PRASANGKA CINTA

PRASANGKA CINTA
Dua puluh


__ADS_3

Saat ku merasa cinta itu indah . .


Ku ingin bermimpi dalam tidurku yang lelap. .


Ku ingin kau selalu ada. .


Temani di setiap mata terbuka. .


Temani di setiap mata terpejam. .


Kau buat semuanya menjadi warna-warni yang indah . .


Tetapi . . Haruskah ku tetap melihatnya indah ? Sementara jarak dan waktu telah memisahkan perasaan cinta kita . . Kau telah meninggalkanku pergi untuk selamanya . . Kau tak di sini lagi . . Kita telah terpisah oleh jarak dan waktu yang terlalu jauh . .


Kau tetap menjadi bintang yang selalu bersinar . .


Jika ku lelah . . Nanti


Percayalah cintaku tetap sejati . .



***


Semenjak pertemuaannya dengan Reza perasaan bunga menjadi sedikit tenang.


Jujur saja cintanya 2 tahun yang lalu masih tetap bersemi, di sisi kecil ruang hatinya. Dan ternyata cinta nya tak sia-sia dan juga tidak bertepuk sebelah tangan. Reza juga menyimpan rasa cinta buatnya. Tapi untuk sejenak dia ingin melupakan cnta pertama nya dan memilih untuk tidak menjawab.


Walaupun kini dia masih sangat terpukul dengan kepergiaan alm Satria Tunangannya.


Dia duduk tersandar di kursi hiasanya. .


Sembari menatap lekat wajah cantiknya di cermin. Kenapa hatinya kian perih . . Andaikan saja waktu bisa di putar kembali rasanya dia tidak ingin menjadi seorang bunga.


Tapi . .


Semua kejadian adalah takdir . .


Takdir perjalanan hidup yang sudah di atur oleh Tuhan . .


Jadi dia tak harus menyesalinya.


Tiba-tiba handphonenya berdering


Dreeet . . Dreeettt . .


Tante Yuni memanggil.

__ADS_1


Diapun menyambut telponnya.


" Hallo . . Tan ?


" halo Bung . . . ?


" iya . . Ada apa tan ?


" Tante perlu bicara penting sama kamu, jadi datang aja ke Restoran Utama tante yaa ? Ucapnya lagi.


" Hemm . . Iya tante ?


" Oke . . Sampai ketemu di Restoran Sayang ??


Tut . . Tut . . Sambungan telponpun terputus. Bunga menghela nafas sejenak kemudian beranjak dari duduknya, mengambil tas Ungu di atas meja Riasnya.


Berjalan membuka pintu kamar.


Keadaan memang selalu sunyi di rumah besarnya ini, karena memang dia dan mamanya hanya tinggal berdua saja. Sejak tadi pagi mama belum pulang dari rumah sakit. Sudah sebulan pihak Rumah Sakit memperkerjakan Mamanya lagi.


Dia sudah berdiri di depan rumahnya, menunggu taxi menjemput.


Setelah beberapa menit dia sudah sampai di sebuah Restoran Mewah di kota nya saat itu, dan tentu saja pemilik bisnis itu adalah calon mertua yang gagal mengambilnya untuk menjadi menantu.


Bangunan itu berwarna merah terang.


Ada pernak-pernik lampu hias, dan ada sejenis tanaman bunga yang semakin mempercantik Restoran itu.


Setelah membayar supir taxi bunga berjalan dengan langkah sedikit terburu-buru. Kemudian membuka pintu Restoran sambil memainkan handphonenya. .


Namun


Tiba-tiba kakinya tergelincir karena sepatunya cukup licin untuk berjalan di lantai berwarna cokelat keemasan itu.


Dia terjatuh tepat menyenggol seorang bocah cilik berambut kriting itu yang tengah khidmat menikmati sepiring burger.


Burger jatuh kelantai, bocah itu terbengong untuk sesaat.


Seorang perempuan di hadapan bocah itu spontan berdiri dari tempat duduknya.


" Heiii . . ! Hardiknya kemudian " punya mata ngak sih . . Kalau jalan itu yang bener ?!! Dia marah sekali bahkan tak perduli orang-orang menatapnya karena suara keras yang keluar dari mulut dia.


Bunga menundukan pandangannya, dia tak berani menatap wanita cantik di hadapannya. Dan berkata datar.


" Maaf kak . . ?


" Huff . . Maaf . . Maaf enak betul bilang maaf ?! Dasar buta !!

__ADS_1


Mendengar dan melihat kejadian itu buru-buru Tante Yuni menghampiri kegaduhan itu.


" Eem . . Maaf maaf Al ? Tante yuni berucap dan tersenyum.


" Eh . . Tante . . ? Dia buru-buru tersenyum ngak enak hati. " Ngak apa-apa kok Tante ? Sambil menganggukkan kepalanya. Tante Yuni kemudian memanggil pelayan dan menyuruh membersihkan lantai serta mengganti burger yang sudah jatuh dengan burger yang baru. Setelah itu mengajak bunga masuk. .


Di Ruang belakang


Tante Yuni menatap bunga dengan tatapan sedih . . Dia tau bahwa bunga pasti belum sepenuhnya bisa menerima kenyataan pahit ini.


" bung . . Gimana kabar kamu ? Tanyanya kemudian. Mereka duduk bersebelahan.


" bunga . . Baik-baik aja tante ? Jawab bunga tersenyum kecil.


" syukurlah kalau begitu . . ? Tante Yuni membalas senyumannya. Sambil menyerahkan sebuah map yang di bawanya sejak tadi. " bung . . Terima ini ?


Bunga langsung menatapnya bingung.


" Apa ini tante ? Tanya nya heran


" ini adalah sertifikat tanah yang kami wariskan buat alm satria dan sekarang surat penting ini jatuh kepadamu bunga ?


" Tidak tante . .bukankah Ini terlalu berlebihan ? Bunga menolaknya.


" Tante mohon bung terimalah . . Karena hanya ini yang bisa Tante wariskan buat kamu ? Sebagai balasannya . . ! Tante yuni tiba-tiba berubah, dia tidak bisa menyembunyikan Rasa sedihnya. " hanya kamu yang Tante punya . . ? Ujarnya lagi.


Ya . .


Itu karena Anak tunggalnya telah pergi untuk selama-lamanya. Tentu saja tidak ada pewaris turunan, apa lagi dengan sejumlah kekayaan mereka yang tak terhitung.


Sudah di investasikan juga kepada beberapa perusahan di berbagai daerah bahkan negara.


Sudah juga di keluarkan infaknya.


Masih saja banyak.


Tapi buat apa sih . . Uang, kemewahan tanpa Anak yang tidak mereka miliki.


Semua itu seolah tidak ada artinya.


Dia sudah kehilangan harta yang paling berharga melebihi segalanya.


Bunga membisu sejenak namun kemudian mengiyakannya dan menerima map itu penuh beban.


Tapi di sisi lain dia ingin bertanggung jawab atas harta yang di wariskan buat dia.


Dia berjanji. . .

__ADS_1


__ADS_2