
Karena memang awalnya tergesa-gesa jadi bunga tak sempat memandangi cowok di hadapannya itu dengan jelas.
" Sorri... Aku sudah terlambat ? Ujar bunga kemudian sambil memunguti kartunya yang bertebaran.
Lelaki itu tak menjawab, Dan bunga segera pergi meninggalkannya. Cowok itu pun bersunggut, "Dasar... cewek! Suaranya kesal, dia juga mengambil kartunya di lantai.
Rina sudah menunggunya sejak tadi....
" Aduh bung.... kamu tu lama banget sih?
" Sorri Rin... Aku udah berusaha cepet, eeh... sangking buru-burunya sampe nabrak orang?
" Jadi?
" Aku sih udah minta maaf.. kayaknya itu orang gak nyahut deh. Atau jangan-jangan tu orang budek kali ya?
" Ada-ada aja sih kamu? Udah yuk masuk?
Mereka berduapun berjalan.
Dan pesawat sebentar lagi akan lepas landas....
Ini adalah penerbangan, yang sangat memakan waktu berjam-jam. Tentu saja termaksud sangat lama....
Tujuh jam kemudian....
Pesawat yang mereka tumpangi mendarat mulus di bandar udara Haneda.
Para penumpang pun turun dari pesawat, ini adalah kedua kalinya Bunga menginjakkan kakinya di negara ini...
Mungkin dia akan mengenang sedikit, kenangannya yang telah berlalu.. Saat Satria masih di sini.
Saat itu, Tokyo memasuki musim dingin dan pastinya mereka tidak akan pernah melupakan jaket tebalnya.
Mereka duduk di sebuah kursi, sambil menunggu Auntynya Rina menjemput.
"Bung... Gimana perasaan kamu sekarang? Tanya Rina pelan.
__ADS_1
"Yaa... seperti yang kamu lihat, Aku baik-baik saja kok?
"Baguslah jika begitu?
"Kenapa? Kamu khawatir sama Aku? Takut Aku sedih lagi karena inget Satria?
"Yaa... bisa di bilang begitu?
Bunga malah tertawa.
"Rin... Di dunia ini hanya ada dua kemungkinan? Yang pertama kadang kamu merasa bahagia dan yang kedua, kadang kamu sedih? Iyakan?
Bunga tersenyum memandangi sahabatnya yang terlihat serius.
"Bunga... Bunga... kamu itu ada-ada sih? Rina baru tertawa.
Tiba-tiba terdengar bunyi klason mobil.
"Tit... Tit...
"Eh? Bunga langsung menenteng ransel ungunya dan mereka berdiri secara bersamaan.
Kemudian melangkahkan kaki untuk menuju mobil, berwarna kuning milik Aunty Rina.
"Hai... Rina? Sapa seorang wanita yang kira-kira berumur 40 tahunan.
"Hai Aunty?
Rina balas menyapa, sambil membuka pintu mobil.
"Dari jam berapa nungguin Aunty?
"Baru sekitar 10 menitan Aunty?
Jawab Rina datar, kali ini mereka sudah berada di dalam mobil.
Aunty Rina hanya tersenyum, setelah itu mulai menjalankan mobilnya.
__ADS_1
Suasana menghening sejenak...
Karena mereka lebih asyik memandangi kota tokyo yang terlihat indah.
Sesampainya di depan Aparteman Aunty Rina, mereka turun pun dengan perasaan yang cukup bahagia.
Kali ini mereka, akan benar-benar menikmati liburan yang panjang.
"Ayo... Masuk?
Aunty mempersilahkan keduanya.
Akan tetapi mereka malah membuntuti Aunty Rina.
Dan Aunty Rina segera membuka pintu Apartemennya.
"Wah... Apartemen Aunty gede juga ya? Rina tampak kagum.
Sayangnya Aunty Rina hanya tinggal sendiri di Apartemen yang cukup luas ini, di karenakan sampai kini Aunty Rina belum juga, kunjung menikah.. bisa di bilang bener-bener wanita karier ya? Atau wanita lajang.
Semuanya berawal, dari sebuah pernikahan yang gagal, Aunty Rina di tinggalkan begitu saja oleh, lelaki yang tak bertanggung jawab.
Sampai kini dia pun berjanji tidak akan pernah jatuh cinta atau merasa ingin dekat, dengan lelaki mana pun.
Dia hanya bertekad untuk tidak, merasa kecewa kesekian kalinya.
"Ya... Kalian boleh ngapain aja di Apartemen Aunty? Mau berenang? tuh ada kolam renang..? Aunty Rina langsung duduk di sofa ruang tengahnya. "Rin.. Itu sahabat kamu? Kok gak segera di perkenalkan sama Aunty sih?
"Eh.. Iyaya? Buruan Bung kenalin diri kamu? Rina memandang bunga yang masih terpaku.
Bunga tersenyum ramah.
"Kenalin Aunty, Aku bunga? Ujarnya pelan, sambil mengulurkan tangan kanannya.
"Panggil aja Aunty Jolie?
Aunty menerima uluran tangan bunga, hanya berdurasi 5 menit mereka sudah mulai akrab.
__ADS_1