Pria Atau Wanita

Pria Atau Wanita
Episode 3 Pindah ke Filipina


__ADS_3

🌺Pesta🌺


Aaron mengajakku ke pesta Anniversary orangtuanya yang merupakan pengusaha terkenal. Banyak orang dari kalangan pengusaha kelas atas datang. Mereka ada yang dari luar negeri dan dalam negeri.


"Kamu kok gak bilang sih tamunya orang penting begini." Kataku.


"Aku tidak ingin kamu takut terus gak mau datang." kata Aaron.


*Waduh itu kan Tony pengusaha dari Filipina dan kakaknya Natasha. Rupanya Tony datang karena diundang ke acara ini. Aku harus menghindari mereka berdua.


*Kata hatiku.


Akhirnya acara akan dimulai, Host Pembawa acara Anniversary memimpin acara dan mempersilahkan orang tuanya Aaron untuk berpidato.


"Selamat malam kepada para undangan yang merupakan rekan kerja, teman, dan keluarga. Kita mengadakan acara Anniversary ke 50 tahun perusahaan ini. Baik bidang telekomunikasi, E - Commerce, kelapa sawit, property, dan apartemen. Terimakasih atas dukungan kalian semua. Silahkan menikmati hidangan dan hiburan dari para artis. Terimakasih." Kata Pak Vichai Yoovidya.


"Hore makan malam mewah gratis." kataku.


Aku sibuk makan tak sengaja saat selesai malah menabrak Pak Tony, dan kuah soup tumpah di Jasnya.


"Maaf, maaf pak Saya bersihkan dengan saputangan. Mana jasnya tolong dilepas." Kataku dengan bahasa Filipina.


"Kamu kok tahu saya orang Filipina, kamu pasti orang Filipina kok bisa bahasa Filipina, kamu kan bisa pakai bahasa Inggris." Kata Pak Tony.


"I am sorry, my father from Philippine." Jawabku.


"Sudah ambil saja jasnya buat kamu. Saya sudah tidak suka dengan jas ini. Saya ada jas cadangan di mobil" Kata Tony dengan bahasa Filipina.


" Terimakasih tuan, jas anda terlihat mahal." Kata saya.


"Wajahmu tampak familiar, mirip dengan siapa ya? Sudahlah temani aku ambil jas di mobil." Kata Tony.


"Kan ada kekasih anda." Kataku.


"Dia cuma sebagai penerjemah saja, saya kurang bisa bahasa Thailand agak cepat bicaranya." Kata Tony.


"Saya minta nomor telepon kamu, suatu ketika jika saya ke Thailand, kamu jadi asisten penerjemahku. Aku lebih merasa nyaman jika asisten berasal dari kampung halaman." Kata Tony.


"Saya ke Thailand karena ada waktu liburan sekolah saja, Setahun dua kali." Kataku.


"Mana handphone kamu, aku mau pastikan nomor telepon yang kamu berikan adalah benar." Kata Tony.


Tony menekan tombol nomor telepon Tony di ponselku, lalu Misscall ke Hp Tony. Setelah nomor ponselku muncul di layar ponsel Tony. Tony menyimpan nomor nya di ponselku dengan Tony bos.


" Siapa namamu?" Tanya Tony.


" Namaku Geovanna." Kataku,


*Padahal nama asliku Georgina, gak apa - apa deh buat tambahan uang.


Akhirnya kami kembali ke pesta, Aaron mencariku.


" Kamu dari mana saja, kutinggal ke toilet sudah kabur. Ayo kita makan." Kata Aaron.


Setelah kami mengambil makanan secara prasmanan. kami makan di meja duduk bersebelahan. Tony juga duduk di sebelahku dan Naulran duduk disebelah kiri Tony.


"Wajahmu kok mirip dengan pacar adikku Natasha ya." Kata Naulran dengan bahasa Inggris karena tidak bisa bahasa Filipina.


"Oh benarkah, banyak yang bilang wajahku mirip dengan seseorang." Kataku.


"Ah ya, kamu mirip dengan pria yang dikenalin padaku tadi." Kata Tony.


"Saya sudah selesai makan, saya permisi pulang dulu. Saya takut dimarahin orang tuaku." Kataku sambil menarik Aaron.


"Kami pulang dulu ya." kata Aaron dengan bahasa Inggris.


Saya mengambil gerak cepat menuju ke parkiran, Aaron mengejarku. Aaron membuka pintu mobil untukku.


"Kenapa sih kok keburu pulang. Kita belum pelukan dan ciuman. Kalau mau pulang kita ciuman dulu." Kata Aaron.


"Saya tidak mood, saya bisa pulang naik taksi." Kataku menghindari permintaan Aaron.


"Oke, aku antarkan pulang. Kenapa terburu - buru pulang. Biasanya kita pulang jam 11 malam tidak dimarahi orangtuamu, bahkan ingin kita cepat punya anak dan menikah." Tanya Aaron sambil mengendarai mobil.


*Dasara orangtuaku ini, ingin anak - anaknya menikah dengan orang kaya, sehingga memakai segala cara. akibatnya saudara- saudaraku jadi mengejar orang kaya semua.


*Kata hatiku.


"Besok aku ada Ujian Tengah Semester, 2 Minggu lagi aku sudah skripsi." Kataku.


Setiap kali jam istirahat saya selalu makan di kantin kampus. Saya suka memilih menu makanan yang tersedia. Saya gak suka melihat menu di kertas.



Jika jarak pergantian jam mata kuliah terlalu panjang, saya tidak pulang ke rumah. Saya pergi ke ruang belajar di sebelah perpustakaan. Ini merupakan fasilitas dari kampus, selain harus memakai seragam atasan putih dan bawahan hitam.


__ADS_1


Saya selalu ke minimarket milik kampus jika aku butuh camilan, dan pembalut wanita.



Makanya kehidupan aku hampir tidak terkenal. Kehidupan Gerald dan Geovanna yang terkenal, karena mereka playboy ang playgirl.


🌺2 bulan kemudian🌺


Kami bersaudara telah lulus kuliah dan Wisuda. Saya ikut kakakku yaitu George pergi ke Filipina untuk mencari kerja. Saya tidak mau tinggal di Thailand bersama Gerald dan Geovanna. Aku tak mau dijadikan pacar pengganti mereka.


Papaku memberi kami kunci rumah di Filipina. Saya dan George mengurus surat imigrasi dan membuat kartu identitas Filipina. Kami mendapatkan kemudahan karena kami termasuk penduduk Balikbayan.


( Balikbayan adalah Orang Filipina yang lahir atau tinggal di luar Filipina, lalu kembali ke negaranya entah untuk belajar, kerja atau menetap)


Setelah saya dan George mendapatkan kartu identitas dan Surat ijin mengemudi, kami bisa mengendarai sepeda motor yang baru kami beli. Jadi saya dan George bisa kemanapun.


Saya selalu membeli sayur di pasar karena lebih murah. Saya menyiapkan masakan tiap pagi.


🌺Di Manila Ocean Park🌺


Saya sedang sibuk memasak, mencuci pakaian dan membersihkan rumah pada hari Minggu. George malah asyik jalan - jalan di Manila Ocean Park.



Pak Tony dan pacarnya sedang asyik jalan - jalan juga di Manila Ocean Park. Tiba - tiba ada yang mencopet tas Sherly, pacar Tony.


Tony melihat pencopet itu dan mengejar si copet. George berada di pintu masuk ujung lorong melihat si copet berlari ke arahnya.


"Tolong tangkap si copet jangan sampai ke luar." Teriak Tony.


George langsung menghalangi dan menendang si copet hingga jatuh. Saat si copet mau memukul, George langsung menghindar dan memegang dan menarik tangan si copet ke belakang dan didorong ke tembok. Security datang langsung membawa si copet.


"Ini dompet anda pak." kata George.


"Tunggu dulu, bukankah kamu pacarnya Natasha di Thailand. Kamu ke Thailand dalam rangka liburan sekolah ya." Tanya Tony kepada George.


*pasti dia kira saya adalah adikku yaitu Gerald. Biar saja dia mengira saya Gerald. Lagipula dia tampan sekali, sifat gay ku muncul lagi nih.


*Kata hati George.


"Saya di Filipina untuk bekerja." Kata George.


"Oh, kerja di mana?" Tanya Tony


"Saya masih mencari." Kata George.


"Kamu kerja menjadi asistenku saja, keliling ke Thailand, Amerika, Australia dan Eropa. Saya butuh asisten yang bisa Bahasa Thailand, Inggris, Filipina dan bahasa apalagi yang kamu bisa?" tanya Tony.


"Besok kamu ke kantor saya dan bawa surat lamaran kerja kamu ya. Ini kartu nama saya." Kata Tony.


"Terimakasih telah menerima saya kerja di kantor anda" Kata George.


"Siapa namamu, saya lupa?" tanya Tony.


"Namaku George." Jawab George.


"Okay, George sampai ketemu besok di kantor." Kata Tony.



Visual Tony Marco


Mereka akhirnya berpisah, George pulang dengan mengendarai sepeda motor CBR.


George terlihat senang sehingga tidak melihat lampu lalu lintas telah menjadi merah.


Bruk, George tertabrak sepeda motor, dan jatuh terpental. Untung saja George memakai helm. Pada saat berdiri, kaki George sulit digerakkan. Akhirnya George di bawa ke rumah sakit.


George meneleponku


📲 "Gina, kamu harus ke rumah sakit Malusog sekarang. Saya kecelakaan." Kata George.


📲 "Iya, saya kesana segera, aku bawakan pakaian ganti." Kataku.


Saya bergegas memasukkan pakaian ganti milik George. Saya segera pergi ke rumah sakit dengan sepeda motor.


Sesampainya di sana, saya melihat keadaan George.


" Tolong telepon mama untuk datang kemari." Kata George.


📲 " Halo mama, George kecelakaan tolong ke rumah sakit Malusog." kataku.


📲 "Aduh, ada apa lagi ini. Mama akan pesan tiket pesawat sekarang." Kata mama.


"Gina, besok saya harus melamar kerja di perusahaan Tagumpay Cooperation. Ini kartu namanya, kamu menyamar menjadi diriku ya. Tolong buat surat lamaran, ini Kartu identitas dan SIM milikku. Kata dokter kakiku patah butuh di gips selama sebulan dan terapi berjalan sebulan lagi." Kata George.


"Baik kak, saya pulang dulu untuk membuat surat lamaran kerja dalam bahasa Inggris." Kataku.

__ADS_1


Saya ke rumah Mengambil surat ijazah terakhir milik George. Saya segera ke tempat Fotocopy. Fotocopy surat ijazah terakhir dan Kartu identitas. Saya ke tempat persewaan komputer untuk mengetik surat lamaran kerja dan mengeprint.


Orangtuaku Akhirnya datang ke rumah dan meletakkan koper di kamar.


"Papa dan mama pergi ke rumah sakit dulu, apakah kamu mau ikut?" tanya papaku.


"Saya mau istirahat, George menyuruh aku menyamar menjadi dirinya untuk wawancara kerja sebagai asisten bos." Kataku.


"Semoga bos itu jatuh cinta kepadamu, dan tahu kamu seorang wanita." Kata mama.


"Apaan sih mama, jangan goda saya terus." Kataku.


"Mama kuatir kamu ini lesbian dan kakakmu George menjadi gay. Kalian berdua gak pernah pacaran dengan lawan jenis." Kata mama.


"Mana mungkin bisa pacaran, aku ini selalu jadi alat figuran pacar pengganti oleh Gerald dan Geovanna. Sekarang aku mau tidur, besok pagi harus ke kantor bantu kak George mendapatkan pekerjaan." Kataku.


"Ya sudah, Papa dan mama mau pergi ke rumah sakit dulu." Kata mamaku.


🌺 Keesokan harinya🌺


Saya bangun karena bunyi alarm, saya memakai jas yang ada di kamar kakak. Sebenarnya saya punya satu jas yang mahal pemberian Pak Tony saat di Thailand, karena menumpahkan sop merah di jasnya saat pesta anniversary.


Saya berangkat membawa tas selempang kulit pria milik George, di dalam tas hanya berisi surat lamaran kerja dan sebotol air minum. Saya naik sepeda motor bebek milikku, karena Sepeda motor CBR milik George sedang diservis di bengkel setelah peristiwa kecelakaan kemarin.


Saya akhirnya sampai di perusahaan Tagumpay Cooperation. Saya memakir motor saya di depan pos security.


"Ada keperluan apa dan mencari siapa?" Kata Security.


" Saya ada janji bertemu dengan Pak Tony perihal lamaran kerja." Jawab saya.


"Minta Kartu identitas dan tukar dengan kartu visitor ini." Kata Security.


Saya mengalungkan kartu yang bertuliskan Visitor, seperti siswa yang sedang ujian sekolah. Saya masuk dan berjalan ke tempat Resepsionis.


"Maaf Bu, Saya bernama George mau bertemu dengan Pak Tony " kataku dengan bahasa Filipina.


"Apakah Anda sudah buat janji?" Ya saya sudah.


Si Resepsionis menekan tombol extension di telepon dan berbicara.


"Pak George, anda dipersilahkan naik ke lantai 15. Anda harus belok kiri dan masuk ke ruang serbaguna ya." Kata si Resepsionis.


"Terimakasih, saya akan ke atas sekarang." Kataku berjalan masuk ke lift.


Suara saya adalah bass, karena Gerald selalu melatihku untuk berteriak di pantai, berlari di atas pasir, fitness dan dilatih jurus andalan untuk melindungi diri dari teman pria yang suka berkelahi.


Gerald suka berkelahi dengan musuh geng, saya juga pernah diserang dan berkelahi dengan musuh Gerald. Gerald selalu ingin aku sukses saat menyamar menjadi laki - laki.


Pintu lift Akhirnya terbuka saat sudah sampai ke lantai 15. Saya langsung berbelok ke kiri menyusuri lorong mencari ruang serbaguna.


Saya melihat ada pintu yang bertuliskan Ruang serbaguna, lalu saya masuk.


Ruangan ini seperti ruang rapat direksi, meja bundar besar dan ada layar proyektor besar.


Saya duduk dan menunggu selama 10 menit.


Pintu terbuka dan seorang pria yang kukenal masuk ke dalam ruangan.


*Gawat, Pak Tony yang pernah datang ke Thailand. Kok selalu bertemu dengan dia sih, saat menyamar menjadi Gerald dan Geovanna. Sekarang ketemu lagi saat saya menjadi George.


*Kata hatiku.


Saya sedang sibuk melamun, tidak sadar jika Pak Tony mengulurkan tangannya untuk jabat tangan. Saya segera menerima jabat tangannya.


"George, Apakah kamu membawa surat lamaran kerjanya?" Kata Tony.


Saya mengambil amplop coklat berisi surat lamaran kerja di tas dan memberikan kepadanya. Tony membuka dan mengambil dokumen di dalamnya.


"Kamu ternyata lulusan dari manajemen Bisnis, kamu pernah menjadi manajer swalayan di sore hari sambil kuliah. Kamu ternyata orang sibuk ya. Apakah kamu bolos kerja saat kita bertemu di Thailand, saat kamu adalah pacarnya Natasha." Kata Tony.


"Gawat itu kan waktu aku menyamar menjadi Gerald. George waktu itu sibuk kerja jadi manajer. Untung dia lupa nama Gerald.


*Kata hatiku.


"Waktu itu saya mendapat cuti dari kantor pusat." Jawabku.


"Oke, kamu menjadi asisten saya, kulihat kamu kuat bisa melawan pencopet kemarin. Kamu pasti bisa melindungi aku, dan juga bisa bahasa asing. Berhubung kamu seorang pria, aku nyaman ke negara manapun jika kita sekamar jika menginap di hotel." Kata Tony.


"Maaf bos, Apakah bisa saya tidur di kamar sendiri. saya tidur di kamar yang paling murah saja, potong gaji." Kataku.


"Baiklah, jika itu maumu. Ini adalah kontrak kerja selama 6 bulan. Kamu tidak boleh keluar dari pekerjaan sebelum kontrak habis. Kamu akan mendapatkan denda sebesar 1 juta peso." Kata Tony.


(1.000.000 PHP \= Rp 299.700.000)


PHP \= Peso Philipina.


"Apa besar sekali?" Kataku.

__ADS_1


"Iya, banyak asisten saya bertahan kerja cuma sebulan, 2 bulan saja. karena lelah keliling luar negeri. kita naik pesawat jet pribadi untuk keliling." Kata Tony.


Terimakasih telah mampir membaca novel ini. Minta like, Vote dan komentar 🙏


__ADS_2