
Tak terasa waktu penerbangan sudah berlalu sangat lama...
Pesawat pun tiba di bandar udara indonesia, tempat di mana seorang Bunga berasal dan di lahirkan.
Setelah keluar dari dalam pesawat Bunga bergegas mencari keberadaan ibunya yang menjemput.
Dia sudah melupakan lelaki itu.
"Bunga.
Ucap Mamanya girang, ketika di lihatnya Anak gadisnya itu sudah berdiri tegak di hadapannya.
"Ma...,, Bunga kangen deh.
Serta merta Bunga langsung memeluknya.
"Ya sudah, mari kita pulang.
Ajak Mama bunga datar, hanya beberapa menit saja mereka saling melepas rindu.
Bunga tersenyum, menanggapi ajakan datar yang keluar dari bibir Mamanya.
Sesampainya di rumah...
Bunga bisa bernafas lega sekarang, karena dia sudah kembali merebahkan tubuh lelahnya di sprim bed empuk, yang dia miliki, mata nya menerawang jauh...
Wajah cowok tadi tiba-tiba saja bermain-main di kepalanya.
"Aiih... Kenapa Aku jadi keinget dia sih,
Bunga memaki dirinya sendiri.
Sambil tersenyum dengan raut wajah yang terlihat tidak jelas.
Tok... Tok... Tok
Tiba-tiba ketukan pintu mengejutkan lamunan semu nya.
Dia menoleh.
"Bung...
Panggil Mama dari luar.
__ADS_1
"Iya Ma ! Masuk aja ma, ngak di kunci pintunya."
Jawab bunga sedikit keras.
Setelah bunga menghentikan sahutannya, pintu pun, Mama buka.
Dia menampakan senyum termanis, yang selalu ada.
"Kamu udah mandi?
Tanya Mama lembut, kali ini langkahnya semakin mendekat.
"Mandi dulu gih!
Perintah Mamanya lagi.
"Ya."
Bunga bangkit dari tempat tidurnya lalu mengambil handuk, yang bersangkut di depan pintu toilet kamarnya.
"Mama tunggu di ruang tengah ya, Mama udah masakin sesuatu buat kamu.
"Makasih Mama, Bunga makin sayang deh sama Mama."
Jawabnya, sebelum masuk ke toilet.
***
Udara malam itu terasa dingin... Angin berhembus sedikit kencang.
Di sebuah Apartemen mewah berdiri tegap seorang Pria memakai jacket biru.
"Apa mau kamu!
Setelah kamu hancurin kepercayaanku.
Reza menatap tajam wanita di hadapannya.
"Iya, Aku minta maaf za, Aku salah... Tapi Aku mau kita kayak dulu lagi. Aku menyesal udah selingkuh di belakang kamu.
Angel berusaha meyakinkan Reza, yang kini telah menjadi mantan suami nya.
"Maaf, Gel tapi hati Aku udah bener-bener tertutup buat kamu!
__ADS_1
Reza akan pergi, namun tangan halus itu langsung mencekalnya.
"Aku mohon za,
oke kalau demi Aku kamu pasti ngak akan terima, tapi jika demi Tasya anak kita, apa kamu akan menolaknya juga?
Tutur Angel pelan, rona wajah wanita itu sedikit memelas.
Namun itu tidak berpengaruh sama sekali untuk Reza, dia sudah muak dengan semua permainan licik Angel.
Tentu saja Reza tak memiliki perasaan apa-apa terhadap wanita yang telah dia nikahi beberapa tahun silam.
Kalau bukan karena papa nya yang terus memohon, agar Reza segera menikah.
Reza tak bisa menolaknya.
Karena desakan sang Papa di akhir hidupnya yang terlalu singkat.
Rasa cinta yang dia miliki buat gadis di SMA nya dulu, sampai kini belum juga memudar.
Walaupun waktu terus bergulir tanpa lelah.
Reza menghela nafasnya sejenak.
"Biar Tasya Aku yang urus.
Jawabnya tegas.
Dia tidak ingin berbasa-basi dengan waktu yang lama.
"Bukan itu permasalahannya, jika hanya mengurus Tasya sendiri, Aku bisa.
Tapi... Dia butuh sosok Ayah.
"Angel kita bisa mengurusnya bersama, akan tetapi tidak harus bersatu. Kita jalani masa depan kita masing-masing!
Sekarang tinggalkan apartemenku, lagi pula Aku sudah tak mau melihat muka licikmu itu !
Reza melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti.
Dan Ekspresi wajah cantik wanita itu, berubah menjadi merah.
Ya, jelas sekali Reza mengusirnya, betapa tak berharga nya dia di mata Reza.
__ADS_1
Angel langsung menghentak kan kaki nya dengan langkah yang kesal.
Berlalu, meninggalkan apartemen milik Reza.