
Hujan sedari malam belum juga reda.
Gerimis, seakan tak ingin berpisah dengan dinginnya pagi. Terlihat juga embun-embun kecil menempel di kaca kamar seorang gadis manis berumur 16 tahun.
"Bunga." Suara mama terdengar pelan memanggil.
"Iya . . Ma."Jawab dari dalam.
"Sarapan dulu Mama udah buatin nasi goreng kesukaan kamu loooh."
"Iya bentar lagi Maa."Jawabnya sambil sibuk membereskan beberapa buku di meja belajarnya, untuk di bawanya kesekolah nanti, setelah itu dia membuka pintu kamar, di lihatnya Mama sedang menyiapkan makanan di meja. Dia tersenyum dan melangkah pelan.
"Hmm... Harum banget ma pasti rasanya juga enak nih." Dengusnya pelan, Mama tersenyum memandangnya.
"Iya dong Mama siapa coba. Nanti kalau kamu sudah menikah musti lebih pinter masak ya daripada mama itu harus loh."
"Ah, Mama bisa saja sih." Sambil tersenyum Bunga langsung duduk di kursi. Mamapun balas tersenyum. Setelah kepergiaan Ayahnya, Bunga hanya memiliki seorang wanita bak malaikat, setengah baya yang selalu dia sayang. Bisa di bilang single parent gitulah. Mamanya berprofesi sebagai seorang dokter. Cantik seperti dirinya.
"Apa Kamu sudah siap untuk waktumu sekolah sayang?"
"Iya mama Bunga sudah siap pokoknya Bunga semangat banget deh." Jawabnya kecil, sambil menyantap sepiring nasi goreng special buatan Mama. Nasi itu berwarna cokelat karena kecap, di atasnya ada potongan timun, tomat, ayam suir dan telur dadar. Itu adalah nasi terlezat bagi Bunga.
Lima menit berlalu. . .
"Ayo sayang nanti kamu terlambat!" Ucap mamanya datar sambil meraih kunci mobil di atas meja setelah itu berjalan menuju pintu depan, diikuti Bunga. Merekapun melaju. Hari ini adalah hari ke tiga bunga sekolah setelah orientasi siswa dan pastinya dia akan memulai kehidupan baru di sebuah SMA.
Mereka sudah sampai.
Ada sebuah bangunan megah di depannya, Ya sebuah sekolah termahal di kota itu. Hanya anak-anak yang beruntung bisa masuk di sekolah tersebut. Bangunannya berwarna putih terang,
didepannya ada sebuah taman kecil yang unik, serta di hiasi berbagai macam pepohonan rindang dan air mancur. Di tepinya ada bunga- bunga yang sedang bermekaran, bangunan itu juga cukup luas dengan berbagai macam fasilitas mahal didalamnya.
"Oke Mama sayang Bunga belajar dulu yaa!" Bunga tersenyum lebar sambil meraih tangan Mama dan menciumnya.
"Heem belajar yang rajin ya sayang."
"Yaah byee Mama." Bunga melambaikan tangannya sambil berjalan mendekati pagar. Mobil mamanya pun pergi. Buru-buru dia masuk ke pintu gerbang dia takut gerimis akan membuat seragamnya basah, namun....
Bruuuuukkk
"Duuuh sakitt bangett!!" Dia meringis kecil sambil mengelus kakinya. Dia tersandung semua siswa yang lewat tampak menatapnya.
"Kalau jalan hati-hati mbak!" Terdengar suara merdu di sampingnya, Bunga langsung memandangnya, dia tertegun sejenak ada mata indah di situ, seraut wajah tampan itu juga tersenyum.
"Heii."
Akan tetapi bunga seolah tak mendengarnya, dia masih menatap. "Hei hei kenapa bengong?"
"Eeh." Bunga baru sadar dia tertunduk malu, wajah cantiknya memerah.
"Pasti sakit banget ya kakinya?" Tanya dia lagi, seolah tak merespon apa yang Bunga rasakan.
Bunga masih tertunduk sambil terus mengelus kakinya. Cowok itu tersenyum lagi dan dengan pelan membangunkannya.
"Eh enggak apa-apa Aku bisa berdiri sendiri kok." Ujarnya lagi. Perkataan Bunga seakan tak di gubris, cowok itu masih saja memapahnya berdiri.
__ADS_1
"Duh jadi ngerepotin banget sih."
"Enggak apa-apa kok, Ntar kalau jalan liat-liat ya, Kan kasian jadinya batu kecil di tabrak?"Jawabnya kecil, sembari tersenyum lebar. Bunga hanya balas tersenyum. "Anak baru juga ya?"
Bunga hanya mengangguk kecil. "Sama dong kalau gitu kenalin nama Aku Reza.
"Bunga."
"Nama yang cantik . . Secantik orangnya." Reza tersenyum lagi. Bunga memang cantik wajahnya putih bersih, berbulu mata lentik, berbibir pink dan berlesung pipi, poster tubuhnya juga ideal. Pelan mereka berjalan menuju lorong-lorong sekolah untuk mencari kelas mereka, dan ternyata mereka satu kelas.
"Reza, duh ngak nyangka banget ya Kita bisa satu sekolah lagi." Tiba-tiba datang seorang cewek kurus berwajah imut mendekati Reza. Bunga hanya memandangnya sekilas kemudian ia segera mencari tempat duduk.
"Veli, oke ini yang di sebut dengan takdir. Kita masih dipertemukan dalam waktu yang sama!"
"Kamu baik-baik saja kan?"
"Seperti yang kamu lihat sekarang."
"Aku kangen banget sama kamu deh, terus Alfin sama Diko mana?"
"Kamu cari kita berdua ya?" Dua orang cowok tiba-tiba muncul dari arah pintu masuk. Veli tersenyum, Reza pun ikut menoleh.
"Kamu gimana sih bro bukannya nyamperin kita, di hubungin malah enggak aktif, di samperin dirumah eh malah udah pergi duluan iyakan Fin!"
Reza malah tertawa.
"Masalahnya Aku tu lupa eh inget sama kalian sudah sampe disekolah."
"Enggak setia kawan kamu bro!"
Ucapnya lagi. Mereka memang teman se Gank.
Sementara itu bunga hanya memandang mereka dan kemudian tak memperdulikannya. Dia menyapa seseorang di sampingnya.
" Heii . . .
" Hei juga . .
" kenaLin nama aku bunga. . ? Dia mengulurkan tangannya.
" Rina . . ? Seorang cewek menyambut uluran tangannya. Cewek itu memakai kaca mata, tangan kirinya memegang sebuah buku.
Rambutnya ikal sebahu, dia berkulit sawo matang.
Mereka tampak berbincang2 asyik.
Senin itu adalah hari di mana dia harus beradaptasi dengan lingkungan baru nya.
Dia harus belajar lebih giat
Semua itu dia lakukan agar Mama nya bangga. Mereka hanya berdua di kota tua itu . . Walaupun begitu dia sangat bahagia.
❤❤❤❤❤❤
pukul 10.00 wib
__ADS_1
Matahari hampir berada tepat di tengah2 . .
" ke kantin yuk ? ajak Rina
Bunga tersenyum.
" udah laper ya ??
" yaa . . bisa di bilang begitulah . . ? Rina sudah berdiri tepat di hadapan nya. .
" Okee . . ??
Namun
Reza dan kawan-kawan tampak berjalan menuju kearah mereka.
" Haii . . bunga ke kantin yuk ??? ujarnya
bunga langsung menatap Rina tak enak hati .
" Eeem . . duluan aja Rez . . aku mau ke toilet dlu . . iyakan Rin ?? hehe . . 😁😁😁
" iya . . Rez kamu pergi aja duluan . . ntar kita nyusul kok. . !
" hemmm . . ya udah yuk Rez kelamaan tau . . ?! veli nyeletuk dengan nada sinisnya.
" Okee . . kita duluan yaa ??
mereka berempatpun berjalan meninggalkan ruang kelas dan pergi menuju kantin sekolah.
" Rin . . aku males banget deh kayaknya !
" kenapa sih . . kamu males sama tu cewek ? ahh . . bung biasa aja lah . . ?" kok . . kayaknya Reza mulai pengen deket2 kamu deh . .emang kalian sebelumnya udah saling kenal yaaa ?
" gak . . Rin aku baru kenal dia, tadi pagi ketemu di pintu gerbang !
" kok . . bisa ?
" iyalah . . bisa aja. . ?! bunga tak lagi berbicara dia berdiri dan berjalan ke luar ruangan, Rina mengikutinya. walaupun baru saja kenal tapi mereka berdua sudah nampak akrap.
❤❤
Seminggu berlalu . .
Bunga menikmati hari-hari di sekolahnya bahkan sekarang dia sudah punya temen.
mereka berdua semakin dekat.
bahkan si Reza pun . .
tampak begitu perhatian pada bunga.
setiap pulang sekolah dia selalu bersama, itu di karenakan jalan menuju rumah mereka 1 arah . .
Ada yang semakin tak suka
__ADS_1
melihat kedekatan mereka.