PRASANGKA CINTA

PRASANGKA CINTA
Dua Puluh Satu


__ADS_3

Pukul 21.00 WIB


Malam itu hujan turun sangat deras.


Bunga berada di depan sebuah minimarket, dia baru saja membeli berbagai macam makanan snack.


Hujan-hujan begini memang seru banget kalau di buat ngemil.


Bukan dia tak bisa pesan makanan lewat aplikasi online, akan tetapi dia ingin berjalan-jalan saja. Menghirup udara malam yang dingin dan melihat hujan yang turun.


Dia berjalan pelan di derasnya hujan sambil memegang erat payung kuningnya yang terlihat menarik bermotifkan bunga-bunga ungu.


Dia menikmati setiap langkah yang dia pijak, kebetulan juga keadaan sangat sepi dari lalu lalang kendaraan yang lewat. Tentu saja karena hujan yang turun.


Berjalan di setiap lorong jalanan sempit, itu adalah alternatif jalan pintas. Agar cepat sampai kerumah.


Di tengah perjalanan dia berpapasan dengan 4 orang lelaki berjaket hitam-hitam.


Sebenarnya dia sedikit takut, untungnya mereka hanya lewat saja. Bunga melanjutkan langkahnya lagi sambil menghela nafas lega, namun samar-samar dia mendengar suara orang minta tolong.


Dia mencari sumber suara itu, maju dan terus maju. Alangkah terkejutnya dia saat itu. . Yaa . . Itu karena dia melihat pemandangan yang sangat menyedihkan . .

__ADS_1


Ada seorang lelaki dengan wajah berlumuran darah dan memar. Matanya terlihat sayu-sayu seperti orang yang sedang mangantuk.


Bunga bergegas mendekatinya.


" Heii . . A. . Apa kamu baik-baik saja ? Tanya bunga sedikit gugup.


Tak ada jawaban lelaki itu pun pingsan


Dalam kondisi hujan deras begini dia harus meminta tolong siapa.


" huff . . Mana lagi handphone ku ketinggalan lagi ? Desahnya kecewa, namun pada akhirnya dia papah lelaki itu berdiri dan dia tuntun berjalan dengan mengaitkan tangan lelaki itu pada pundaknya. Berat sih . . Sesekali dia terjatuh dan bangun lagi.


Segera dia pencet bel yang berada di samping pintu rumah. Hanya beberapa detik mamanya sudah muncul.


" Ya . . Ampun bung . . Apa yang terjadi ? Mamanya keheranan.


" nanti . . Bunga ceritaiin ma . . Tapi sekarang bantuin bunga . . Berat banget cowok ini ma ?


" ya . .ya ?! Segera mama meraih tangan kanan lelaki itu dan membawanya masuk kedalam.


Lelaki itu sudah di letakan di atas sofa empuk. Bunga segera mengambil p3k yang berada di rumahnya, dia perlahan membersihkan darah yang menempel di wajah lelaki itu.

__ADS_1


Seketika tangannya terhenti . .


Matanya langsung berkaca-kaca. Melihat hal itu mama nya buru-buru mengelus pundak puterinya dengan lembut.


Dia jadi sedih . .


Terkejut dan serasa tak percaya. . Atas apa yang di lihatnya saat ini.


Wajah itu . . Ya wajah itu sangat mirip dengan seseorang yang telah pergi meninggalkannya selama-lamanya.


Bungapun tak bisa lagi menahan air matanya, dia menangis tersedu.


Melihat itu mamanya pun ikut sedih.


" bung . . Mama tau itu sangat berat tapi kamu harus ingat bahwa Tuhan Ngak pernah kasi ujian kepada hamba-Nya melebihi batas kemampuan hamba-Nya itu sendiri ?


" ya . . . Ma bunga percaya ? Tapi entah kenapa bunga . . ?! Ucapannya terhenti " bunga masih sangat sedih kalau inget alm Satria Ma ??


Dia langsung memeluk tubuh mamanya.


" iya . . Sayang yang sabar ya ?? Mama balas memeluknya. Kemudian bunga menceritakan apa yang telah di lihatnya tadi. Setelah mengganti pakaian lelaki itu bunga pun pergi tidur . .

__ADS_1


__ADS_2