PRASANGKA CINTA

PRASANGKA CINTA
Dua puluh sembilan


__ADS_3

"Eh.... Bung siapa yang telpon?


Tanya Rina kemudian.


"Mamah Aku Rin,, Aku di suruh balik besok.


"Dih... Kok cepet banget bung?


Ada apa emang?


Tanya Rina penasaran.


Bunga terdiam sejenak, sambil menghela nafasnya panjang. Ada ketakutan dalam dirinya yang tak terlihat.


Berat, namun sudah pasti itu menyesakan dadanya, entah sampai berapa lama.


"Bung... Kok diem sih?


Ada masalah ya? Cerita aja, siapa tahu Aku bisa bantu, yah.. Paling ngak nya kasi saran deh.


Rina berjalan mendekatinya.


Gadis bermata bening itu, akhirnya membuka bibirnya untuk berbicara.


"Aku sedih Rin!


"Sedih?


"Iya... Kayaknya Mamah berharap banget, Agar Aku segera menikah.


"Me.. Menikah.


Rina tergugup mendengarnya, dan respon bunga hanya mengangguk.


"Yaa... Bagus dong.


"Kok kamu bilang bagus sih?


Kamu kan tau Aku belum sepenuhnya move on dari Satriya.


"Yakin aja deh, apa yang menjadi harapan Mamah Kamu pasti itu terbaik.


Rina duduk di sampingnya, memberikan sedikit harapan baru buat masa depan sahabatnya itu.


"Iya deh,,


"Gitu dong.


Rina baru tersenyum.

__ADS_1


***


Keesokan harinya.


Bunga sudah bersiap-siap dengan tas ranselnya.


Dan Rina sendiri yang akan mengantarkannya ke bandara.


Setelah berpamitan dengan Aunty jolie mereka pun pergi, kebetulan juga ini adalah hari sabtu, jadi Aunty jolie libur dari kantornya.


Tak sampai 1 jam mereka sudah berada di bandara.


Mereka tampak saling berpelukan.


"Hati-hati bung.


Jangan lupa undang ya kalau nikah.


"Iya Rin, makasih.


Dan pastinya Aku undang lah.


Setelah itu bunga bergegas masuk.


Sementara Rina memandanginya yang semakin menjauh.


Di dalam pesawat.


Tiba-tiba..


Seseorang duduk di sampingnya.


Dan aroma parfum nya tercium, sangat harum.


Bunga yang kebetulan masih sibuk dengan barang nya membatin dalam hati.


Gila ini parfum..


Harum banget... bikin ni hidung sakit aja


Siapa sih.


Bunga langsung meneloh, rupanya seorang lelaki berpakaian sangat rapi.


Dia menutupi wajahnya dengan sebuah buku tipis.


Sepertinya juga, dia sedang ingin tertidur mungkin.


Bunga mendengus saja.

__ADS_1


Sebenarnya hatinya sangat kesal, bagaimana mungkin dia akan merasa betah di kursinya itu.


Bunga berdiam diri saja, sambil menutup hidung nya dengan sehelai switer ungu nya.


Perjalanan sudah di mulai sejak beberapa jam tadi. Tapi mata bunga masih belum terasa mengantuk.


Karena terlalu nyenyak dalam buai-buai mimpinya di siang bolong, seseorang yang berada di samping bunga sampai tidak sadar, bahwa kepalanya sudah terjatuh di luar jalur.


Ealah... Ini orang keenakan banget.


Emang bahuku bantal apa.


Bunga ingin sekali marah.


"Eh.... Mas... Mas bangun Mas, bahuku bukan bantal Mas.


Ucapa bunga pada akhirnya.


Lelaki itu perlahan tersadar, sambil membuka penutup wajahnya.


"Kamu !


Ujar Dia terkejut, begitu juga dengan respon bunga, bunga tak bisa menyembunyikan rona wajahnya yang seketika memerah.


"Kamu lagi... Kamu lagi !


Desahnya, menampakan kekesalan.


"Emang kenapa!


Bantah bunga ikutan kesal.


Rio tak menjawab, kemudian dia memalingkan wajahnya ke lain arah.


Cuek banget,


Orang nanya bukannya di jawab,


Sok cakep ni orang.


Gerutu bunga kesal.


Tapi keadaan sunyi lagi.


bunga sedikit mencuri pandang kearahnya duduk.


Yaa... sesosok tubuh tinggi itu mengingatkan nya pada Satria.


bahkan dalam diri bunga terus bertanya.

__ADS_1


Apakah lelaki di samping nya ini, memiliki hubungan dengan Satria?


kenapa wajah itu benar-benar mirip sekali, seperti hal nya orang kembar.


__ADS_2