PRASANGKA CINTA

PRASANGKA CINTA
Dua puluh enam


__ADS_3

"Maksud kamu?


Tanya pria itu keheranan.


Dan sepertinya Rina masih shock, dengan keadaan ini, dia hanya diam mematung tanpa menjawab pertanyaan yang di ucapkan pria itu.


"Eh... Maaf Tuan, maafkan sahabat saya?


Kebetulan wajah tuan mirip sekali dengan temen saya yang sudah meninggal !


Bunga menjawab, sambil menundukan pandangannya, dia tidak ingin melihat wajah itu lebih lama.


Dia sangat takut...


Bahwa dia tidak akan bisa menerima takdir.


"Kamu ?


Lelaki itu juga ikut terkejut ketika melihat wajah cantik bunga.


"Iya Tuan?


"Bukannya kamu yang nabrak saya waktu di bandara kemaren !


"Hah,, ja.. jadi Tuan orang yang Saya tabrak?


Bunga jadi ikut gugup juga.


"Sekali lagi maafkan tuan !


"Huff.... Ternyata dunia ini cukup sempit ya !


"Sudahlah Saya tidak ingin berbasa-basi di sini !


Lelaki itu berkata tegas, sambil mengeluarkan selembar kertas dari dompetnya.


"Ini... Untuk mengganti mobil kamu !


Tegasnya.


Ekspresi wajah itu terlihat dingin, tak ada senyum yang tergaris.


Bunga menerimanya saja.


"Ayo pak !


Ajak pria itu pada supirnya, dia pun berlalu...


"Yaah.... Dasar angkuh?

__ADS_1


Mentang-mentang aja orang kaya, semaunya aja sih perlakuin orang?


Gumam Bunga kesal karena sifat angkuh dari lelaki tadi.


Dan kini pandangannya beralih pada Rina.


"Eh... Rin ! Kamu ngapain berdiri kayak patung? Udah yuk cabut?


Bunga segera menarik tangan Rina, hendak bermaksud menyeretnya masuk kedalam mobil.


"Bung?


Rina menyebut namanya, sambil masuk kedalam mobil.


"Kenapa?


Pasti kamu mau ngomongin cowok angkuh itu kan? Udah ah gak usah di bahas lagian bikin mood rusak aja?


Rina tertawa...


"Kamu kenapa? Kok kayaknya kesel banget?


"Gak apa-apa !


Dia juga ikut masuk.


Di dalam kantor...


Lelaki dengan wajah tampan itu memasuki ruangannya.


Tiba-tiba saja perasaannya menjadi sedikit terganggu.


Dia masih berjalan mondar-mandir.


"Benikno?


"Ya tuan?


"Tolong kumpulkan semua staff kita akan mengadakan rapat !


"Kenapa begitu mendadak tuan?


"Laksanakan saja perintahku Benikno !


"Yaa... Yaa... Tuan saya permisi?


Asisten pribadainya itu kemudian keluar dari ruangannya.


Rio langsung duduk di kursinya sambil, memijit keningnya yang terasa pusing.

__ADS_1


Itu di karenakan akhir-akhir ini, perusahaannya mengalami kemunduran.


Cekleek....


Tiba-tiba saja pintu terbuka, wajah Benikno muncul kembali.


Dia membawa sebuah berita.


"Para karyawan sudah berkumpul di aula Tuan ? Sampainya pelan.


"Baik !


Rio pun beranjak dari tempat duduknya, dan menyuruh Asistennya itu membawa map kuning berisikan file-file.


Ketika sampai di Aula.


Rio tak mengucapkan kata sambutan atau ucapan selamat pagi pada mereka.


Dia hanya mengambil map dari tangan Benikno dan menjatuhkannya di atas meja.


Brakk !!


Suara map itu terdengar keras,


Semua karyawan terdiam termasuk Aunty jolie. Tak ada yang memberanikan tatapan mereka keatas.


"Apa-apaan ini !


Semua pekerjaan tidak ada yang beres !


Kalian semua kemana saja, selama Saya pergi ke indonesia !


"Saya tidak akan bertoleransi lagi !


Mulai hari ini periksa kembali pekerjaan kalian !


"Ada yang tidak patuh ! Saya tidak akan segan-segan untuk memecatnya !


Rio menatap satu persatu karyawannya.


Mereka semua masih tertunduk, karena memang Bos mereka ini sangat menakutkan.


Dia terkenal galak dan dingin.


Tak pernah ada senyum di wajahnya.


"Okee.... ! Selamat pagi menjelang siang !


Rio menyudahi kemarahannya dan kemudian berjalan meninggalkan mereka semua.

__ADS_1


__ADS_2