
Malam kini menyapa dengan aura gelap gulitanya, angin pun berhembus sangat dingin.
Jam menunjukan pukul 20:00 am...
Itu pastinya sudah terbilang sedikit larut.
Rio berjalan memasuki ruang tengah di rumahnya.
Dan di situ Mommy serta Daddy nya sudah menunggu.
"Rio?
Sebut Daddy nya pelan.
Rio menoleh saja.
"Apa kau sudah lelah?
Daddy akan membicarakan hal penting kepada mu?
Ujarnya lagi.
Rio tak menjawab, dia pun berjalan kearah mereka yang sedang duduk.
"Silahkan Daddy?
Jawabnya datar.
"Baiklah... Duduklah dulu sebentar?
Daddy memperhatikannya.
Rio pun duduk menghadap mereka berdua.
"Rio bukankah kau tahu, bahwa perusahaan kita sekarang semakin banyak memiliki cabang? Sepertinya Daddy ingin beristirahat atau pun pensiun? Daddy tidak muda lagi sekarang ! Tubuh Daddy pun lebih sering sakit-sakitan?
"Yaa Daddy?
Jadi apa yang Daddy mau?
"Daddy ingin kau segera menikah?
Jawab Daddy nya pelan.
Rio terkejut mendengarnya.
"Kau akan menuruti perintah Daddy kan Rio? Daddy juga tahu bahwa umur mu baru menginjak 20 tahun. !
Rio masih membisu.
"Atau kau merasa keberatan Rio?
Kali ini Mommy nya yang bertanya.
"Tidak !
Hanya itu jawaban dari mulut Rio.
__ADS_1
"Baiklah kami akan menunggu untuk melamarkan mu !
"Baik !
Apakah pembicaraan kita sudah selesai?
Kedua orang tua itu mengangguk.
Dan Rio permisi untuk masuk kedalam kamarnya.
Sesampainya di kamar, dia segera melepas jasnya dan setelah itu membersihkan diri.
Di rumah Aunty jolie...
Mereka sedang duduk bersantai di ruang tengah milik Aunty Jolie.
Sambil menikmati berbagai macam snack yang mereka beli ketika pulang dari berjalan-jalan.
Mereka juga menonton televisi.
Dan bercerita banyak hal, termasuk pertemuan mereka dengan lelaki angkuh itu.
"Aunty tadi pas kita pulang dari kantornya Aunty, ada orang yang gak sengaja nabrak mobil Aunty !
Rina membuka pembicaraan.
"Terus?
"Yaa kita di kasi uang sama dia?
"Berapa?
"Kok banyak banget?
"Tau tuh, udah kelebihan duit kali tu orang !
Aunty Jolie tertawa.
"Emang siapa tu orang?
"Yaah... mungkin Aunty kenal aja sama tu orang tapi kita gak tau ya bung namanya.
Rina memperhatikan bunga.
"Iya sih Aunty, mungkin temen Aunty. Bunga juga ikut tersenyum.
"Siapa?
Ciri-cirinya gimana coba?
"Cakep !
"Putih !
"Tinggi atletis !
"Punya tahi lalat di bawah bibirnya !
__ADS_1
"Terus dia punya mobil sport warna item !
"What.... Itu Pak Rio?
Aunty jolie mendadak kaget.
"Aunty beneran kenal?
"Iya,, dia itu bos di tempat kerjanya Aunty.
Kok bisa sih,, kalian ketemu pak Rio?
"Hehee... Mungkin jodoh untuk sahabat Rina Aunty?
"Maksud kamu?
"Yaa... berdoa aja, moga dia bakalan jadi jodoh kamu bung?
"Ogah ah Rin, walaupun mukanya percis Satria tapi Aku kurang suka,, apa lagi dia orangnya angkuh !
Rina menertawainya.
Dia berharap banget sahabatnya itu segera move on dari Satria tunangannya yang gagal.
Dan menemukan cintanya kembali.
Tapi.... Takdir siapa yang tahu.
. . .
keesokan harinya
seperti biasa, Rio telah berada di ruang kantornya.
kali ini dia benar-benar tidak bisa berkonsentrasi dengan pekerjaannya.
dia bingung...
yaa bingung sekali
bagaimana mungkin dia bisa menyanggupi permintaan kedua orang tuanya itu.
sementara sampai saat ini belum pernah ada satu wanita yang dekat dengannya.
Melihat bos nya yang sejak tadi tampak gelisah, Asisten nya itu mencoba untuk bertanya.
"Tuan?
ucapnya pelan.
Rio hanya menoleh.
"Apa yang sedang Tuan pikirkan? sepertinya dari tadi Tuan begitu gelisah?
"maaf Tuan jika pertanyaan saya ini sangat lancang !
"Tidak apa Benikno !
__ADS_1
Saya hanya sedang memikirkan sesuatu !
Rio menghentikan pembicaraannya sejenak.