saat dokter memanggilnya, ia langsung bergegas ke dalam ruangan.
Dokter itu tersenyum. "Anda tidak perlu khawatir, istri anda kelelahan dan perlu istirahat. Karena tidak ada asupan makanan maka ia perlu dirawat beberapa hari agar bayi yang ada dalam kandungannya tetap sehat." ujar dokter.
Jonathan terkejut dengan pernyataan dokter. "Bayi?" tanyanya. "Jadi istriku sedang mengandung?"
Dokter mengangguk dan memberinya ucapan selamat. Jonathan merasakan kebahagiaan luar biasa. Akhirnya ia akan memiliki anak keduanya. Jonathan menghampiri Jennifer yang masih diruang UGD dan menhujaninya dengan ciuman yang teramat banyak pada wajahnya. "Hei...ini tempat umum Jo." kata Jennifer.
__ADS_1
"Aku tidak perduli." Jonathan menatap mata istrinya. "Terima kasih sayang kau memberiku kebahagiaan kembali. Aku berjanji akan menjagamu dari awal kehamilan sampai anak kedua kita lahir." Jonathan memberitahu.
Jennifer mengeluarkan airmatanya. "Aku hamil?" Jonathan mengangguk dan memeluknya lagi.
"Kau harus istrirahat, tidak ada aktifitas satu pun yang aku perbolehkan." perintah Jonathan.
"Ini hamil keduaku, aku lebih mengerti apa yang tidak boleh dan boleh dilakukan." jawab Jennifer.
"Tidak...kali ini aku yang akan mengatur hidupmu." tegas Jonathan.
"Kau kembali seperti seorang Carlos yang dulu." ejek Jennifer.
"Aku tidak perduli apapun yang kau katakan. Selama kau hamil, kau harus mengikuti perintahku." kata Jonathan keras kepala.
"Aku harus mengabari Grace, ia sangat mengkhawatirkanmu." ujar Jonathan.
Jennifer mengangguk. Kebahagiaannya akan bertambah dengan hadirnya anak kedua mereka.
__ADS_1
Grace sangat bahagia akan kabar yang ia dengar dari Jonathan. Ia akan memiliki cucu keduanya. Jennifer harus dirawat selama beberapa hari untuk memulihkan nafsu makannya. Dan Grace harus menjaga Velly dirumahnya. Jonathan juga mengatakan akan mengatur pernikahannya sebulan kedepan. Jadi Grace hanya fokus menjaga Velly saja. Grace mengingat kembali malam malam hebat bersama Michel diatas kapal. Mereka melakukannya berulang kali selama waktu tersisa dan kemungkinan besar Grace juga sedang mengandung anak dari Michel. Ia tersenyum sendiri saat membayangkan hal itu.
Beberapa hari di rumah sakit membuat Jennifer sangat kebosanan. Ia terus saja merengek pada Jonathan agar ia bisa pulang ke rumah. Jonathan mengizinkannya pulang karena memang kata dokter ibu dan bayinya sudah sangat sehat. Tapi Jonathan mengajukan banyak syarat yang boleh dan tidak boleh dilakukan Jennifer selama kehamilan. Seorang Carlos yang keras kepala dan suka memerintah kembali terlihat. Namun kali ini Jennifer harus menurutinya.
Jonathan Carlos akan berubah menjadi over protektif menyangkut kehamilan Jennifer saat ini. Rasa haru dan bahagia menyelimuti hati Jennifer karena kali ini Jonathan akan bersamanya selama kehamilan anak keduanya.
Prahara rumah tangganya akhirnya berujung bahagia walaupun di awal pernikahannya sangat banyak lika liku dan perdebatan sengit antara Jonathan dan Jennifer.
Keduanya akhirnya bahagia karena memiliki cinta yang sama sama besar dihati mereka.
Happy Ending...😘😘😘
Mohon maaf apabila selama pembuatan novel ini masih banyak kekurangan ya...
Terima kasih buat para pembaca yang setia menemani Author disini...
__ADS_1
Ikuti terus dan baca novel novelku selanjutnya.
SETELAH INI ADA EPS BONUS BUAT KALIAN SEMUA. DITUNGGU BESOK YA GUYS... SEE YOU...😘😘😘