
🌺 Sambungan🌺
" Bos, tunggu duduk di kursi teras dulu. Saya masuk dulu untuk memanggil mama dan Geovanna." Kataku.
*Aku harus masuk mencari Gerald, apakah sudah memakai rok? Juga mencari George harus siap menjadi Gerald. Aku jadi gemetaran begini.
*Kata hatiku
Aku melihat Gerald memakai rok selutut sedang duduk mengangkang seperti pria.
"Hai kak, kalau duduk kakinya ditutup seperti perempuan, kamu mau pamer celana dalam hah." Kata Georgina.
"Mana dulu uangnya?" Kata Gerald.
"Kamu minta begitu banyak uang, tunggu aku gajian dulu. Aku akan transfer uangnya nanti. jika misi hari ini gagal maka aku tidak mau bayar. " Kataku.
Aku langsung menuju ke kamar George, Kulihat kakak kakinya di gips dan berjalan memakai tongkat penyangga kaki ( kruk).
"Apakah kak George sering berlatih berjalan." Kataku.
" iya, aku terus berusaha berjalan." Kata George asli.
"Kakak jangan lupa bahwa kakak berakting sebagai Gerald. Bos Tony sudah datang menunggu di teras." Goda saya.
Aku menghampiri kamar Geovanna, dan membuka pintu kamar. Kulihat Geovanna sangat feminim dan cantik sekali.
"Van, Apakah kamu sudah siap." Kataku.
Papa dan mama sudah berpakaian rapi keluar dari kamar mereka.
"Papa dan mama, apakah kalian sudah siap. Ingat ya kalau nama George diganti Gerald, Gerald dipanggil Georgina." kataku.
"Papa Sebenarnya tidak setuju berbohong. Tapi karena kondisi mendesak George kecelakaan butuh pekerjaan. Papa mau kerja sama untuk berbohong sampai George sembuh." Kata papa.
"Terimakasih pa. Ayo temui Tony di teras rumah." Kataku
Mereka keluar rumah dan menemui Tony. Tony melihat kedua orang tuaku langsung tersenyum.
"Selamat malam, om dan Tante. Saya Tony yang merupakan atasannya George." Kata Tony
"Ayo, silahkan masuk, kita makan malam bersama dulu." Kata Aon ( mamaku)
"Saya membawa oleh - oleh untuk om dan Tante. juga untuk Geovanna. Saya baru diberitahu oleh George bahwa dirinya kembar 4 saat mau pergi ke bandara. Jadi saya tidak bawa oleh - oleh untuk Georgina dan Gerald.
Saya akan kirim lewat paket saja nanti." Kata Tony.
"Oh ya terimahkasih banyak ya, nak Tony." kata Aon.
Geovanna lalu keluar dari kamarnya. Geovanna tampak anggun dan cantik. Tony terlihat mengagumi kecantikan Geovanna dengan rambut panjangnya.
Hatiku terasa sakit, melihat Tony tersenyum kepada Geovanna.
" Hai Geovanna, lama sekali kita tidak berjumpa. Saya ingin mengenalmu lebih jauh, boleh kan." Kata Tony.
" Boleh - boleh saja." Kata Geovanna dengan tersenyum.
"Ayo kita makan!" Kata Pak Gonzales ( Papa).
"Oh ya dimanakah yang bernama Georgina dan yang lainnya. Bukankah kembar empat, Saya ingin tahu seberapa miripnya kalian." Kata Tony.
Gerald yang memakai rok menyamar menjadi Georgina akhirnya keluar dari kamar.
"Kamu yang bernama Georgina, kamu terlihat tombol sekali." Kata Tony.
Keluarlah George yang berjalan memakai krim atau penyangga kaki dan menyamar sebagai Gerald.
"Kamu pasti yang bernama Gerald. Kenapa dengan kakimu?" kata Tony.
"Iya saya kecelakaan sepeda motor saat menyebrang, anggaplah sudah takdir." Kata George yang menyamar sebagai Gerald.
"Ayo kita mulai makannya, Ini piring kalian. Tony Ambil sendiri nasi dan lauknya ya." Kata Bu Aon.
"Terimakasih Tante. Ayo, selamat makan semuanya." Kata Tony.
Mereka akhirnya giliran mengambil makanannya masing - masing dan mulai makan bersama. Setengah jam kemudian, mereka akhirnya selesai makan.
Mereka duduk bersama di ruang tamu, Geovanna langsung duduk di sebelah Tony.
Geovanna memang wanita yang agresif.
"Tony kerja sebagai apa, perusahaan apa?" tanya Pak Gonzales.
"Saya cuma membantu pekerjaan papaku saja, kebanyakan yang lain dipegang oleh kakakku. Saya kerja di Tagumpay Cooperation. Saya membangun sendiri perusahaan di bidang E-Commerce." Kata Tony.
"Oh begitu ya, kamu kemari tujuannya adalah untuk bertemu dengan Geovanna, kan. Kami tinggalkan kalian untuk mengobrol bersama." Kata Bu Aon.
"Ayo, kita masuk ke dalam. Biarlah Tony dan Geovanna berdua." Kata Bu Aon.
__ADS_1
Mereka lalu meninggalkan Tony dan Geovanna. Tony bingung mulai bicara apa? Tony mulai bicara tentang saat pertama kali saat bertemu di pesta anniversary.
"Kamu ingat saat kita pertama kali kita ketemu, sungguh lucu kamu menabrakku dan jasku menjadi basah." Kata Tony.
"Apakah jasmu sudah bersih dari noda wine? " Kata Geovanna.
*Bukankah jasku sudah kuberikan kepadamu, dan bukan ketumpahan wine tapi terkena kuah sop. Kelihatannya yang hadir di pesta bukanlah Geovanna yang asli. Apakah dia lupa, coba aku tes lain lagi.
*Kata hati Tony.
"Kamu ingat saya datang ke pesta dengan penerjemah saya, menurut kamu dia seperti apa dibandingkan dengan George." Tanya Tony
"Penerjemah kamu waktu itu terlihat tampan juga, Kamu memilih George yang kurang tampan. Kamu pasti memilih orang yang punya kemampuan banyak bahasa." Kata Geovanna.
*Penerjemah yang mendampingi aku saat pesta waktu itu adalah wanita yang memakai gaun bukanlah pria tampan. Geovanna yang kutemui saat pesta bukanlah Geovanna yang ada di depanku. Aku harus telpon Geovanna, waktu pesta aku sudah minta nomor teleponnya dan ku misscall untuk meyakinkan. Aku coba telpon Geovanna lagi.
*Kata hati Tony.
"Permisi, aku mau telpon dulu. ada yang penting, saya keluar dulu ya." Kata Tony
"Oh, silahkan."
Tony melangkah keluar di halaman rumah. Tony mencari nomor telepon Geovanna yang didapat saat pesta, dan meneleponnya dengan nomor yang lain. Satu Hp Tony memiliki dua nomor telepon. Tony mendengar ada nada masuk, dan ada yang mengangkat teleponnya. Tony mulai bicara.
"Halo." Kata Georgina
"Maaf, apakah benar ini Linda? Saya mau memberi tahu ada undian berhadiah handphone di Central World Mall jika menghadiri acaranya. Malam ini juga acaranya sedang berjalan." Kata Tony.
"Saya bukan Linda, tapi Georgina. Terimakasih atas informasinya, saya mau ikut mendapatkan undian." Kata Georgina.
Georgina langsung menutup telepon, dan tergesa - gesa keluar kamar dengan penampilan menjadi George. Tony masuk ke dalam rumah dan berpapasan dengan Georgina yang menyamar menjadi George.
"George, kamu mau kemana?" Kata Tony.
"Ehm, bos. Maaf saya pergi dulu bertemu dengan teman kencan saya di Central World Mall." Kata George (Georgina).
Tony langsung kaget dan shock saat tahu yang datang ke pesta malam itu adalah George.
"Saya ikut pergi ke supermarket, saya ingin pulang ke hotel juga" Kata Tony.
"Bos, saya ini keburu - buru. Saya naik sepeda motor besar milik Gerald." Kata George (Georgina)
"Saya ikut saja sekalian pulang." Kata Tony yang sedang kecewa karena dibohongi.
"Besok pagi kita keliling tempat wisata di Thailand ya." Kata Geovanna sambil memegang lengan Tony dengan manja.
"Baiklah, kita besok pagi pergi jalan - jalan bertiga dengan George." Kata Tony.
*Genit sekali nada bicara perempuan ini, baru ketemu sudah memegang lenganku. Perempuan ini bukan perempuan yang baik, juga pembohong.
*Kata hati Tony.
George ( Georgina) mengeluarkan sepeda motor CBR keluar pagar. Tony mengambil helm yang diberikan oleh George dan memakai helm.
Tony duduk di belakang George ( Georgina), entahlah rasa jantung berdebar muncul lagi bila di dekat George ( Georgina). Tadi saat duduk dekat dengan Geovanna tidak ada rasa jantung berdebar.
"Kamu mau pergi ke mall, aku ikut pergi ke situ. Aku bosan bila di hotel." Kata Tony.
"Hati - hati ya bos, harap pegangan." Kataku.
Mereka berboncengan dengan sepeda motor besar ke arah jalan raya, tiba - tiba rem mendadak saat ada penyebrangan lewat. Tony tak sengaja memeluk George ( Georgina). Mereka menjadi susah konsentrasi karena jantung berdebar dan pikiran kacau.
Beberapa menit kemudian mereka sampai ke dalam mall dan memakir sepeda motornya. Mereka masuk ke dalam mall dan mencari tempat undian berhadiah handphone diadakan. Tony pura - pura mengikuti George dan mencari juga.
"Aku mau tanya security yang sedang berdiri di sana." Kata George ( Georgina).
*Gawat nih aku harus nonaktifkan nomor telepon tadi.
*Kata hati Tony sambil mengeluarkan ponsel Hp nya untuk menonaktifkan nomor cadangan tadi.
"Pak, Apakah benar hari ini diadakan acara undian berhadiah handphone?" tanyaku
"Mana ada acara seperti itu di sini, kecuali anda belanja minimal tertentu baru mendapatkan kupon undian. Di sini tidak pernah diadakan acara itu." Kata Security.
*Kurang ajar penelepon misterius itu. Aku harus Telepon dia.
*Kata hatiku.
Tony telah menonaktifkan nomor telepon tadi dan berjalan mendekati George sambil tersenyum kemenangan. George berusaha menelepon selalu jawabannya nomor sudah tidak aktif.
"Ada apa sih George kok sepertinya lagi marah dengan yang akan ditelpon. Apakah lagi janjian dengan orang yang mengajak ikut undian berhadiah? Ayo kita minum es dulu, haus kelilingan nih." Kata Tony.
"Tidak apa - apa bos, kelihatannya saya ditipu olehnya." Kataku.
Mereka berjalan menuju kios penjual jus buah dan sambil menunggu Tony bertanya.
"Nomor teleponmu ada dua ya, satu nomor Thailand dan satunya nomor Filipina. Aku minta nomor telepon Thailand dong." tanya Tony dengan iseng.
*Gawat nih jika Tony tahu nomor telepon ini sama dengan nomor saat aku menyamar menjadi Georgina. Waktu itu minta nomor telepon dengan cara Misscall.
__ADS_1
*Kata hati George ( Georgina)
"Ehm, nomor teleponnya mau kubuang bos. Saya tak mau diteror lagi." Kataku
Mereka akhirnya mendapatkan jus alpukat. Tony harusnya merasa marah dan kecewa karena dibohongi oleh George seperti marah karena dibohongi oleh Geovanna.
Kami lalu melewati toko penjualan DVD, ada papan iklan artis Kim Soo Hyun di samping pintu toko. George menghampiri foto itu dengan tersenyum lalu mencium foto itu.
Tony kaget melihat tingkah George yang mencium reklame artis pria. Apakah George seorang gay? Berarti dia akan mencari pacar seorang pria. Tony merasa cemburu melihat tingkah George.
"Lebih baik kita pulang saja, berhentilah mengamati papan foto itu." Kata Tony.
"Ayo, kuantar bos pulang ke hotel." Kataku.
Mereka akhirnya pulang menuju ke hotel tempat Tony menginap. Georgina hanya mengantar sampai di depan hotel.
"Saya pulang dulu ya bos, besok pagi aku dan Geovanna menjemput bos." Kataku.
Georgina lalu pergi ke tempat penjual nomor telepon seluler. Dia membeli nomor yang baru dan menyimpan nomor yang lama di dompet. Georgina pulang ke rumah dengan selamat.
Tony berjalan masuk ke kamarnya di hotel dan mengalami pergumulan.
*Apakah George ini mempunyai kepribadian ganda sebagai pria dan wanita? Apakah dia gay? Mengapa hatiku senang di dekat George daripada Geovanna? Aku harus pulang ke Manila untuk bertemu psikiater untuk diperiksa otakku juga secara medis.
*Kata hati Tony
🌺 Keesokan paginya🌺
Georgina segera bangun dan mendekati papanya yang sedang membaca koran.
"Pa, saya pinjam mobil buat antar Geovanna dan Tony jalan - jalan keliling Thailand. Jangan kuatir pa, mobilnya disewa kok sama Tony termasuk bensin." kataku.
"Ya boleh, ini kuncinya. Berarti kamu harus antar papa ke kantor dulu ya." Kata papa.
"Oke pa, papa yang terbaik." kataku.
"Geovanna, ayo cepat bangun." Kataku.
"Kak, kamu jemput Tony saja dulu. Aku mandi dulu dan berdandan. lama lho." Kata Geovanna.
"Baiklah, Papa dan mama aku pergi dulu ya." Kataku.
Saya pergi ke hotel dan 10 menit kemudian sampai di hotel. Saya naik ke atas dengan lift lalu berjalan di koridor menuju kamarnya. Aku mengetuk pintu kamar semenit. Pintu kamar terbuka dan terlihat Tony habis bangun tidur.
"George, masuklah dulu. Aku mau mandi dulu." Kata Tony.
Tony langsung masuk ke kamar mandi, Aku langsung menonton TV di atas kasur. Beberapa menit kemudian Tony Keluar yang hanya menggunakan handuk saja.
*Coba aku hanya menggunakan handuk saja di depan dia. Apakah dia salah tingkah atau tambah suka?
*Kata hati Tony.
Tony sengaja berdiri lama di depan jendela hotel, sambil melihat pantulan kaca jendela untuk melihat sikap George. Ternyata George ( Georgina) memandang Tony yang melihat di luar jendela.
*Aku yakin dia adalah gay, dia memandangku. Coba aku memakai baju di depan dia, apakah dia salah tingkah. Aku pasti sudah gila, malah senang tubuhku dinikmati sebagai tontonan seorang pria.
*Kata hati Tony.
Tony langsung berputar dan melepaskan handuknya ternyata Tony hanya memakai celana dalam. Aku langsung melihat ke arah lain karena kaget melihat Tony. Tony mengelap punggungnya dengan handuk putih dan memakai baju hitam.
Tony tersenyum melihat George ( Georgina) menjadi salah tingkah.
*Aku yakin kalau George suka kepadaku. Mamaku bisa bunuh diri jika aku pacaran dengan sesama pria. Aku harus kuat mental sebagai pria sejati.
*Kata hati Tony.
"Ayo kita berangkat sekarang." Kata Tony.
Kami turun ke bawah dan keluar dari hotel. Kami masuk ke dalam mobil. Mobil di Thailand dengan menggunakan setir kiri jika di Filipina setir kanan. Tony duduk di sebelah George.
"Bos, nanti jika sudah sampai di rumah, bos duduk di sebelah adikku saja. Temanya kan saya mengantar kalian berdua kencan." Kataku.
"Tidak ah, aku malas. Aku duduk di sebelah kamu saja." Kata Tony.
"Apakah bos maunya kencan denganku, lihat bibirku ini. Apakah bos muntah melihat tingkahku dan ingin pacaran denganku?" Kataku.
Tony kaget melihat tingkah lucu dan rayuan George ( Georgina).
"Baiklah nanti saya duduk di sebelah Geovanna." Kata Tony.
Akhirnya mobil bergerak dan 10 menit kemudian sampai di depan rumah. Geovanna yang sedang menunggu di teras akhirnya berjalan di depan mobil.
Tony keluar dengan malas lalu membuka pintu untuk Geovanna dan mereka masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
Terimakasih telah mampir membaca novel ini. Minta like, vote dan komentar dong 🙏