PRASANGKA CINTA

PRASANGKA CINTA
WAKTU ITU


__ADS_3

Di sebuah kamar berukuran 8 x 9 meter persegi.


Ruangan itu mewah . .


Ada berbagai macam fasilitas lengkap di dalamnya .


Dinding kamar itu juga memiliki warna putih bercampur kuning . .


Di atasnya ada lampu mewah yang berstatus limited edition.


Sprim bed nya empuk.


Dan lantai kamar itu berlantaikan murmer.


Tampak seorang cowok tengah terbaring lemah tak berdaya.


Sudah hampir 2 bulan, penyakit ini sangat menyiksanya. .


Dia mengidap penyakit yang bisa di katakan berbahaya dan bahkan sampai menghilangkan nyawa.


Penyakit yang di deritanya ini bernama blood cancer atau kanker darah.


Dan sakitnya sudah berstatuskan stadium empat.


Wajahnya terlihat pucat,


Bibir merahnya seakan tak terlihat lagi.


Dan matanya sudah sangat sulit untuk terus terbuka . . .


Melihat kondisi seperti ini kedua orangtua nya sangat prihatin dan sedih . . Tapi mereka bisa berbuat apa ? Mereka hanya memiliki dia seorang . . Walaupun hidup mereka bergelimangkan harta namun semua itu tak ada arti . .


Karena uang mereka tak dapat menebus 1 nyawa untuk Anak tunggalnya ini.


Nyatanya sudah sekian banyak dokter yang menanganinya namun satupun tak bisa menyembuhkannya. Bahkan dokter pribadi mereka sekalipun. .


Ini adalah sebuah takdir.


Cowok berparas tampan itu adalah Rio Satria Pratama.


Satria : Mi . . . Beberapa waktu yang lalu mami pernah bilang sama Satria . . Bahwa Mami akan menjodohkan satria dengan seorang perempuan . . . ? Ujarnya lirih. Tatapannya sangat hampa dan sendu.


Sebenarnya dia begitu sangat bersedih. sudah beberapa bulan ini dia tidak pernah menghubungi Bunganya, dia bahkan menjadi seorang cowok yang pengecut.


hanya karena takut bunga akan merasa sedih setelah tau apa yang menimpanya saat ini. Hal ini dia simpan rapat-rapat, dia tak pernah menceritakan kepada Mami ataupun papinya.


Dia teramat sangat mencintai gadis itu.

__ADS_1


Tapi kenapa ? Mami nya harus menjodohkan dia dengan wanita lain yang tak pernah di kenalnya.


Bahkan hanya sekedar melihat wajahnya pun tak pernah.


Perasaan itu terus menghantuinya


Padahal sebelumnya dia sudah berjanji akan melamar bunga setelah study nya selesai. Tapi kenapa kenyataannya sekarang berubah ? Terlalu buruk untuk di ingat. Dia menderita tanpa bunga, tapi dia juga tak ingin membuat bunganya kecewa.


Kini hidupnya sangat terpuruk hari semakin hari bertambah tak semangat.


Padahal di saat seperti ini dia ingin sekali bunga berada di sisinya. Tapi kenapa harus begini ?


Jangankan untuk menjadikannya nyata . . Bermimpi pun dia tak akan sanggup. Dia akui hidupnya kini kian merapuh. . .


Dia butuh sandaran . .


Ini semua. . .


Terlalu sakit untuk di rasa.


Terlalu perih untuk di paksa.


Mami, yang memang selalu berada di samping nya itu mengangguk kecil,


itu karena dia tak bisa menyimpan perasaan sedihnya ketika melihat anak lelakinya itu terbaring lemah. . Jadi dia hanya bisa mengangguk saja. Kelu, tak sanggup . .


Mami : Tentu . . Sayang . . Jangankan kamu hanya ingin melihat wajahnya sekarang . Kamu ingin menikah dengan dia sekarang pun, mami pasti akan kabulkan yang terpenting kamu bahagia ? Jawab wanita itu pelan.


Satria : makasihh . . Mi ? Dia menatap wajah maminya kalem. Suara nya berat. . Ada tangis yang ingin sekali ia tahan. Dalam hatinya bertanya ( gadis seperti apa dia . . Yang sayang sekali tak beruntung karena di jodohin sama gue yang penyakitan begini ? ) batinnya sedih.


Mami : Tunggu sebentar Mami akan menghubunginya ?


Setelah itu Maminya beranjak dari tempat duduknya dan segera menelpon.


Beberapa Menit kemudian.


Mami : Sayang . . Tunggu ya sebentar lagi dia akan sampai ? Maminya terus mencoba untuk menghiburnya. Oke . . Dia hanya berharap untuk yang terbaik.


Satria : baiklah . . Satria akan menunggu dia, sekarang satria pengen istirahat sebentar mi, ? Pintanya kemudian, cowok itupun kemudian memejamkan matanya.


Mami nya hanya mengangguk setuju.


" Cekleeek . .


tiba-tiba Pintu terbuka.


Mami satria pun menoleh ke arah pintu kamarnya dan lihatlah siapa yang datang.

__ADS_1


Mami satria tersenyum dan segera mempersilahkannya untuk masuk


Setelah itu dia bangunkan satria . . .


Cowok itupun bangun dan duduk bersandar.


" Sat . . Satria benarkah itu kamu ? Bunga spontan langsung berlari mendekatinya dan memeluknya. ketika melihat siapa cowok yang ada di hadapannya itu.


" Bunga ? Ucapnya lirih, dia seakan tak percaya dengan apa yang terjadi . . Dia benar- benar melihat gadis itu.


Kini semuanya terasa berbeda . .


Tak terasa air matanya menetes sangat deras hingga membasahi kedua pipinya. ?


" Satria . . Apa yang sebenarnya terjadi ? Kenapa kamu gag pernah kabarin akku . ? Kamu jahat sat . . Kamu biarin akku nanggung Rindu ini ? Ujarnya lagi pelan air matanya terus tumpah tak tertahan." Selama beberapa bulan kamu gag da kabar dan saat itu akku begitu sangat kesepian ? Akku cariin kamu ? Tapi kamu gag ada. . ?


Ucapnya lagi..


" Maafin gue . . . ?? Hanya itu jawabannya.


Jauh di dalam lubuk hatinya dia benar- benar senang dan tenang. Karena kini cewek itu telah berada di sisinya. Satria masih tak mengerti kenapa Mami nya sangat merahasiakan perjodohan ini. . ? Tapi sekarang sudah terlambat . . Dia gag akan bisa membahagiakan gadis itu dalam keadaan sakit begini. Sedih . .


Melihat hal itu . .


Mata Mama bunga menjadi berkaca-kaca. . Dia jadi teringat kejadian beberapa tahun yang lalu.


Ketika itu hujan turun dengan derasnya.


Seorang perempuan mondar-mandir di depan sebuah pintu ruang ICU tangannya mendekap wajahnya gelisah.


Tak lama setelah itu seorang dokter tiba-tiba datang menghampirinya. Dokter itu mengatakan bahwa suaminya ingin bertemu. Kemudian dia masuk dengan perasaan yang tak menentu . . Di lihatnya lelaki itu . . Wajahnya tampak pucat pasi. di karenakan dia sedang merasakan sakit yang luar biasa. Beberapa jam yang lalu, sebelum dia berada di ruangan ini dia mengalami sebuah kecelakaan . .


Mobil yang dia kendarai dengan kecepatan tinggi menabrak sebuah pohon besar di pinggir jalan . . Yang mengakibatkan pendarahan pada otaknya karena bentur yang sangat kuat. Itu di sebabkan Rem mobilnya blong.


" Tia . . Berjanjilah setelah mendengar semua yang aku katakan ini, kamu gak akan bersedih ataupun marah kepadaku ? Ucapnya kala itu, dia memegang pergelangan tangan istrinya, yang saat itu terus menangisi dirinya.


sebelum meninggal Dia berpesan bahwa dia akan mendonorkan hatinya buat mantan kekasihnya yang saat itu sedang berjuang melawan sakit hati kronis.


Tentu saja itu sangat membuat hati istrinya bertambah sedih. . Tapi suaminya itu sedang sekarat. Dia hanya bisa menangis tersedu-sedu. . . Dan menerima kenyataan pahit itu.


Betapa tulus hati suaminya itu bahkan diapun rela menyumbangkan sesuatu yang sangat berharga dalam hidupnya.


Ketika di periksa dan memang ternyata dia memiliki golongan darah dan sistem jaringan yang sama.


Lelaki itu adalah papa bunga . .


Yaa . .

__ADS_1


Sejak saat itu kedua orang tua Satria merasa sangat berhutang jasa dan sampai akhirnya mereka bersepakat untuk menjodohkan Anak mereka.


__ADS_2